
Ling xiun berbaring di ranjang ayah nya..
"Aku kemari kerena dendam lama kepada keluarga Xiao.”
"Tunggu saja kalian, aku pasti akan membalas perbuatan kalian kepada ayah dan ibu ku ujar ling xiun menggenggam keras Pedang Phoenix nya.”
Sayup2 ling xiun mulai memejamkan mata nya..
Sekian lama tidur ling xiun di kejutkan oleh Suara piring yang jatuh..
"Hehehe maaf nak, ayah membangunkan tidur mu, ini ada roti dan Teh untuk cemilan ujar Ling san, kembali keluar dari kamar nya.”
"Aku terlalu merepotkan ayah, aku kan bisa ambil sendiri pikir ling xiun.”
"Hohoho,, kau sudah bangun nak ujar Sang Phoenix.”
"Memang nya kenapa tanya ling xiun.”
"Tidak ada, aku hanya teringat aku masih mempunyai teknik kelas tinggi ucap phoenix.”
"Benarkah guru, teknik apa itu ujar ling xiun tidak sabar.”
"Kalo tidak salah namanya Theknik Amukan Api Phoenix ujar Sang Phoenix.”
"Sesuai dengan nama pedang nya, kedengaran nya menarik ujar ling xiun.”
"Theknik ini akan sangat dahyat jika di padukan dengan Theknik bayangan 10 ribu pedang mu ujar sang phoenix.”
"Nak, kamar mu sudah siap teriak ling san dari Luar.”
"Iya ayah, aku datang ujar ling xiun sembari Keluar kamar.”
"Semua nya sudah ayah persiapkan untuk mu di dalam nak ujar Ling san.”
"Terimakasih ayah, aku langsung masuk saja ucap ling xiun.”
"Istirahat yang nyenyak nak ujar ling san.”
__ADS_1
Ling xiun memasuki kamar pribadi nya, dan Sang Phoenix memberikan nya sebuah kitab.”
"Hmm aku akan melihat bagaimana cara melatih nya ujar ling xiun membuka Kitab itu.”
"Mudah sih, tapi membutuhkan waktu yang lumayan lama ujar ling xiun menyimpan kitab itu dalam Cincin Ruang nya.”
"Aku mau keluar dulu sebentar untuk melihat keindahan Kota ini dari sudut malam ujar ling xiun melompat dari Kasur nya.”
"ehhh pedang ku ujar ling xiun mengambil pedang nya yang masih di atas kasur.”
"Malam2 seperti ini ko sepi ya ucap ling xiun curiga.”
"Hei nak, apa yang kau lakukan disini ujar Ling li.”
"Perasaan belum malam ko udh sepi banget kakek ucap ling xiun.”
"Dalam beberapa bulan ini, orang2 disini sering mendapat kan teror, siapa saja yang keluar malam2 besok paginya pasti sudah raib bagai di telan bumi ucap ling li.”
"Pantas saja ujar ling xiun Melesat cepat menggunakan theknik Kecepatan cahaya miliknya.”
Ling xiun tidak menghiraukan Teriakan kakek nya.”
ia melesat bagaikan Cahaya yang lewat, dalam sekejap sudah hilang tanpa meninggalkan bayangan..
"Ada apa sebenar nya, aku jadi penasaran ujar ling xiun sembari Melangkah pelan seperti biasanya.”
"Disini tidak ada apa2 ucap ling xiun sembari Nengok kanan kiri di sekitarnya.”
"Mungkin di tempat lain ujar ling xiun, sembari beranjak pergi ketempat lainnya.”
"Hei bodoh, musuh mu tidak ada disini, aku sama sekali tidak merasakan energi apapun disini ujar Phoenix.”
"Aku juga tau ujar Ling xiun yang kembali melesat cepat mencari Pengganggu Di kota Chen.”
"Wow aura yang kuat disekitar sini ujar ling xiun yang merasakan Qi disekitar tempat itu berubah drastis.”
"Kau berhati2 lah, dia lebih kuat dari serigala emas tempo dulu ujar Phoenix.”
__ADS_1
"Kalo ada kau, apa yang ku takutkan ucap ling xiun mendekati aura yang menakutkan itu.”
"Huh rupanya kau disini teriak ling xiun kepada bayangan hitam.”
"Anjay, rupanya monters Gorila, Tingkat nya hampir mencapai tingkat iblis ujar Ling xiun.”
"Kau pasti yang membunuh warga2 disini, dilihat dari kempampuan mu pertahanan mu cukup kuat.”
Melihat ada mangsa Gorila itu mendekati ling xiun..
"Jangan mendekat kampret, lihatlah dirimu sudah hitam dekil penuh darah ucap ling xiun.”
"Dari tadi aku ngomong sendiri, jawab budeg ujar ling xiun berteriak.”
"Kau bodoh banget sih jadi orang, dia mana ngerti bahasa manusia ujar Phoenix menggerutu.”
"Aku lupa, maaf hehehe ucap ling xiun.”
Gorila langsung menyerang ling xiun dengan tinju nya..
"Heh, dasar pemarahan ucap ling xiun sambil melompat ke atas.”
"Mau adu tinju, ayo ujar ling xiun membalasnya dengan tinju api.”
"Aduh, tangan ku kram ujar ling xiun yang meninju dada dari Monster gorila.”
"Ya sudahlah, Aku terpaksa memakai mu ucap ling xiun mencabut pedang Phoenix nya.”
"Melihat pedang yang menyala2 Gorila itu sedikit mundur.”
Aura Pedang phoenix menyiutkan Nyali Monster Gorila..
Tanpa pikir panjang Gorila itu lari ke arah Hutan..
"Mau lari ya, tidak semudah itu kampret, kalo di biarkan kota ini tidak akan bisa tenang ujar ling xiun Menyabetkan pedang Phoenix Sambil mengeluarkan theknik Pedang Tanpa jiwa milik nya.”
"Tuh kan mati ujar ling xiun sambil membawa gorila itu menuju ke dalam rumah Keluarga Ling.”
__ADS_1