
Dari kejauhan sebuah kereta besar mendekati kearah mereka berenam..
Dari dalam Kereta keluarlah 7 orang yang Berzirah lengkap..
"Hei rupanya kau yang menghalangi kami ujar seseorang dari kereta tersebut yang tidak lain adalah Jie wen.”
"Anak bedebah itu lagi, mau cari mati ucap Long chu menggertak.”
"Hahaha lama tidak bertemu, apa sekarang kalian takut ujar jie wen.”
"Takut pada sampah yang pernah kalah, gak sudi ujar Thiandu.”
"Mulut mu besar juga, kau akan melihat Kerajaan Athen Rata dengan tanah ujar Jie wen.”
"Banyak omong ujar Thiandu langsung menerjang Jie wen menggunakan Theknik tinju Petir nya.”
Namun serangan Thiandu di tepis dengan mudah oleh Jie wen.”
"Aku bukanlah yang dulu, Aku yang sekarang lebih kuat dari yang kalian kira, aku sudah mencapai tahap Ancestor bintang 2 ujar Jie wen.”
"Dan Disamping ku, 6 panglima2 perang sudah ditahap ancestor semua ujar jie wen tertawa.”
"Apa nya yang lucu, kau masih saja lemah ujar ling xiun, memancing amarah jie wen.”
"Apa Kau yang sudah membunuh panglima ke tujuh ku ujar Jie wen menghardik.”
__ADS_1
"Semut itu pantas mati ujar ling xiun.”
"Kau sombong sekali ling xiun, kalian semua akan mati hari ini, setelah kalian mati, kerajaan Athen akan menjadi budak dari kerajaan Jien ku ujar jie wen sambil tertawa terbahak2.”
"Hihhhh Takutt nya ujar Ling xiun mencibir.”
"Cari mati kau ujar jie wen menyerang Ling xiun menggunakan pedang nya.”
"Pedang butut itu masih saja kau pakai, sakit perutku menahan tawa ujar ling xiun Sambil menarik kembali Pedang Phoenix dan di acungkan ke atas.”
Aura pedang Phoenix pun keluar, membuat tubuh jie wen gemetaran..
"Apa kau takut ujar Ling xiun Sambil Memasang kuda2 siap menyerang.”
"Jangan sombong dulu Kalian tidak akan pernah bisa menyentuh ku ujar jie wen memberi isyarat kepada para panglima nya untuk menyerang mereka semua.”
"Yuna teriak Ling xiun.”
Yuna yang paham akan teriakan Ling xiun langsung mengeluarkan Thenik tongkat pelenyap Qi.”
namun yang terpengaruh oleh kekuatan tongkat itu hanya 1 orang saja.
"Aneh,, mungkinkah mereka semua ujar ling xiun.”
"Kau pasti terkejut kan ujar jie wen langsung memotong ling xiun berbicara.”
__ADS_1
"Mereka semua ada di tahap Qi Ancestor bintang 2, mereka hanya memanipulasi Qi, aku sudah tau kelemahan Tongkat Itu ujar Jie wen tertawa.”
"Kau memang berengsek umpat Thiandu.”
"Kita hajar saja bocah kampret ini ujar Hong mulai emosi.”
"Apa kalian tidak ingin berbicara lebih lama, sebelum kematian kalian ujar jie wen.”
"Bedebah ujar Long chu langsung menyongsong jie wen dan Para panglima perang kerajaan Jien.”
"Rasakan teknik pedang Cahaya rembulan ujar Long chu sambil menebaskan pedangnya kedepan, Jie wen langsung sigap melompat dari kereta nya.”
"Serangan yang lumayan ujar Jie wen.”
"Panglima, habisi mereka semua ujar Jie wen berteriak.”
"Semuanya serang ujar Thiandu memerintah seluruh prajuritnya untuk berperang.”
Perang tidak dapat di hindari lagi, teriakan dan semangat seakan siap untuk mati..
"Kalian harus waspada, mereka lumayan kuat ujar Ling xiun memperingati rekan2 nya.”
"Kami sudah tahu ujar Zingsi menyongsong Jie wen menggunakan Theknik Tinju Surgawi, Ditambah Dengan theknik Badai angin yuna.”
namun serangan mereka sama sekali tidak berefek apa2..
__ADS_1