
Seperti biasa ibu penjual jamu pagi - pagi datang dengan teriakan yang khas di pagar Dini.
"Jamu ... Jamu bu ?
Serentak Trimusketir terbangun dari tidurnya ,dan melihat ke arah pagar.
"Jamu itu apa ya ? mereka penasaran mendekati ibu penjual jamu yang bingung lihat orang aneh itu.
"Ya minta jamunya ," pengawal 1 dan mereka mencobanya ,Hemm enak ,"ujar salah satu pengawal.
Dini yang melihat dari dalam langsung buru - buru keluar .
"Oh ya bu ,sama yang kemarin saya belum bayar kan jadi semuanya berapa sama teman - temanku ini barusan ," ujar Dini.
"Eh kita harus bayar ini ,"ujar pengawal.
Sudah biarkan aku saja ,"ucap Dini.
"Semua 15 ribu neng ,kok cuma segitu yang kemarin belum aku bayar bu?," tanya Dini.
"Yang kemarin gratis neng masih promo ,sudah ya ibu pergi dulu ,ati - ati ya neng ," jawab ibu penjual jamu.
Ibu penjual jamu melihat aneh ke arah pangeran dan Trimusketir dan berlalu meninggalkan mereka.
"Aku bingung lihat kalian kok enggak pulang - pulang sih ,ganti baju sana !
Bau tahu ," ujar Dini.
"Hah ... Pulang ?
Coba aku carikan baju bekas untuk kalian di gudang ,ayo ikut semua," ujar Dini.
Mereka semua mengikuti Dini ke arah gudang .
Gudang itu sudah lama tidak
dibersihkan,ya kalau kalian mau bisa tinggal di gudang sementara waktu asal kalian bersihkan saja," ujar Dini.
"Tapi bukan untuk selamanya kalian tetap harus pulang ,nah ini liat banyak baju - baju bekas ayahku coba saja diliat siapa tahu ada yang cocok buat kalian," ucap Dini.
Trimusketir tertawa melihat baju yang
dipakai temannya ,Dini tidak mau diam di ruangan itu karena mereka sedang sibuk melepaskan baju kerajaan mereka.
Mereka menata baju kerajaan itu di pojok gudang di dalam sebuah box kebetulan ada di gudang itu.
Sepertinya mereka happy sibuk dengan membersihkan ruangan ,Trimusketir tidak memperbolehkan pangeran Dion untuk bekerja.
"Biarkan kami yang bersihkan pangeran," ucap salah satu pengawal itu.
Pangeran Dion duduk santai di sebuah batu besar yang menghadap ke arah sungai.
"Seandainya aku tahu arah pulang ?
__ADS_1
"Tapi harus ke mana ?
Ruang gudang itu sudah mulai bersih dan mereka berencana mau mandi di sungai setelah selesai membereskan gudang tersebut.
▪️
Dini harus ke kantor hari itu ,Dini berpesan kepada mereka boleh tinggal di dalam rumah asal jangan
diberantakin dan jangan sentuh barang - barang listrik.
Dini sudah menyiapkan makanan buat mereka supaya mereka tidak menyentuh kompor .
Dini memasak nasi dengan rice cooker .Trimusketir saat itu sedang duduk di ruang tamu ,mendengar bunyi sesuatu Trimusketir langsung bergerak ke arahnya dengan menggunakan pedangnya.
Mereka heboh di dalam rumah karena belum pernah lihat makanan yang aneh buat mereka ,Trimusketir berebutan kue coklat yang ada di kulkas sehingga muka mereka belepotan cokelat dan bungkus - bungkus permen penuh di meja,mereka persis seperti anak kecil .
Trimusketir melihat kamar mandi Dini .
"Wah ... Keren ada airnya,Trimusketir mainan air toilet ,mereka pikir bisa di gunakan untuk cuci muka.
Begitu sore Dini pulang kagetlah melihat ruangan penuh sampah permin ,cokelat dan kamar mandi penuh sabun ,Trimusketir di sidang langsung sama Dini ,sedang pangeran hanya menertawakan mereka.
Dini melihat salah satu dari Trimusketir mulutnya belepotan cokelat ,tidak jadi marah malah ikut tertawa dengan pangeran Dion,Trimusketir juga jadi ikut tertawa melihat mereka masing - masing dengan busa sabun di wajah dan tangannya.
Mereka malamnya sudah bisa menempati gudang belakang yang sudah dibersihkan ,mereka bisa tidur di situ .
malam sudah larut ,Dini masih terus terjaga dari tidurnya,matanya sulit
dipejamkan.
Pagi harinya sewaktu Dini mau membuang sampah ,bertemulah dengan orang yang berpenampilan aneh ,seorang ibu dengan cadar menutup setengah wajahnya dan membawa burung gagak di pundaknya.
Dini terpaksa memberi salam karena ibu ini memandangnya dengan tajam ,Dini memasukikan sampah ke tempatnya dan ibu itu malah semakin mendekatinya.
"Aku melihat aura kurang bagus untuk saat ini ,kau di kelilingi orang - orang aneh ,datanglah ke tempatku tidak jauh dari sini ,bila kau membutuhkan aku," ujar ibu yang berpenampilan seram itu.
"Ibu itu sepertinya tahu tentang 4 orang aneh yang tinggal di rumahku ,"ucap Dini.
"Bu !,Apa ibu bisa membantuku ?
Ibu itu tidak menjawab ,malah burung gagak itu ingin menyerang Dini.
Dini ketakutan dan berlari ke dalam rumah ,Trimusketir yang bingung karena Dini menabrak mereka dan dengan napas terengah - engah ,sambil tangannya menunjuk sesuatu langsung Trimusketir mengambil pedangnya siap menghadang sesuatu di depannya.
"Apa ! ... apa sambil memandang Dini .
"Biar aku tebas ... mereka berbicara dengan logat aneh.
"Ada burung! ... ," ucap Dini.
"Burung ... Ha ... Ha ... Ha ,mereka malah tertawa.
Dini kesal mereka malah tertawa ,Dini melihat ada ranting pohon yang disitu,
__ADS_1
diambilnya ranting itu dan memukul kepala Timusketir.
"Aw ... aw ... aw
Makanya jangan suka ngeledek orang ,belum tahu ceritanya ,pangeran Dion yang dari tadi mematung di belakang jadi tertawa melihat Dini mementung kepala Mereka.
"Dengar nih!
"Tadi ada orang seram ,ketemu waktu aku buang sampah ,katanya dia tahu tentang kalian ini.
"Hah ... kita! mereka berempat serentak menjawab.
"Terus sekarang orangnya ke mana?
"Kita di suruh ke rumahnya ,jika mau minta pertolongannya ," ujar Dini.
"Eeet !... Main mau berangkat saja," ucap Dini mencegah Trimusketir untuk berjalan.
"Tunggu kita harus berpikir ,siapa tahu dia bohong dan juga biayanya mahal?," ujar Dini.
"Mahal ?," ucap pangeran.
"Ya mahal ,bisa begitu ?," ujar Dini.
"Kalian punya biayanya ?,Dini menatap pangeran juga Trimusketir.
Pangeran mengambil kantung kain yang berada di sakunya berisi koin emas dan pangeran memberikannya ke Dini.
"Nih ambil ! Kantung itu di taruh di telapak tangan Dini,tapi kau irit saja kasih satu logam cukup ,karena itu terbuat dari emas," ujar pangeran Dion.
"Hah ... emas Dini bengong menatap pangeran Dion ,coba aku lihat ," ujar Dini.
"Woww ... Sepertinya betul ini emas ?
"Heii ... Kalian sebenarnya dari mana sih,kok punya emas sebanyak ini dan emasnya aneh ,koin dari negara mana ini?
"Aku sudah bilang dari pertama kita itu dari kerajaan Linggar ... ,kamu saja yang tidak percaya ucapan kami.
"Baiklah,Kita coba cek koin ini ke toko emas ,bagaimana kau setuju ?
"Kalau benar ini emas ,berarti kau tidak bohong denganku ," ucap Dini.
"Ok silakan !
"Ayo kita cek dulu ,semua ikut aku!," ujar Dini.
Mereka berangkat naik mobil sewaan ,sedang Trimusketir bawel sekali di mobil,maklum mereka belum pernah naik mobil.
Mereka memainkan power window dan heboh betul ,Dini akhirnya kesal.
"Diam !"bentak Dini ,maaf pak berisik sekali ini mereka dari kampung pak ,maaf ya pak ," Dini meminta maaf kepada supir itu.
\_\_\_\_\_\_\_\_--------\_\_\_\_\_\_\_\_
__ADS_1
Pembaca setia kpD4 semoga terus mengikuti ceritanya ,lalu apakah mereka berhasil menjual koin tersebut ,yuk tunggu kelanjutannya.🍀