keluarga pangeran D4

keluarga pangeran D4
Bab.6 Tazaka dan Dunia lain


__ADS_3

Kerajaan Linggar sudah ada dari dahulu kala dan berkuasa turun menurun itu ,tetapi ada saja orang yang berhati jahat ingin menghabisi seluruh keturunannya satu demi satu itu siasat mereka tampa ampun.


Orang yang ingin menjadi raja dan berambisi mengusai kerajan Linggar bernama Tazaka ,dengan wajah lonjong raut muka yang kejam ,penuh kebencian ,dia bersembunyi di hutan lembah timur ,memang benar informasi bapak tua itu.


Mereka membuat koloni dan pasukan yang mendukungnya.


Malam itu mereka merasa menang ,mereka dengan suka citanya merayakan kemenangan mereka dengan menabuh semacam drum yang ditutupi kulit binatang ,mereka membuat api unggun ditengah hutan dan membuat kemah di sekitar itu.


Mereka duduk melingkar di antara api itu dan Tazaka mengajak mereka minum tuak atau semacam arak bersama ,merayakan kemenangan mereka.


Sebenarnya wanita yang dibilang sakit hati karena tidak terpilih menjadi putri itu tidak ada,itu hanya tipu daya Tazaka saja.


Berita tentang hilangnya pangeran sudah menyebar ,kerajaan Linggar murka mereka mulai mencari keberadaan sang pangeran,Raja memerintahkan pasukannya untuk mencari jejak pangeran ,apa masih hidup atau mati,semua daerah kecil di daerah hutan timur diperiksa tapi tak ada tanda - tanda bekas pangeran ,mereka tak menemukan apapun.


Sedang Tazaka bersembunyi di perbukitan mereka sudah pindah lokasi karena akan melakukan siasat berikutnya lagi .


Tazaka memang orang yang mengerikan untuk menjalankan misinya banyak aset - aset rakyat yang dirampasnya.


Rakyat di daerah terpencil sangat menderita ,hasil padi ,gandum ,jagung habis disita oleh orang - orang Tazaka.


Raja pulang dengan hati sedih dan berduka begitu juga sang Ratu ,kerajaan memasang bendera setengah tiang untuk menyatakan berkabung seluruh daerah itu.


Dinda menangis sendirian di kamar ,para dayang yang berada di luar kamar Dinda ikut bersedih mereka ikut menangis terduduk di lantai.


Dinda mengambil jepit rambut yang tergeletak di meja riasnya ,Dinda menyematkannya di rambutnya ,dengan air mata yang masih menetes,Jepit rambut itu didapat terakhir kali bertemu ,sang pangeran itu sempat membelikan jepit rambut yang indah itu.


Kesedihan teramat di rasakan ,Dinda sesaat bingung apa harus keluar atau tetap di istana.


Cinta pertama Dinda hanyalah pangeran ,pandangan Dinda kosong,pikirannya melayang jauh tak mungkin pangeran telah tiada .


"Pangeran pasti selamat ,pangeran tidak mati ," ucap Dinda bergumam sendiri.


"Bagaimana dengan kembarannya ?


"Di mana dia ? aku harus mencari tahu ,janji dari hatinya Dinda ," Aku harus menemukannya.


Ibunda Ratu berkabung ,suasana benar - benar hening dilingkungan Istana.


Raja memanggil semua jajarannya untuk mencari tahu siapa dalang dibalik musibah ini,mereka mengadakan rapat tertutup .


"Keluarkan ke dua orang tua yang kita tahan ," Bebaskan mereka dan kita pantau ke mana mereka pergi dan kalian yang bertugas jangan menggunakan baju petugas kerajaan ,gunakan pakaian rakyat biasa," ujar Raja.


Di ruangan itu Raja memilih 6 orang bertugas untuk memata - matai mereka.


"Kalian harus saling membantu memberi info kepada saya secepatnya ,mengerti !gertak Raja kepada pengawal yang terpilih.


"Yang lain menjaga di luar istana lebih ketat dari sebelumnya,periksa semua orang yang mau masuk ke istana dengan teliti ,Mengerti!


"Mengerti baginda Raja," Ya sudah bubar semua lakukan tugasnya dengan baik.


"Baik baginda Raja," jawab pengawal - pengawal itu.


Keesokkan harinya terlihat barisan panjang yang ingin masuk ke istana untuk keperluan kebutuhan dapur dan macam - macam,ada yang bawa ayam,gerobak isi sayuran ,juga buah - buah semua itu tak luput dari penggeledahan sehingga antrean panjang terlihat yang ingin masuk ke istana.


Raja memandang dari ruang atas kerajaan menyaksikan sendiri antrean panjang itu.

__ADS_1


Raja terlihat sedih juga marah yang tak dapat di bendung ,teriak_kan Raja di ruang itu terdengar sampai keluar,beberapa pengawal langsung berlarian ke arah ruangan tersebut ,seakan ada sesuatu yang terjadi.


Tetapi beberapa dayang menolak pengawal tersebut.


"Baginda sedang sedih saja ,tidak ada apa - apa," ungkap salah seorang kepala dayang - dayang.


Pengawal itu langsung kembali ke teras depan kerajaan sambil memperhatikan orang lewat satu persatu.


▪️


"Di dunia yang berbeda"


Pagi itu seperti biasa pak Ucok mengendarai truk sampahnya ,di bantu teman - temannya.


Waktu itu masih cukup pagi jam 6.30 dengan bakul sampah besar terbuat dari anyaman kayu yang digeret menuju tong sampah suaranya juga berisik terdengar.


Pak Ucok ikut membantu teman - temannya mengangkat sampah.


Begitu mendekat hendak mengangkat box tersebut sepertinya bergoyang - goyang kotak box itu dan box itu


diletakkan di samping tong sampah .


" Eh ... Ini box bergerak - gerak man?," tanya pak Ucok.


"Paling juga kucing bang?,jawab pak Herman.


Tapi bang Ucok rada geli sama tikus atau kucing ,hingga bang ucok membuka box tersebut dengan menggunakan kayu panjang .


Semua teman- teman bang Ucok penasaran dengan isinya,mereka rame - rame melihat isi box_nya.


dibalut selimut biru muda


"Hah bayi i ... i ...


"Sudah bang ambil saja bayi itu,kau kan belum punya anak,kau rawat saja jangan lapor," ucap pak Herman.


"Percayalah dengan kami,bibir kami akan diam ," ujar pak Herman dan kawan - kawan.


"Dan kami akan menyayangi dia juga ,kita bawa pulang saja sekarang," ungkap pak Herman.


Bang Ucok langsung menggendong bayi itu dan dibawa naik ke truk.


Pak Herman yang menggendong bayi itu mulai resah terdengar si bayi mulai merenggek.


"Bang kayanya kita harus beli susu?


"Susu ...?," tanya bang Ucok.


Bang Ucok dan pak Herman tidak menyadari kalau ada orang yang mengintip dari balik tembok ,seseorang yang sengaja membuang bayi itu.


Wanita itu menangis sambil menutup mulutnya ,dan terus mengucurkan air matanya,memandang ke arah truk sampah itu.


"Suatu saat kita akan bertemu lagi anakku sayang dalam hati wanita itu.


Dari pada kamu hidup menderita dengan ayahmu yang sangat kejam.

__ADS_1


Hiduplah dengan bahagia ,ibu mendoakanmu selalu.


"Iya susu ... ," ucap pak Herman.


"Kita musti beli di mana itu susu?,dengan logat batak yang kental.


"Eh kau Herman ini gimana harus ku buatkan susu?


Pak Herman tertawa ,"Ya pakai botol dong?


"Hah ... Botol ,emberpun tak ada ,apalagi botol di truk ini,kita musti cari ke mana itu botol susu?


Pak Ucok berenti dekat sebuah warung.


"Eh ibu kau jual itu botol susu untuk bayi?


Kebetulan ibu yang punya warung punya botol bekas cucunya ,dikarenakan darurat terpaksa dipakai juga botol itu.


Bersyukur sekali bayi mungil yang berkelamin wanita mau minum ,terlihat sangat kehausan .


"Eh butet kasian kau kenapa tega kali mamakmu buang kau butet ,tapi kau tenang saja ada bapak barumu di sini ," ujar bang Ucok sambil menepuk dadanya.


Buru - buru bang Ucok membawa bayi itu ke rumahnya.


Mobil truk diparkir di depan rumah bang Ucok ,ibu Evi istri bang Ucok langsung marah - marah melihat bang Ucok parkir di depan rumah.


Biasanya mobil truk itu tidak dibawa ke rumah karena baunya semerbak .


Sudah kau jangan marah - marah saja sebentar aku mau jelaskan.


Tadi pagi sewaktu aku beres - beres angkut sampah ,aku ketemu box yang bergerak - gerak .


"Lantas!


"Ya Lantas aku buka ,ternyata isinya bayi.


"Hah bayi?


Takut mulut ibu Evi teriak - teriak tak jelas mulut ibu Evi di tekapnya.


"jangan keras - keras ! Itu masih


dimobil sama pak Herman ," ungkap pak Ucok.


"Ah bohong kau paling anak kau dengan wanita lain,ngaku 'ga ...? Ujar bu Evi.


"kau mau aku makan ususmu atau ku godok buat rendang ," ujar ibu Evi.


"Sumpah yang ...


"Yang ... Yang !


"Awas kalau kau bohong ku pijak- pijak lehermu ,"ujar ibu Evi.


Memberi kode leher suaminya terpotong habis bila berbohong.🔸️

__ADS_1


________--------________


__ADS_2