
Ciuman pertama Dinda membuat jantung Dinda berdegup kencang,wajah Dinda memerah,Dinda berjalan lebih cepat tapi tiba - tiba kaki Dinda hampir terpeleset di tangga danau dengan cepat pangeran menarik tubuh Dinda yang mungil hingga jatuh ke pelukan pangeran.
Mereka saling berpelukan ,semakin kencang terasa pangeran memeluk Dinda,dan Dinda tak kuasa menolak pangeran menciumnya bertubi - tubi ,membuat Dinda sulit bernapas.
Dinda berusaha mendorong pangeran sedikit dan menghindar tetapi Dinda
ditarik kembali ke pelukan sang pangeran
Malam itu mereka habiskan berdua di pinggir danau.
Pengawal dan dayang tak ada yang berani mendekat ,mengganggu kemesraan mereka berdua.
Ketampanan pangeran Dion merubah perasaan Dinda yang sebelumnya tidak perduli dengan statusnya seorang putri,tetapi setelah mengetahui pangeran seorang yang baik,romantis menjadikan Dinda berubah pikiran ingin memilikinya.
Pangeran mengajak Dinda duduk sejenak tepi danau itu ada kursi terbuat dari kayu dan ada beberapa tanaman hijau di sudutnya.
Pangeran bercerita tentang tinggal di istana itu seperti apa?
Dan pangeran bercerita kalau besok pangeran Dion akan pergi ke luar kota untuk beberapa saat .
Tujuannya untuk menyelidiki kematian mendiang istrinya ,pangeran sudah berjanji kepada dirinya sendiri harus menemukan pembunuh istrinya itu.
Tapi pangeran meminta untuk Dinda tetap tinggal di istana ,dan boleh menjenguk ibunya tapi diantar dan ditemani beberapa dayang istana.
Semua itu nanti akan pangeran Dion atur.
Dan pesan pangeran Dion berhati - hatilah kalau makan atau minum sesuatu di istana ,jangan sampai kejadian terulang lagi seperti almarhum istrinya,diracun orang.
"Tetaplah hidup menunggu aku pulang ," tutur pangeran menatap dalam mata Dinda.
Berjanjilah untuk berhati - hati saja dalam segala hal ,curigalah selalu apa yang disuguhkan,suruhlah dayang - dayang itu yang mencicipi makanan itu sebelum dirimu makan ," tutur pangeran Dion.
Pangeran Dion begitu perhatian kepada Dinda.
Dinda ikut tertunduk sedih,pangeran Dion mengangkat dagu Dinda memandang matanya,seakan memberi isyarat jangan bersedih ,lalu pangeran memeluknya.
Dinda tak kuasa menahan tangis di depan pengawal Trumusketir ,mereka bertiga serentak berbalik badan ikut merasakan kesedihan yang mendalam dan tidak mau melihat adegan tersebut.
Pengawal 1 dan 2 ikut meneteskan air matanya sedang yang ke 3 berusaha menghibur ke dua pengawal lainnya.
Kalau orang melihat lucu ,masa penampilan garang dengan terselip pedang di pinggangnya ikut menangis.
▪️
Pangeran berjalan ke suatu ruangan
"Yosef! ... Yosef siapakan obat - obatan untukku dan panggil Trimusketir ," teriak pangeran.
"Hah ... Trimusketir?
__ADS_1
Pak Yosef belum pernah mendengar istilah itu .
"Maksudnya apa ya ? bergumam sendiri.
Panggil 3 pengawal yang semalam menjaga di danau .
"Oh itu maksudnya ,siap pangeran," ujar tabib Yosef.
Tabib Yosef sibuk mengurus obat - obatan yang akan dibawa dan ke tiga pengawal siap dengan pedang dan ke ahliannya siap berada di ruangan itu.
Rapat tertutup itu membicarakan hal yang sangat penting ," Tidak ada yang boleh masuk," perintah sang pangeran.
"Siap! ... ," jawab pengawal lain yang berjaga di luar pintu.
Pangeran memberi perintah untuk menyelidiki kematian sang istrinya.
"Kalian aku sebut "Trimusketir mulai sekarang"," ucap pangeran.
"Siap ... Pangeran" ucap Trimusketir.
Tabib Yosep tersenyum," lucu juga namanya seperti itu ,sambil bergumam.
Pangeran melirik mendengar tabib Yosep bergumam ,Tabib Yosep langsung mengisyaratkan mulutnya untuk di kunci tak akan berkomentar ,dan akan diam.
"Tugas awal pertama Trimusketir ,cari tahu siapa yang jual racun dipasar, dan segera bawa orangnya ke sini.
"Siap pangeran!," ucap Trimusketir serentak.
Ke tiga pengawal itu coba pergi ke pasar dan menyelidiki siapa orang yang menjual racun ternyata petunjuk itu benar adanya ,sebuah kios penuh orang tetapi bukan belanja tetapi mengerumuni kios tersebut ada yang tergeletak tak bernyawa sepertinya dibunuh di tubuhnya terdapat sayatan luka pedang ,darahnya masih terlihat segar sepertinya kejadiannya baru saja.
Trimusketir menerobos masuk dan meneliti orang itu.
Sepertinya orang ini takut ketahuan dan penjual racun tersebut langsung di bunuh supaya tidak buka suara ,sehingga ke Trimusketir kehilangan jejak.
Trimusketir melanjutkan misinya tak ingin berlama - lama di tempat itu.
Trimusketir duduk di sebuah kedai sambil memesan minuman ,terdengar ocehan seorang bapak tua yang bilang tentang racun itu ,yang di berikan ke Putri sebenarnya dari orang yang mencintai pangeran tetapi pangeran menolaknya , malah memilih putri .
Spontan Trimusketir berdiri dan salah satunya menghunuskan pedang di leher pak tua.
"Uh ... Siapa kamu! ,"tanya Trimusketir sekarang ikut ke istana.
Bapak tua itu tak bisa berkutik ,teman yang duduk dengan pak tua terpaksa ikut terbawa ke istana.
Pak tua itu dibawa ke hadapan pangeran Dion.
Trimusketir bercerita kalau orang yang membuat racun sudah di temukan tapi sudah duluan terbunuh sehingga mereka belum sempat mencari informasi lebih lanjut
Sedang bapak tua itu ,kebetulan membicarakan soal racun yang diberikan untuk putri.
__ADS_1
"Ini bapak tahu sesuatu pangeran,sehingga lebih baik kita bawa ke sini supaya pangeran mendengar langsung dari orang ini," ujar salah satu pengawal.
"Oh begitu ,bagus !apa betul kamu sedang membicarakan soal racun yang di berikan kepada istri saya ,coba jelaskan.
Pak tua itu tak mau bicara diam saja ,akhirnya pangeran mengambil pedang Trimusketir yang kaget atas tindakan pangeran itu.
Pedang itu sudah berada di leher pak tua itu.
"Ayo jawab jangan diam saja ,apa kau mau lehermu putus dengan pedang ini," bentak pangeran.
"Ampun Pangeran racun itu dari wanita yang pangeran tolak cintanya ,tetapi wanita itu keluar dari istana .
"Lantas di mana dia sekarang !
"Ada di hutan," jawab pak tua
"Hutan mana ?," tanya pangeran.
"Hutan lembah timur ," ucap pak tua itu.
"Kau tidak berbohong _kan," tanya pangeran.
"Tidak ... pangeran dengan wajah memelas.
"Kau tetap aku tahan bersama temanmu ," ujar pangeran.
"Pangeran ampun saya tidak tahu apa - apa pangeran," ucap teman pak tua.
"Ach aku tak percaya ,bisa saja kau bersekongkol ,bawa mereka dan tahan bersama ke dua dayang itu," ujar pangeran Dion.
"Baik pangeran ," jawab Trimusketir.
Trimusketir menyuruh ke dua orang itu bangun dan mendorong mereka untuk maju dan jalan duluan ke tempat tahanan di mana terdapat dua dayang yang sudah ditahan sebelumnya.
Ke dua dayang yang sudah terlihat lusuh kaget terdengar ribut - ribut didekat pintu masuk.
"Ayo masuk! ... ,Trimusketir mendorong kembali ke dua orang itu ,dan salah satu dari Trimusketir membukakan pintu besi itu dan menyusuh ke duanya masuk .
Ke dua dayang yang terduduk lesu seketika berdiri melihat ke arah pak tua yang baru saja masuk sel.
"Kalian harus jujur bicara yang sesungguhnya kalau kalian mau selamat ," ucap salah satu pengawal sambil menendang sel besi itu.
"Heh ... Pengawal itu kesal melihat mereka susah untuk jujur.
\_\_\_\_\_\_\_---------\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Bersambung...
Penasaran dengan cerita ini ,dukung terus ya jgn lupa like,gift ,komen,juga kasih bintang 5 jika suka dengan ceritanya ,salam manis dr tina
__ADS_1