keluarga pangeran D4

keluarga pangeran D4
Bab .5 Pangeran terluka.


__ADS_3

Hari ini rencananya pangeran Dion mau pergi tetapi rasa masih ingin bersama Dinda lebih besar sehingga keberangkatannya kali ini ditunda karena ingin mengajak Dinda jalan - jalan .


Banyak pedagang kaki lima yang berjejer disepanjang jalan.


Pangeran Dion membelikan Dinda sebuah jepitan rambut yang cantik ,pangeran memakaikan ke rambut Dinda.


Sepanjang jalan orang - orang melihat ke arah mereka ,pengawal Trimusketir mengikuti dari belakang ,mereka tidak menunggangi kuda hanya berjalan - jalan santai dipasar.


Tiba - tiba dari arah belakang seseorang yang menunggang kuda menabrak pangeran Dion dengan sengaja ingin mencelakai pangeran Dion.


Trimusketir juga sampai terjatuh ,untungnya Dinda selamat.


Pangeran Dion terluka perutnya,luka sayatan di perutnya cukup besar,darah banyak bercucuran dan pangeran Dion tak sadarkan Diri.


"Tolong ... Tolong sambil menangis Dinda melihat kondisi pangeran yang berlumuran darah.


Trimusketir yang berusaha mengejar kalah kekuatan dengan kecepatan seekor kuda hitam yang melaju dengan cepat.


Trimusketir mengangkat pangeran dan membawanya pulang dengan meminjam gerobak orang dipasar,ibu Ratu begitu panik melihat anaknya pingsan.


Tabib Yosef segera dipanggil dan mengobati luka pangeran.


Dinda ikut menolong pangeran Dion tidak sengaja melihat kaki pangeran tidak ada tanda lahirnya, Dinda teringat foto yang pernah dia temukan,sejenak Dinda melamun berpikir berarti yang ada tanda lahirnya tidak tahu keberadaannya?,dan Dinda juga memperhatikan kalung yang dipakai pangeran sama persis yang di foto.


Dinda tak mau ibu Ratu tahu kalau Dinda mengetahui kalau pangeran ini kembar.


Dinda bergeser sedikit sebab ibu Ratu juga sedang memeriksa kondisi pangeran.


Pak Yosef bagaimana kondisinya?


"Apa lukanya dalam?,tanya ibu Ratu.


"Oh pangeran tidak apa - apa sudah dijahit lukanya butuh beberapa hari saja untuk sembuh,beruntung pisau itu tidak beracun," ucap tabib Yosef.


Karena luka dalam pangeran Dion demam dan tidak sadarkan Diri.


Dinda menemani pangeran dan mengompres kepala pangeran ,sampai Dinda kelelahan dan tertidur di samping pangeran dengan handuk masih di kepala pangeran.


Begitu pagi ,pangeran terbangun melihat Dinda tertidur disebelahnya,pangeran menyibakkan rambutnya Dinda yang menutupi matanya,pangeran menyayangi Dinda.


Dinda tersentak kaget melihat pangeran sudah terbangun dari kondisi yang mengkhawatirkan itu.


Langsung Dinda memanggil dayang untuk memberitahukan tabib Yosef dan ibu Ratu.


"Aduh ! ... Pangeran berusaha bangkit tapi Dinda menahannya.

__ADS_1


"Jangan bangun dulu ya? Nanti jahitannya terlepas lagi ," ucap Dinda.


Tabib Yosef datang terburu - buru,bersama ibu Ratu memeriksa denyut nadi pangeran dengan serius.


Ibu Ratu tersenyum lega melihat pangeran Dion sudah sadar dan memegang tangan ibunya.


Ibu Ratu menangis kuatir melihat pangeran Dion.


Dion ! ... Kira - kira siapa orang yang mau melukai kamu?,kamu lihat jelas tidak orangnya?," tanya ibu Ratu.


" aku tidak bisa melihatnya sebab datangnya dari arah belakang bu?dan itu cepat sejali ,dan dia memakai topeng,susah dikenali,tapi yang pasti seorang laki - laki.


Dia membawa pisau ," ujar pangeran menjelaskan kejadiannya,bisa


ditanyakan ke Trimusketir.


Selama satu minggu pangeran tiduran saja,Dinda terus menemani membantunya pangeran bangun dan ganti baju.


" Sudah nih pakai baju," pangeran senyum - senyum ,kenapa kamu senang liat badanku dengan sedikit mengganggu Dinda yang memerah pipinya.


"He ... Menutup mukanya dengan telapak tangannya ,malah pangeran makin jail mengasih liat dadanya yang lapang dengan perutnya yang masih dibalut.


▪️


Kondisi pangeran semakin membaik ,pangeran sudah bisa berjalan - jalan di pinggir danau ,banyak pengawal yang mengelilingi danau tersebut ," ini pasti ulah ibuku," ujar pangeran,takut ada yang berniat jahat lagi terhadapku.


Pangeran ingin berterima kasih kepada Dinda yang setia menjaganya kala sakit.


Din? ... aku berterima kasih sekali kamu sudah mau memperhatikanku sedemikian rupa.


Dan pertemuan kita yang begitu singkat sangat tidak mudah aku lupakan.


"Tapi ... Dengan nafas tertahan melihat kejadian yang telah kita alami dipasar membuat aku bertanya .


"Kenapa mereka mau membunuh aku juga istri dan anakku sekaligus ,aku tidak mau ada korban ke 3.


Dinda menutup mulutnya sendiri,tersentak mendengar pernyataan dari sang pangeran.


"Ya ... kamu harus berhati - hati ,pesan aku kemarin harus selalu kamu ingat ya Din,jangan kamu remehkan pesanku ,sambil menatap Dinda dalam - dalam.


Pangeran merangkul Dinda ,jangan takut! ,"Kalau kamu mencintaiku jangan takut dekat denganku,coba hadapi semua bahaya dengan kuat ,karena dengan cinta bisa mematahkan segalanya " .


Dinda begitu terkesima dengan apa yang diutarakan pangeran Dion.


Pangeran meminta Dinda untuk setia menunggunya.

__ADS_1


▪️


Trimusketir meninggalkan ruang tahanan sel ,kedua bapak itu terlihat tidak senang dengan Trimusketir dengan tersenyum sinis.


"Mending kalian membusuk di sel ini ,biar merasakan detik - detik kematian ucapan Trimusketir membuat emosi mereka .


Mereka mulai berteriak - teriak dan memukul sel besi itu.


"Teriaklah sekencang - kencangnya,tak akan ada yang masuk ke sini untuk menolongmu," ucap salah satu dari Trimusketir.


Trimusketir langsung menemui pangeran Dion,apakah mereka setelah ini akan menyusuri hutan yang mereka sebutkan 'Hutan sebelah timur' untuk mencari wanita itu.


Pangeran menyetujui ,semua perlengkapan untuk perjalanan sudah disiapkan oleh tabib Yosef ,mereka


diminta untuk mengisi botol persediaan air minum dan beberapa persediaan makanan .


Rencananya mereka akan jalan menjelang sore hari dan bermalam di hutan.


Begitu mulai sore hari mereka berempat jalan menyusuri hutan ,menurut peta arah timur akan di tempuh 2 jam perjalanan dengan mengendarai kuda .


"Apa ini tempat yang disebutkan oleh pak tua itu," tanya pangeran Dion.


Ternyata mereka kurang teliti kepergian mereka kali ini terhalang angin yang begitu kencang ,mereka mulai merasakan tetesan air hujan,tetapi mereka tetap berjalan supaqya cepat sampai dan rencananya mereka akan berkemah di situ.


Mereka sempat berteduh sebentar dan melanjutkan perjalanannya.


Udara dingin bekas hujan masih terasa menyelimuti hutan tersebut ,tapi tiba - tiba sebuah panah meleset di depan Trimusketir.


Trimusketir berusaha melindungi pangeran dan coba kabur dengan memecuti kudanya supaya berlari dengan lebih cepat.


"Pangeran ... pangeran terdengar Trimusketir berteriak - teriak " Kita


dikejar segerombolan penunggang kuda," ujar salah satu pengawal.


Pangeran dan Trimusketir melarikan diri ke lembah berjurang ,memang sudah tak ada lagi jalan mereka terdesak.


"Mereka ini siapa ,tanya pangeran ke Trimusketir,"Ini mungkin orangnya pak tua itu.


"Ini sudah tidak ada jalan lain ,kalian lihat kebelakang hanya ada jurang ," Kita harus melompat pangeran siapa tahu kita bisa selamat ,itu ide salah satu pengawal.


"Baiklah kita sekarang melompat bersama ,mereka saling berpandangan ,a ... a ... a ... a teriakan mereka memecah kesunyian ,mereka seakan lenyap ditelan kegelapan bersama kuda - kuda mereka dan tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Orang - orang yang ingin mencelakai pangeran atau hendak menghabisi pangeran dan pengawalnya bingung mencari mereka ke mana.


Mereka bersorak - sorak menyatakan pangeran mati ,karena setelah mereka menyelidiki tidak mungkin mereka bisa hidup dengan menjatuhkan diri ke jurang sedalam itu.

__ADS_1


Orang - orang pendukung pak tua itu berteriak kesenangan sambil berjalan pulang,mereka - mereka ini orang yang ingin menjatuhkan kerajaan dan menduduki kerajaan Linggar .


________---------__________


__ADS_2