
Setelah setengah jam perjalanan ,mereka sampai si toko mas tersebut.
Dini ,sebenarnya malu melihat mereka berpakaian seperti itu ,dengan baju seadanya di gudang ,tapi mau bagaimana lagi ,ini juga terpaksa mereka harus punya uang cash ,kalau ini benar emas ,ini bisa menolong mereka sekali.
Dini berharap ucapan mereka itu benar adanya.
Sesampai di toko emas Dini takut juga memperlihatkan koin - koin itu yang terlihat kuno tapi terlihat seperti emas ,takutnya ada yang menuduh mereka kalau itu barang curian.
Tapi Dini nekad mencobanya.
"Pak ,aku mau jual emas tapi berupa koin bisa tidak ?," tanya Dini.
"Oh coba saya lihat dulu barangnya ," ucap pelayan toko itu.
"Wah antik banget ini ,barang ini bernilai tinggi ,dari mana mbak dapat ini?
Dini menunjuk ke arah pangeran ,"Oh ok tapi kita tidak punya uang sebanyak itu untuk cash_nya paling ada beberapa juta saja sisanya saya transfer saja." ujar pelayan toko .
"Memang ini harganya berapa pak ?
Sebentar,orang itu sibuk menimbang koin tersebut beberapa kali.
"Ini lumayan harganya 10 juta
"Hah ... Dini melongo kaget ,jadi ini mas asli ya pak ," tanya Dini.
"Iya asli ," ucap pelayan toko mas.
"Ok boleh transfer aku saja sisanya ,Dini memberikan nomer account dan langsung nominal sisanya masuk.
"Ini 3 juta_nya ya mbak ,"ucap pelayan toko.
Dini masih belum percaya,uang cash yang di tangan dan ATM nya,Dini menggaruk pusing kepalanya,dan memandang pangeran Dion.
"Mereka ini benar dong ,enggak bohong?
"Kita bicara di rumah aja !,pangeran dan Trimusketir menurut saja,mereka bingung melihat Dini yang tak tersenyum,wajahnya begitu serius.
Sesampai Di rumah langsung Dini meminta mereka rapat.
"Rapat!
"Rapat itu apa toh? Tanya salah satu Trimusketir.
Dini menarik napas lagi,memandang mereka dengan tersenyum.
"Coba Aku mau tahu dulu ,kalian ini punya nama kan masing - masing ,"tanya Dini.
"Aku boyke,Bruce,Yul,dan ini pangeran Dion kita datang dari kerajaan Linggar," Boyke memberi penjelasan .
Dan kami disebut Trimusketir.
"Ok !
"Sekarang ceritakan bagaimana kalian bisa sampai di sini.
Bruce menceritakan bagaimana mereka di tipu oleh bapak tua yang ada di penjara,sampai mereka menyerang mau menghabisi kita ,sehingga kita semua terjun ke jurang.
"Kami pikir kami sudah mati," ujar Yul.
__ADS_1
"Setelah kami sampai di sini ,kami bertemu dirimu ? Wajah dirimu mirip Putri ,istri pangeran yang terbunuh ,"ujar Yul.
"Oh begitu ceritanya!
"Dan kalian pikir aku hantu ,karena melihat aku berwajah sama dengan istrimu yang sudah tiada," tanya Dini.
"Betul sekali ," ucap pangeran.
"Sekarang kalian keluar dari mana? ," tanya Dini .
Mereka menunjuk serentak ke belakang rumah Dini.
"Ok ... ok
"hari ini kita sudah berhasil menjual koin ini,kita rencananya mau ke ibu seram itu, yang mungkin bisa menolong kalian itu ,tapi aku tidak tahu apa dia bohong atau tidak ,apa karena ingin uang semata ,aku juga tidak tahu .
"Setuju atau tidak? ," tanya Dini.
"Setuju ! Spontan Trimusketir berdiri.
Hari ini uang ada 10 juta dari hasil penjualan emas kalian.
"Kita ke rumah orang itu besok saja ya ?," ucap Dini.
"Ok ," jawab pangeran.
Malamnya mereka sulit memejamkan matanya,Dini berharap semoga ada petunjuk untuk menolong mereka.
Pagi harinya Dini sibuk bikin kopi ,Dini heran tukang jamu kok enggak datang ya ,apa karena sakit ?soalnya terakhir kelihatannya kurang sehat juga,sambil membuka hordeng Dini terbengong melihat 4 orang itu sedang berlari keliling rumahnya dengan bertelanjang dada .
Dini yang jarang melihat pemandangan seperti itu ,jadi penasaran ingin mengintip .
"Eh kenapa aku jadi kepingin liat terus!
" Ih ... sudah ach sambil menutup kembali hordengnya.
Dini dengan cepat menghabiskan sarapannya dan bergegas mandi juga berganti pakaian karena hari ini rencananya akan ke rumah dukun seram itu.
Satu jam kemudian ,Dini melihat ke luar dan mereka sepertinya sudah siap untuk berangkat pergi.
"Nih !,Dini melempar kantong pelastik ... yang berisi beberapa roti untuk mereka sarapan dulu. Dini teringat tadi melihat pangeran Dion olah raga ,langsung merah pipinya .
Pangeran Dion yang melihat Dini merona pipinya bingung .
" Kenapa?," tanya pangeran Dion.
Dini hanya menggeleng dan menutupi pipinya yang merona merah.
Mereka dengan cepat menghabiskan sarapan mereka itu.
"Ayo ,"ajak Dini .
Trimusketir membawa pisau terselip di pinggangnya,hanya untuk berjaga - jaga saja.
Trimusketir dengan postur tubuh tinggi , tegap ,berisi sempurna di mata wanita yang melihatnya.
Mereka berjalan kaki saja ,sampailah mereka ke rumah ibu dukun itu.
__ADS_1
Trimusketir melewati kebun yang sangat tidak terawat ,membuat bulu kuduk Dini berdiri,mereka melihat pintu yang sudah setengah terbuka dan usang di dalam rumah itu penuh sarang laba - laba.
Dini memberanikan diri masuk terlebih dahulu ,mereka harus membersihkan sarang laba - labanya baru bisa melihat ke dalam ruangan itu dengan jelas.
Terdengar suara tertawa yang begitu nyaring,dan seekor kelelawar terbang di atas kepala Dini.
Dini ketakutan dan berjongkok di bawah ,pangeran langsung melindungi Dini.
"Ayo !," ucap Pangeran.
Terlihat ibu setengah tua itu duduk di sudut rumah ,dengan kartu di depan mejanya.
"Akhirnya kau datang juga wanita muda?
"Duduk! ... ,ibu dukun itu mempersilahkan Dini untuk duduk.
Ibu dukun itu mengangkat kelentingan terbuat dari besi kuno dan mulai membunyikan alat itu sambil memejamkan matanya.
"Kau kedatangan orang - orang dari masa lalu ,suara yang makin tinggi ,mereka terjebak di dunia baru ini.
"Bu! Tolong mereka !apa mereka bisa pulang ke asalnya ," tanya Dini?
Trimusketir langsung menyodorkan pisau di leher ibu tua itu.
"Katakan bagaimana kita bisa kembali," ujar Bruce.
Ibu tua itu tersentak kaget ,tidak siap dengan reaksi Trimusketir.
"Kau harus membayarku! teriak ibu tua itu.
"Baiklah ! Berapa?," tanya Bruce.
Ibu tua itu memperlihatkan 2 jarinya ," Dua juta," ucapnya.
"Baiklah," ucap Bruce.
2 juta sudah di letakkan di atas meja oleh Dini.
Pisau masih tertancap di leher ibu dukun itu." Sekarang apa yang harus kita lakukan,awas kalau kau berbohong tak segan - segan kami datang ke sini untuk mencarimu.
Dini akhirnya menyuruh Bruce untuk melepaskan ibu tua itu dari ancaman pisau tajam Bruce.
Bruce melangkah mundur.
"Aku hanya bisa memberi saran kalian untuk bersabar harus melewati 150 hari dan saat terang bulan dan pakaian kerajaan kalian jangan sampai hilang ,gunakan itu untuk masuk kepusaran waktu itu," ungkap ibu tua itu.
"150 hari! ...serentak berseru Trimusketir dan pangeran saling berpandangan.
"Awas kalau itu tidak benar ,aku tebas lehermu ," ucap Boyke.
"Ha ... Ha ... Ha ... silakan kalian percaya atau tidak ,wanita tua itu berdiri dari kursinya.
Dan memainkan kelentingan itu lagi dan tiba - tiba terasa ada angin yang kencang mendorong Dini dan Trimusketir juga pangeran ,Dini sampai jatuh tersungkur kebelakang.
Dan ibu tua itu_pun menghilang.
Membuat mereka ketakutan ,cepat - cepat keluar dari tempat itu.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_------ \_\_\_\_\_\_\_\_
__ADS_1
pembaca setiaku yang minta up ,semoga bab ini sedikit menghibur dan terus lanjut baca ceritaku ,dengan membaca ceritaku berarti kalian mendukung aku slalu.Terima kasih salam sayang selalu⚘️