
Beberapa hari kota itu seperti kota mati peraturan yang keluar oleh seorang pangeran haruslah ditaati,semua rakyat merasa berduka dan juga sulit untuk sekedar ambil air atau kerja mencari makan,rakyat kesal dan mengumpat siapa ini yang berani membunuh sang putri.
Mereka diam - dian membicarakan tentang putri cantik yang meninggal secara tragis itu.
▪️
Di kediaman ratu,Ibunda pangeran Dion tampak sibuk menyiapkan 3 hari_nya sang Putri ,tersedia beberapa macam kue - kue tradisional untuk orang - orang yang datang berbelasungkawa.
Pangeran Dion tak terlihat sama sekali,masih mengurung diri di kamar.
Pangeran terpukul batinnya atas kejadian ini.
Banyak makanan yang di taruh di kamar pangeran tapi tak satupun yang
disentuhnya.
Ibunda Ratu sudah mulai kuatir dengan kondisi kesehatan sang pangeran
Sudah satu minggu berlalu ibunda ratu sudah mulai memikirkan bagaimana kalau
dicarikan calon istri yang baru.
Ibu ratu diam - diam coba mencari dan menyeleksi wanita - wanita ada sekitar 30 wanita cantik berjejer dan ada satu dayang yang bertugas memeriksa tubuh gadis tersebut,harus yang masih perawan dan tidak boleh ada luka atau cacat di tubuhnya.
Itu syarat mutlak menjadi
seorang putri,berita pemilihan putri itu sampai ke pelosok - pelosok banyak ibu - ibu yang menyiapkan putrinya untuk mengikuti test untuk pemilihan putri kerajaan.
Tak mudah untuk berperan sebagai putri kerajaan ,setelah terpilihpun mereka harus mengikuti test tahap ke 2.
Ada seorang gadis bernama Dinda sangat cantik ,hanya Dinda berasal dari keluarga tidak mampu tinggalnya di hutan.
"Din ... Ayo kamu harus ikut test ," ujar ibunya.
Ini perintah kerajaan ,semua wanita yang sudah cukup umurnya harus ikut test ," ujar ibunya.
Dinda tak perdulikan ocehan ibunya ,Dinda banyak mendengar kabar tidak sedap hidup di kerajaan dan takut juga kalau akan dibunuh akhirnya,seperti nasib sang putri cantik itu.
Dinda lebih suka mengurus ternaknya ketimbang untuk dandan dan bersolek.
Sore itu Dinda sedang beresin tanaman.
Tiba - tiba dua orang pengawal sudah berdiri di hadapannya.
Posisi Dinda yang sedang berjongkok mengurusi tanaman kaget melihat kaki berjejer di depan matanya dan begitu Dinda menengadah Dinda kaget liat dua orang dayang dan pengawal juga tak seberapa jauh terlihat ibu Ratu berdiri
didekat rumahnya.
"Ayo ikut! Perintah ke dua dayang itu.
Sedangkan Dinda tangannya penuh dengan tanah kotor sekali.
__ADS_1
Tangan Dinda digeret dan tak bisa menolak ,Dinda panik.!
"Mau dibawa ke mana aku ini," ? Ujar Dinda.
Ibu hanya bisa memandang dari depan rumah saja.
Apalah daya seorang ibu untuk segala urusan kerajaan .
Sebagai rakyat harus mengikuti ,ibu hanya bisa terdiam memandang anaknya dibawa ibu Ratu.
"Semoga anakku baik - baik saja ," ujar sang ibu dengan terduduk lemas di teras rumahnya.
Sesampainya di kerajaan langsung Dinda dibawa dayang - dayang ke suatu ruangan ,tangannya yang penuh kotoran dibasuhnya oleh dayang - dayang tersebut.
Setelah itu datanglah ibu Ratu memeriksa Dinda terlebih dahulu ,badan Dinda di putar - putar dan harus dilepas bajunya.
"Cepat lepas bajumu! Yang kotor,nanti ganti dengan yang bersih ya?," ucap bu Ratu.
"Aku malu bu?dengan setengah memaksa dayang itu coba melucuti baju kotor Dinda.
Dinda tak kuasa menolak perintah bu Ratu itu.
Dinda terpaksa menuruti perintahnya.
Bu Ratu tak berkedip memandang Dinda,bu Ratu memberi kode kepada dayang - dayang untuk segera memandikan Dinda.
Dengan kondisi tanpa busana sehelaipun Dinda dibawa peturasan dan di kamar kecil itu sudah tersedia bak air hangat yang penuh dengan bunga mawar.
Dinda terpesona sejenak ,pemandangan yang indah sekali hanya untuk sebuah kamar mandi.
"Bak dari batu itu bagus sekali," ucap Dinda lupa bahwa badannya polos tanpa selembar bajupun.
"Wah ... Keren banget tempat ini,Dinda hendak maju melihat tempat itu,tapi tangannya sudah ditahan dayang - dayang untuk segera masuk ke dalam bak batu yang berukuran cukup besar itu.
Dari hasil test kecantikan ternyata Dinda lolos dari sekian banyak calon putri raja ,tapi Dinda belum paham kalau dirinya lolos,Dinda pikir itu biasa seperti yang lain akan dimandikan di ruangan ini juga.
Di istana kerajaan tidak memperbolehkan Dinda untuk jalan - jalan keluar,ini betul - betul membosankan untuk diri Dinda yang biasanya bebas melakukan apa saja.
Dan harus dijaga tubuhnya tidak boleh tergores sedikitpun ,itu syarat mutlak seorang calon putri kerajaan,dan apabila sudah waktunya akan di pertemukan dengan sang pangeran.
Tapi dasar Dinda agak nakal ,Dinda berhasil mencuri baju salah satu dayang dan berusaha menyelusup ke luar .Dinda penasaran dengan lingkungan sekitar kerajaan itu.
Dengan menggunakan cadar dan baju dayang Dinda dengan mudah berjalan ke sana ke mari tanpa menimbulkan curiga pengawal itu.
Dinda menyapa beberapa pengawal dengan menganggukkan kepalanya.
"Oh betapa luasnya ini istana ," ucap Dinda sambil melihat ke atas istana.
Tanpa sadar ada yang memperhatikannya seorang pegawai istana.
"Oh ,... sambil sedikit membungkuk memberi salam ibu setengah baya itu hati - hati ! Jangan coba - coba masuk ke situ sambil menunjuk ruangan yang di kunci pintunya," ucap ibu itu.
__ADS_1
"Oh , ... ruangan apa itu bu?
"Ruangan kesukaan pangeran ,suka main ke situ .
Nanti kalau kamu masuk ke situ ,kamu bakak di kurung ," ujar ibu itu.
" Oh ... Dinda mengangguk tanda mengerti.
Tapi karena Dinda tidak peduli dengan dia terpilih atau tidaknya menjadi seorang ratu ,Dinda masa bodoh dengan itu semua,semakin tertantang untuk masuk keruangan itu.
Dengan penasarannya Dinda menunggu seseorang membukanya ,dan mungkin bisa mengintip ke dalamnya sedikit, itu harapan Dinda.
Dinda masih bersembunyi di balik tiang besar,Dinda termasuk beruntung bahwa seorang pelayan membawa masuk sebuah tanaman ,Dinda menyelusup ikut di belakangnya Dinda bersembunyi di belakang meja ,orang itupun hanya menaruh tanaman dan berlalu.
Setelah pelayan itu pergi ,Dinda keluar dari persembunyiannya.
"pantas pangeran suka ke sini," ucap Dinda.
Tidak jauh dari situ terdapat kursi yang bisa memandang keseluruhan Dinda coba duduk di situ dan menikmati ruangan itu.
Pandangan Dinda tertarik dengan sebuah pot terbuat dari kayu.
Dinda mencoba melihatnya dan meneliti ternyata di belakang pot tersebut terdapat lubang yang tidak ditutup ada sebuah foto berwarna hitam putih,jelas terlihat bayi dan kalung dengan tulisan kembaran pangeran.
"Hah apa maksudnya?
Ternyata pangeran kembar??
Dinda semakin bingung ,tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka.
Dinda buru - buru memasukkan foto itu kembali ke dalam pot ,dan Dinda bersembunyi di balik meja.
Dinda gemetar ketakutan ,seorang laki - laki yang tercium wangi sekali melewati Dinda ,karena begitu wangi membuat Dinda tidak bisa menahan untuk tidak bersin ,Dinda agak alergi dengan wangi yang terlalu menyengat .
"Hatchi ... Chi ... Chi
Tanpa menunggu lama tiba - tiba sebuah pedang panjang sudah menekan leher Dinda ,sehingga Dinda tersudut ke tembok.
"Siapa kamu berani masuk ke area aku?
" A ... a ... a..ku ... Yang ikut tes calon putri ,balas Dinda.
"Oh ! ... pangeran Dion terperangah sambil mendengarkan.
"Memang ada test calon putri?
"A..ada ... dan kamu siapa tanya Dinda.?
\_\_\_\_\_-------\_\_\_\_\_\_
Bersambung ,
__ADS_1
Hai semua yang suka dengan cerita baruku ini ,dukung aku dengan memberikan like,koment,gift dan subsc biar tidak ketinggalan dengan bab berikutnya.Dukungan kalian sangat berarti .Terima kasih salam dr Tina yusuf.