
Pangeran merenggangkan pedangnya membatalkan niatnya membunuh Dinda.
"Aku? ... Aku?? ...
"Ya ... Kamu ? Tanya Dinda.
"Aku saudara sepupu pangeran ," balas pangeran berbohong.
Dinda meraba lehernya yang terasa sakit dan memerah.
" Hemm ..
"Aku Dinda," ujar Dinda sambil menyodorkan tangannya,pangeran ragu menyalaminya.
Pangeran masih penasaran dengan wajah Dinda lantaran tertutup masker dan cadar.
"Kalau kamu membuka cadar kamu dan maskernya,aku akan membebaskanmu keluar dari tempat ini,dan anggap kita tidak pernah bertemu.
Akhirnya Dinda menyetujui untuk membukanya,pangeran terpesona melihat wajah Dinda.
Pangeran mempersilahkan Dinda untuk pergi keluar.
"Jangan masuk sini lagi ya," ucap pangeran Dion sambil tersenyum memandang kepergian Dinda.
Hari ini Dinda mengetahui rahasia besar yang belum tentu semua orang tahu,Dinda sadar itu harus di rahasiakan bahwa sang pangeran itu kembar,tapi di mana kembarannya itu?
Dinda cepat - cepat pulang ke kamarnya menyimpan baju dayang juga cadarnya yang dia ambil,mungkin suatu hari Dinda membutuhkannya lagi dalam penyamarannya.
Dinda diam di kamarnya merenungi apa yang dia tahu peristiwa yang membuat Dinda kaget dan lehernya terasa sakit walau tidak terluka.
Rahasia yang sangat besar kalau sang pangeran ternyata ada kembarannya,tapi ke mana kembarannya itu?Bagaimana kalau kembarannya mati terbunuh?
Dinda masih ingat betul foto ke 2 bayi laki itu.
Di belakang foto itu tertulis pangeran," ya aku tidak salah lihat,dan ada kalung yang sama di leher mereka dan salah satu bayi ada tanda lahir di kakinya.
Dinda berusaha untuk memejamkan matanya tapi pikirannya terus ke mana - mana.
Dan tanaman - tanaman langka yang ada di situ membuat Dinda ingin memilikinya.
Besok Dinda akan menerima statusnya lulus atau tidak untuk tes putri kerajaan,dan akan diperkenalkan oleh sang pangeran,usia Dinda memang sudah cukup untuk menikah dan tidak pernah pikir untuk tinggal di istana dan dilamar seorang pangeran.
Dinda sudah hampir satu minggu tinggal di istana, Dinda sebenarnya kangen ingin ketemu ibunya,tetapi peraturan istana sangat ketat susah untuk keluar istana.
Pagi - pagi Dinda berjalan ke luar kamar dan ada beberapa dayang yang menjaganya.
"Eh ... boleh tidak aku mau menengok ibuku kepada para dayang - dayang?
" Sepertinya belum bisa ," ucap si dayang.
Hari semakin siang terdengar suara ribut - ribut di koridor ternyata beberapa calon putri raja itu sedang dikumpulkan ,pintu kamar Dinda tiba - tiba terbuka.
"Putri Dinda ,kami hendak merias putri sekarang segeralah mandi ," ucap ke dua dayang itu.
Dinda panik bagaimana ini bekas merah di lehernya kemarin.
"Mana bajunya?
"Aku dandan sendiri?
__ADS_1
Dengan segera merebut baju itu dari tangan dayang dan buru - buru berlari ke kamar mandi.
Kedua dayang itu saling berpandangan bingung?.
Begitu selesai keluar dari kamar mandi Dinda berhasil menutupi lehernya dengan sebuah selendang.
Ke dua pengawal bingung lagi ,"Mustinya selendang itu untuk di pinggang ," ujar si dayang.
"Oh ini model baru,kalian ketinggalan model," ujar Dinda.
"Model? ... Masih bingung mendengar penjelasan dari Dinda.
Akhirnya Dinda selesai berias sendiri,dayang - dayang itu hanya geleng - geleng kepala.
"Ayo ! ,Dinda mengajak kedua dayang masih tampak kebingungan melihat tingkah Dinda.
Dinda dari awal sudah tidak tertarik dengan kerajaan sehingga Dinda biarkan dirinya dandan seperti biasa saja ,ingin tampil apa adanya,walau ini akan terlihat aneh di mata pangeran,tidak apalah Dinda tidak peduli.
Selesai Dinda berdandan dibawa ke suatu ruangan.
Ternyata di sana banyak wanita - wanita cantik dengan dandanan putri kerajaan.
Pintu tengah terbuka masuklah ibu ratu ,semua wanita cantik yang sudah lulus seleksi berdiri berjajar memberi salam.
"Selamat siang semua hari ini kita kumpul di sini untuk menentukan siapa yang terpilih,pasti hanya satu yang akan mendampingi pangeran," ujar ibu Ratu.
"Bagi yang tidak terpilih bisa tetap tinggal di istana bila mau ," ucap ibu ratu.
Tiba - tiba seorang memasuki ruangan tercium bau harum khasnya ,tiba - tiba Dinda yang memang alergi wangi seperti itu langsung bersin - bersin.
"Hachi .. haucih ..
"Hah ..
Dinda kaget sambil menutup .
mulutnya bahwa yang di hadapannya seorang pangeran,dan pangeran_pun kaget.
Pangeran pura - pura melewati Dinda dan melihat ke wanita lain.
Takut ibu ratu curiga dan menanyakan.
"Dion! ... kamu pilih salah satu yang paling kamu suka dan cocok untuk menjadi istrimu ," ujar ibu Ratu.
Satu persatu wanita cantik itu memperkenalkan dirinya,tapi pangeran Dion tidak bergeming sama sekali.
Terakhir Dinda memperkenalkan diri,wanita - wanita itu mundur kebelakang memberi kesempatan pangeran untuk mendekat ke arah Dinda.
"Siapa nama kamu?
"Dinda" ... dengan suara pelan sekali,nama yang indah," ucap pangeran.
"Paling juga pura - pura nih masa sih pangeran suka denganku," ucap Dinda dalam hati.
"Din ... suara lembut pangeran di telinga ,mau tidak menemani aku jalan - jalan di taman sekarang.
Hanya anggukan yang Dinda bisa isyaratkan.
Ratu tersenyum melihat pilihan itu,Ratu sudah memperkirakan Dinda yang akan terpilih.
__ADS_1
Mereka berjalan di pinggiran kolam besar.
"Wah indah sekali malam ini," ujar sang pangeran,mengajak Dinda makan di dekat kolam itu terdapat tempat kecil untuk duduk - duduk santai.
"Oh ya ," balas Dinda.
Pangeran memesan makanan tersebut ke dayang yang tidak seberapa jauh dari mereka,dayang itu mengangguk dan cepat berlalu.
Tak seberapa lama datanglah hidangan beraneka macam.
Pangeran Dion mempersilahkan Dinda untuk mencicipi makanannya.
Pangeran Dion terus memandangi Dinda ,membuat wajah Dinda memerah.
Pangeran coba menyuapi Dinda ,kembali Dinda tersipu - sipu.
Pangeran melihat selendang yang menutupi leher Dinda.
"Oh itu kenapa?
"He ! ... gara - gara itu.
Langsung pangeran meminta dayang untuk memanggil tabib Yosef datang.
"Tapi! ... Pangeran langsung menyetop pembicaraan Dinda dengan mencium Dinda.
Dinda betul - betul shock tidak menduga akan mendapatkan kecupan dari pangeran dan sekaligus first kiss Dinda.
"Hem ... Hem ... Terdengar suara pak Yosef sudah berdiri di depan mereka.
"Permisi pangeran siapa yang sakit
"Pangeran membutuhkan saya?
Pangeran langsung membuka leher Dinda.
Tabib Yosef kaget,takut tabib Yosef bersuara kencang - kencang pangeran langsung tutup mulut tabib Yosef supaya tidak memberi tahu ibunda Ratu.
Tabib Yosef hampir terpeleset ditutup mulutnya supaya tak bersuara.
Tabib Yosef langsung mengerti dan mengobati Dinda tampa banyak tanya,setelah mengobati Dinda tabib Yosef_pun berlalu membiarkan mereka menikmati malam .
Malam itu Dinda coba menjauh sedikit dari pangeran dengan berjalan di pinggiran kolam ,Dinda kaget lagi tiba - tiba pangeran memeluknya dari belakang.
"Hachi ... hachi ...
Dinda mengucek hidungnya yang tidak kuat bau wangi - wangian ikut tertawa.
Pangeran melepas jubah wanginya itu dan memanggil dayang untuk menyimpannya.
Pangeran menggandeng tangan Dinda mereka terus berpegangan sepanjang danau itu.
Perasaan Dinda semakin tak menentu,maklum Dinda belum pernah punya pacar itulah ciuman pertama Dinda.
Semakin pangeran mendekat semakin kencang jantung Dinda berdebar .
---------________----------
Bersambung
__ADS_1