
Mereka lari ketakutan dari rumah angker itu,rumah yang tak pernah dibersihkan dengan bau yang menyengat dan begitu banyak sarang laba - labanya.
Walaupun punya kepintaran bela diri tetap saja lari bila melihat ibu seram itu.
Dini sampai hampir tersandung akar pohon untung sempat ditangkap oleh pangeran.
Dini jadi salah tingkah ditolong sang pangeran.
Malamnya mereka duduk - duduk santai di teras ,"Wah luar biasa lampu - lampu di sini ,tempat kita mana ada ini ,cuma ada obor saja di taman ," ujar Yul.
Mereka tertawa bersama.
Pangeran menghampiri kuda di belakang dan mengelusnya.
Dini ikut menghampiri pangeran karena ingin melihat juga kuda cantik itu yang berwarna putih .
"Kudanya jinak ya? ,"tanya Dini
"Ya pegang saja ," ucap pangeran Dion.
Pangeran memberi makan kudanya.
Dini ikut mengelus kuda itu.
Aku ingin tahu ,apabila pangeran sudah sampai ke 150 hari ,apa pangeran akan pergi dan tidak kembali ke sini?
"Mungkin ! Jawab pangeran Dion.
"Kau mau naik kuda denganku?," tanya pangeran Dion mengalihkan pembicaraan .
"Mau! ," jawab Dini.
Pangeran menolong Dini untuk naik duluan ke atas kuda putih itu ,setelah itu baru pangeran Dion naik di belakangnya.
Mereka berkeliling di halaman belakang ,halaman di belakang rumah cukup luas ,mereka berbicara cukup dekat ,pangeran yang mengendalikan tali kuda itu,Dini merasa nyaman bersama sang pangeran.
Pipinya terasa mulai panas dan memerah kembali.
Apa kamu baik - baik saja? ," tanya pangeran Dion.
"Ya ! Dini kesal dengar pertanyaan konyol pangeran .
Sebenarnya kikuk karena belum pernah berdekatan dengan cowok.
Udara malam yang dingin mereka melihat cahaya ke langit ,pemandangan yang indah terlihat dari tempat kediaman Dini.
Malam itu mereka berdua habiskan melihat pemandangan langit di belakang rumah.
▪️
Pagi harinya Dini harus mengirim berkas ke suatu tempat ,karena kasian melihat Trimusketir dan pangeran Dion di rumah saja ,Dini mengajak mereka jalan - jalan.
Dini menyewa mobil ,mereka parkir di suatu kantor ,mereka di suruh tunggu di mobil karena Dini mau mengantar surat ke lantai 2.
Pangeran Dion keluar mobil melihat - lihat sekelilingnya banyak tenda - tenda kecil di sisi pagar kantor tersebut.
Dion dan Trimusketir masuk melihat.
Ternyata tukang jual makanan ,perut mereka juga sudah mulai berbunyi lagi.
"Mau makan pak ,"tanya penjual makanan .
__ADS_1
ibu penjual makanan menyebutkan beberapa menu lauknya tapi mereka tidak mengerti. Mereka berbicara pakai bahasa mereka, Ibu tukang jualan bingung ,sehingga semua lauk di taruh di piring mereka masih - masing ,sepertinya ibu ini menjual nasi uduk.
Trimusketir juga pangeran begitu lahapnya,setelah selesai makan mereka melihat alat hitung seperti kalkulator yang tergeletak di meja. ,mereka memainkannya dan pangeran berjalan keluar saja sambil memainkan kalkulator itu .
"Hei ,kembalikan kalkulatornya ," panggil ibu penjual nasi uduk.
Maklum mereka belum pernah melihat kalkulator sehingga mereka kejar kejaran .
"Hei ,saya mau hitung dulu jangan
diambil," seru ibu penjual nasi uduk.
Dini yang baru keluar dari kantor bingung melihat mereka tidak ada ,tapi ada keributan orang - orang pada melihat ke arah itu.
"Ada apa ya ?," seru Dini.
Dini melihat dari kejauhan seorang ibu yang kejar - kejaran dengan Trimusketir dan pangeran.
"Ampun deh! Sudah aku bilang tunggu
dimobil malah cari masalah ," ujar Dini.
Dini panik karena ada Satpol PP yang tiba - tiba datang ke tempat itu .
Dan ibu yang mengejar pangeran dan Trimusketir begitu melihat Satpol PP lansung berhenti mengejar mereka malah balik ke tendanya dan buru - buru membereskan barang dagangannya.
Satpol PP itu menanyakan identitasnya tapi mereka tidak punya mereka terpaksa dibawa ,Dini terlambat mengejar mereka.
"Aduh bagaimana ini ?
"Mereka tahu enggak namaku ,"ujar Dini sambil memegang kepalanya yang terasa mulai pusing.
"Semoga masih ketemu !,mereka tak boleh hilang,mereka harus bisa balik ke asalnya," ucap Dini sambil nyetir mobil tancap gas menguber mereka .
Pangeran dan Trimusketir dibawa masuk ke kantor polisi ,mereka diminta KTP_nya ,mereka enggak punya.
Mereka dicatat namanya ,dan Trimusketir bilang kalau mereka dari kerajaan Linggar.
Polisi tidak percaya ,polisi itu mencari data tentang kerajaan linggar di komputernya itu sudah 100 thn yang lalu.
Buktinya mana kalau kalian orang kerajaan Linggar," tanya pak polisi.
"Nih ! ... koin emas yang ada di kantong pangeran di kasihnya ke pak polisi.
Polisi meneliti koin emas tersebut .
Polisi terpaksa menahan mereka di sel sampai ada yang mengaku sanak saudaranya.
Trimusketir di sel menyembah dan minta maaf terus dengan pangeran Dion.
Polisi itu berpikir pada gila nih orang ,kok temannya di sembah begitu.
Polisi itu memegang lagi koin itu meneliti kembali ,ini benar emas sepertinya? Dan memandang mereka berempat dengan alisnya yang tebal .
Pentungan besar di ambilnya dan memukul tiang besi itu ,menyuruh mereka untuk diam.
"Woi berisik amat sih ! Polisi itu merasa terganggu karena melihat mereka bicara dalam bahasa yang aneh.
Dini berlari masuk ke kantor polisi ,dengan terengah - engah datang.
Trimusketir yang melihat Dini datang langsung memberitahukan pangeran yang sedang duduk bersedih.
__ADS_1
Pangeran Dion bangun dan memegang jeruji besi penjara tersenyum bahagia melihat Dini datang.
Yul tepuk tangan ,dan bruce tertawa senang ,akhirnya ada yang menolongnya.
Sore pak ,aku saudaranya mereka ,
Apa mereka bisa bebas pak," ujar Dini.
"Bisa ... bisa dengan kumisnya yang tebal itu.
"Asal kamu tanda tangan di sini bertanggung jawab apabila mereka buat kesalahan ,dan tulis alamat kamu juga.
"Baik pak ,saya bersedia ," jawab Dini.
Dini buru - buru menanda tangani surat perjanjian.
Dan Dini bersyukur pangeran dan pengawalnya bisa keluar dari kantor polisi.
Bruce tak mau diam dengan cekatan mengambil kembali koin tersebut yang tergeletak di meja polisi.
Dengan rasa percaya diri mereka keluar dari kantor polisi.
Polisi itu hanya menarik napas panjang.
Begitu sampai di dalam mobil,Dini kesal "kalian itu bagaimana sih,sudah di suruh tunggu dimobil kenapa malah keluyuran .
"Kalian diuber ibu tadi kenapa?," tanya Dini.
"Ini ! sambil mengeluarkan kalkulator dari saku pangeran.
"Ya ampun hanya karena ini ,kalian tahu enggak kalian bisa di penjara 5 tahun hanya gara - gara kalkulator,apa kalian enggak mau pulang," ucap Dini dengan nada marah dan kesal.
Trimusketir tertunduk sedih ,begitu juga pangeran Dion.
"Sekarang pulang!
Jangan bikin masalah lagi! mengerti enggak!," ujar Dini.
"Ok! jawab Yul.
Dini menyalakan mobilnya dan menuju arah pulang.
Begitu sampai rumah Dini keluar duluan dari mobil.
Pangeran dan Trimusketir menyusul.
Di depan pintu masuk Dini berbalik badan dan terlihat masih marah.
"Sekarang kalian tidur... r ...r! Bentak Dini.
Sambil membanting pintu.
Trimusketir dan pangeran kaget dengar Dini membanting pintunya.
Mereka jalan ke gudang belakang
untuk beristirahat dengan raut wajah sedih .
\_\_\_\_\_\_\_-------\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Bersambung
__ADS_1