keluarga pangeran D4

keluarga pangeran D4
Bab 9 Dini kerepotan


__ADS_3

Pedang tersebut tertancapkan di tanah oleh pangeran Dion.


Trimusketir_pun ikut jongkok di belakang pangeran.


"Eh siapa yang sudah mati? Aku masih hidup bukan hantu dari hongkong ," ujar Dini asal jawab saja sambil cengar - cengir.


"Duh makin jauh aja nih otaknya ," ujar Dini.


Tiba - tiba bunyi terdengar bunyi aneh ... Ciuttt ...,ternyata perut mereka berbunyi ,mereka saling berpandangan," lapar sambil pegang perutnya.


Pangeran langsung menghampiri Dini dengan pedangnya."Kalau kau tidak mau mengembalikan kami ,kami minta makan!


" Ah ... Sudah - sudah enggak usah galak - galak aku buatkan makanan,walau tangan Dini terlihat masih tergetar ketakutan ,sambil menepis pedang pangeran di hadapannya.


▪️


Dini membuatkan mereka telur dadar saja ,yang praktis dan mudah ,Dini bisa kerjakan .Mereka menikmati telur dadar itu dengan rasa tercengang.


Sampai sore pangeran dan Trimusketir masih berada di belakang rumah Dini.


Pengawal 1,sibuk memberi makan kuda.


Kuda itu dielus - elus dengan bahasa yang kurang di mengerti.


Mereka bertanya ' di mana ini.


Dini mengintip dari dalam rumah .


"Aduh ini bagaimana ya?


"Apa sih maunya mereka?


"Kenapa tidak pergi saja dari sini?Dini mundar - mandir di dalam rumah,sambil berpikir mau diapakan orang - orang ini.


Dini kesal dengar ocehan mereka Dini keluar sambil bawa roti buat mereka pasti mereka lapar,Dini tidak tega walau masih berdebat terus dengan mereka.


"Yang mulia akan meninggalkan tempat ini ...," Seru Trimusketir dalam posisi siap dengan pedangnya.


Dini hanya bisa terbengong melihat tingkah aneh mereka.


"Sebenarnya kalian itu dari planet mana sih?"


Sambil masih memegang nampan berisi Roti.


"Apa aku harus mengantar kalian pulang juga ," ujar Dini.


"Ya sudah ini makan malam kalian,kalian tidur di luar ya aku tak terbiasa ada laki - laki di dalam rumah," ungkap Dini.


Dini membawakan beberapa bantal dan selimut .


Dini masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya dari dalam,seakan tidak peduli dengan kehadiran mereka,dan tentunya masih ada perasaan takut dan juga sudah merasa lelah dari kedatangan mereka.


"Hari ini aku izinkan kalian tinggal tapi besok kalian harus keluar dari rumahku," ujar Dini sambil banting pintu kesal setelah menaruh makanan.

__ADS_1


Mereka malam ini terpaksa tidur di luar,mereka seperti sedang rapat team basket aja," ujar Dini dalam hati.


"Ini tempat yang aneh pangeran ,dan sangat berbahaya,apa tidak sebaiknya kita kembali ke istana saja,ya ... Sebelum kita diuber - uber orang berkuda itu kita kan masih di gunung " Apa kita ini pingsan dan dibawa kemari oleh mereka ," ujar pengawal 1


Dini tidak mau keluar dari rumah kesal.


Terdengar pangeran Dion berteriak - teriak dari luar " Hei putri,dengarkan ya ... kembalikan kami ke istana sekarang juga ,dan aku akan memaafkanmu.


" Eh dengar ya,yang bawa kalian ke sini siapa?


" Bukan aku,mungkin genderuwo ... Ih serem," ujar Dini.


"Genderuwo itu siapa ?," tanya pengawal 2


"Genderuwo itu makanan ,Dini jawab asal saja saking kesalnya.


Genderuwo aja enggak tahu,"ujar Dini.


" Ini pada sewa kostum di mana bikin orang kaget aja ?," Ucap Dini.


Pangeran dan pengawal serentak menjawab ," Ha ha ha ... Sewa kostum sambil tertawa terbahak - bahak.


"Ini memang pakaian kami sehari - hari," jawab Trimusketir.


▪️


Menjelang pagi harinya ,Dini sedikit lupa tentang ke 4 orang yang di suruh tidur di luar semalaman,dengan santai Dini bikin kopi dan makan biskuit di meja makan dengan matanya yang masih setengah merem,setelah minum setengah gelas kopi ,Dini tersentak kaget,baru teringat tentang ke 4 orang tersebut.


"Aduh itu orang bagaimana ya apa sudah pulang?,"ujar Dini sambil mengintip dari dalam.


Dini menawarkan kopi kepada mereka .


Mereka suka sekali kopi yang


disuguhkan Dini,dihabiskan sampai tuntas.


"Waduh ,bersih nih ," ujar Dini.


Tiba - tiba salah satu pengawal buang gas dan semua kebauan ingin ke belakang bingung lari - lari di belakang rumah Dini sambil memegang belakangnya.


Akhirnya pengawal itu buang hajat di hutan,semua tertawa.


Dini mendatangi kuda besar di belakang rumahnya.


Dini belum pernah melihat kuda sebesar itu,Dini coba foto dengan kuda tersebut.


Tapi begitu dengar bunyi klik di handphone ,langsung pedang terhunus di leher Dini dan handphone Dini diambil sama pangeran Dion dan si ketuk - ketuk di tangan dan mau digigit.


Langsung Dini berteriak mengambilnya.


"Eh ini untuk ambil foto bukan untuk di makan .


Lagian ini pedang ngapain ?sambil

__ADS_1


digeser pelan - pelan.


"Ini buat foto coba sini semua," ucap Dini.


Akhirnya Dini bisa berfoto dengan mereka semua.


Pangeran Dion dan pengawal masih asing dengan handphone ,mereka pikir Dini akan mencelakai kuda mereka.


Mereka ternyata lucu juga ,Dini tersenyum - senyum sendiri.


Dibelakang rumah Dini terlihat air yang mengalir dari permukaan yang lebih tinggi dan yang dari sungai itu sendiri .


Trimusketir berpikir mereka memang keluar dari situ .


Mereka asyik membicarakan hal itu ,sedang Pangeran duduk di tepian aliran sungai itu yang airnya tidak terlalu deras .


Pangeran berpikir juga seandainya ia mendapatkan kesempatan kedua bahwa dia akan membalas dendam ,pengkhianat kerajaan harus di hukum ,tapi pangeran bingung apa mereka hanya arwah - arwah yang gentayangan atau bagaimana mungkin wajah istrinya yang sudah tiada tiba - tiba ada di hadapannya sekarang dan tidak mengenal dirinya siapa ,dan istrinya itu menjelma menjadi orang lain.


Ini kenyataan yang lebih buruk dari kematian ,dunia yang lain .Pangeran memandangi Dini yang masih sibuk berfoto di atas kuda besar itu.


Pangeran tersenyum melihat Dini ,tapi pangeran Dion juga merasa terjebak oleh laki - laki tua yang telah membohongi mereka untuk berjalan ke arah timur hutan.Tapi kalau aku tidak mengikuti arahan orang tua itu ,aku tidak akan bertemu wanita ini yang wajahnya serupa dengan istrinya yang sudah tiada.


"Apakah aku masih hidup ,sambil memandang pengawal - pengawal setianya.


"Apa aku coba menyakiti diri dengan membuat luka ,kalau aku merasa sakit berarti aku manusia ," ujar Pangeran dalam hati.


Wajah pangeran Dion terlihat menegangkan dan mengerikan tampa ragu menarik pedang di saku salah satu pengawalnya.


Pengawal begitu tersentak kaget ,pedang itu di irisnya ke tangannya ,membuat ke tiga pengawalny panik,dan menjerit sedang Dini berusaha turun dari kudanya tapi malah apes kakinya tersangkut sehingga jatuh ,pengawal bingung yang mana harus ditolong dulu.


Luka tangan pangeran membuat banyak darah berceceran ,tapi malah pangeran bangkit menolong Dini yang tergeletak dengan kaki masih tersangkut di kuda,karena takut Dini terinjak kuda itu.


Pangeran baru sadar bahwa dia masih hidup ,buktinya darah masih terus mengalir walau tidak terlalu banyak.


Dini bisa berdiri lagi setelah ditolong oleh pangeran.


"Kau berdarah ?," tanya Dini.


Pangeran hanya mengangguk,pangeran sekarang sadar bahwa mereka tidak mati,mereka bukan arwah .


Pengawal juga terbengong sejenak melihat pangerannya berdarah ,dan mulai paham kenapa pangeran tersebut melakukan itu,pangeran memandang Trimusketir .


Trimuskertir langsung berteriak kegirangan ,hidup pangeran ... hidup pangeran.


"Hei kalian apa sudah gila ,bos kalian luka malah senang kegirangan ,gila kali ya kalian ," teriak Dini.


"Bos ? ... apa itu bos?


"Ah sudahlah pusing aku jelaskan,"ujar Dini.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_------\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Bersambung ,

__ADS_1


Pembaca setia terima kasih sudah membaca cerita ini dan menunggu agak lama karena lebaran dulu ,bikin kue dsb happy eid mubarak ya,salam manis selalu.


__ADS_2