keluarga pangeran D4

keluarga pangeran D4
Bab 8 Bertemu orang aneh


__ADS_3

"Ini siapa niel," tanya ibu Sumi


"Orang yang bertabrakan denganku bu," ucap Daniel.


"Ayo kita makan malam ," ujar ibu Sumi sambil menggeret tangan Daniel ke meja makan.


Setelah selesai makan malam bersama ibu,Daniel menghabiskan waktu melukis sketsa itu semalaman sampai tertidur di kasurnya.


▪️


Dini masih terlihat di rumahnya sedikit bermalas - malasan di hari minggu.


Rumah Dini di belakangnya masih ada hutan walau tidak terlalu menyeramkan dan terdapat mata air yang jernih suasana pedesaan yang masih ada kursi panjang untuk bersantai untuk menikmati pemandangan.


Dini memang ditawari pindah dari lingkungan itu oleh perusahaan tapi Dini masih enggan meninggalkan tempat itu,karena sudah jatuh cinta dengan pemandangan di belakang rumahnya.


Rencananya bu Evi juga pak Ucok akan pulang kampung karena ada keluarganya yang sakit,Sedang Dini tak bisa berangkat karena harus kerja.


Sehingga Dini ditinggal sendirian.


"Din ada yang ayah mau ceritakan karena kamu sudah dewasa kamu layak mengetahui ,sesuatu yang selama ini ,ibu dan ayah tutup - tutupi.


Dini yang sedang membuat minuman teh untuk dirinya sejenak terhenti memandang serius ayahnya.


"Ada apa yah?," tanya Dini.


"Duduklah dulu di sini,"ucap sang ayah.


Dini mendengarkan cerita kisah hidupnya yang terbungkus di dalam sebuah kardus cokelat dengan penuh luka dan lebam di seluruh tubuh.


Dini ,tak tahan mendengarkannya dan menangis histeris dan berlari ke kamarnya.


Ibu Evi sedih hatinya melihat Dini menangis histeris ,ibu Evi ingin memeluknya tapi bang Ucok melarangnya,biarkan dulu sampai dia puas menangisnya.


Terpaksa ibu Evi duduk di ruang tamu dengan perasaan yang resah ,bingung harus bagaimana.


Setelah tangis histeris itu mereda ,ibu Evi membuka pintu kamar.


Ceklek ...


Ibu Evi perlahan dan mengintip dari celah pintu, terlihat Dini yang duduk di ujung tempat tidur masih tertunduk sedih .


Suara pintu yang terbuka membuat Dini menoleh ,dan dalam hitungan menit Dini langsung berlari memeluk ibu Evi.


"Ibu ... apa ibu dan bapak tahu siapa orang tuaku sesungguhnya?


"Ibu Evi menggeleng ,"Dini menangis sambil memeluk ibu Evi.


"Aku tak akan melupakan jasa ibu dan bapak sudah membesarkan aku ,kalaupun suatu saat aku bertemu ibuku asli,aku tetap memilih bu Evi dan pak Ucok sebagai orang tuaku ," ungkap Dini.


Dini malah berniat suatu hari bisa membalas semua kebaikan ibu Evi dan bang Ucok yang sangat menyayanginya seperti anaknya sendiri.


Udara pagi itu sangat cerah,sorot matahari masuk memancarkan cahayanya hingga terasa sekali suasana segar menyelimuti ruang duduk.


Dini terlihat sibuk ikut membantu mengepak barang - barang bawaan ibu Evi dan pak Ucok.


Mereka rencana pergi dengan menggunakan bis.


Mereka memeluk Dini ,pasti mereka akan merindukan Dini.


Dini hanya mengantar ibu Evi dan bang Ucok sampai di depan pintu gerbang ,mereka naik taxi ke terminal.


Seperti biasa tukang jamu datang.


"Jamu bu!

__ADS_1


"Ya ... Beras kencur saja bu ," ucap Dini.


"Oh ok nak ,ini jamunya," ucap bu jamu.


"Berapa ,oh cuma 1 saja gratis neng.


"Hah ... kok gratis," ujar Dini.


"Ga ' apa - apa non ,cepat - cepat ibu jamu itu pergi ,membuat Dini bengong sesaat belum sempat mengucapkan terima kasih.


"Ya sudah besok saja ,paling besok bu jamu juga datang lagi.


Dini masuk ke dalam rumah dengan terheran - heran.


Dini harus buru - buru berangkat ke kantor ,apalagi sekarang Dini ingat sekali kejadian bertabrakan dengan seseorang di sini.


Dini coba lihat - lihat sepanjang jalan berharap orang itu memang setiap hari lewat di situ.


Laki - laki itu seperti punya kharisma yang begitu besar.


Tiba - tiba dari belakang tubuh Dini


dipeluk.


"Aduh aku pikir siapa?," ucap Dini.


"Maunya siapa Din?


Dengan nada menggoda Dini


" Itu yang kemarin dibilang ganteng,orangnya kaya apa sih ?,"ujar Mira jadi penasaran.


"Ya kemarin ketemu di sini tidak sengaja," Dini menjelaskan .


Mira menyimak saja,sambil liat sekeliling apa ada laki - laki yang seperti yang di maksud Dini di sekitar situ.


"lalu ?," tanya Mira.


"Lalu aku tinggal masuk ke kantor ," ucap Dini.


"Ga sempat kenalan Din?," tanya Mira.


"Enggak!


"Ampun deh kamu Din ? ,"Ucap Mira.


"Dini merasa serba salah ,Mira berpikir aku slow ,terserah deh.


Mereka sudah melupakan pembicaraan tadi mereka sudah sibuk dengan tugas masing - masing di kantor.


▪️


Hari ini Dini tidak bekerja karena hari ini hari minggu,Dini sibuk beberes rumah karena ibu Evi juga bang Ucok sedang ke luar kota dan meninggalkan sisa cucian.


Selesai mencuci Dini menuju ke samping rumah untuk menjemur semua cucian.


Tiba - tiba terdengar suara kuda meringkik dan


"Prang ... Prang


Suara kencang itu membuat Dini kaget dan terkejut terlihat ada 3 orang laki - laki yang berpakaian kerajaan lengkap dengan kudanya.


Tiba - tiba sudah berada di belakang rumah Dini.


Mereka berbicara dengan bahasa yang aneh.

__ADS_1


" Siapa kalian," ujar Dini sambil memegang gagang sapu.


Pengawal juga melindungi pangeran.


Dini tersudut karena pengawal terus mendekat.


Pangeran masih dalam posisi tersungkur di tanah.


"Dan kuda itu juga meringkik terus ,pangeran Dion bangkit dari posisinya dan meminta pengawal minggir.


Dini sangat ketakutan tak mampu berkata - kata.


Pangeran Dion terus semakin mendekati dirinya.


Pangeran bicara dengan logatnya yang tidak Dini mengerti sedikitpun kepada pengawalnya.


Trimusketir serentak duduk menyembah.


"Aduh ada apa ini,Dini bingung ... hu ... dengan mata terbelalak,kenapa nih?," ujar Dini.


Pangeran masih meneliti wajah Dini.


Jantung Dini berdetak kencang dan berusaha mendorong pangeran yang semakin dekat dengannya.


Dorongan tangan Dini otomatis menyebabkan Trimusketir ikut terdorong.


Dini masih ketakutan


"Kalian mau aku lapor polisi," ucap Dini.


"Apa itu polisi!," tanya pangeran.


"Yaaa ... polisi , ... biar kalian di borgol ," bego bener sih ... Polisi aja enggak tahu," ujar Dini.


"Kita ada di mana ini? ,"tanya Trimusketir.


"Kau tidak tahu! ... ," bentak Dini ,tentu saja di rumah orang!


Dini yakin mereka semua orang gila ,mereka masih menggunakan bahasa sulitnya.


"kau manusia atau hantu ,ini kita di alam nyata atau jadi - jadian?," tanya pangeran Dion.


"Kau kan sudah mati ,tapi kau kok ada juga di sini," tanya salah satu pengawal.


"Dasar gila" ... Aku ini manusia.


"Asli ... Masih hidup ," ujar Dini,kalian yang gila datang ke rumah orang tanpa permisi.


Dini kesal," baik aku akan berteriak ,biar semua orang tetangga dengar,dan kalian ditangkap," ucap Dini.


Dini bersiap untuk berteriak ,tetapi tiba - tiba Trimusketir langsung menghunuskan pedang ke arah Dini.


"Eh ... Ok ... Ok 'ga jadi ," ujar Dini terputus - putus.


Dini ketakutan dan berlindung dengan sapu yang masih dipegangnya.


"Stop ! ... Perintah pangeran Dion, menyuruh Trimusketir_pun mundur.


Pangeran Dion tiba - tiba menyembah," Tolong kami tuan putri,bilang siapa yang sudah membunuhmu,aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia akan aku cari,akan kita hancurkan tubuhnya sambil memperagakan pedangnya dan menancapkan kembali ke tanah," ungkap pangeran Dion.


Dini melotot ,memandang pangeran Dion ,"Gila nih orang," ucap Dini.


_______--------__________


Bersambung

__ADS_1


Hai teman setia pembacaku ,bagaimana nasib Dini ,kenapa dia di anggap arwah gentayangan ... Yuk lanjut nanti di episode berikutnya.Salam manis.


__ADS_2