
Pagi itu Dini siap - siap mau berangkat tapi melihat Boyke minum sesuatu,"Apa itu dituang ke gelas ," tanya Dini .
"Oh jamu! tadi pagi ibu yang biasa tawarkan jamu taruh botol jamu di depan pagar ,digantung," boyke menjelaskan.
"Ya sayang_kan kalau dibiarkan ,Ya
diminum saja," ujar Boyke.
"Oh ibu itu ke sini lagi ,aku mau bayar !," ujar Dini.
"Yah ! Orangnya sudah pergi kak ," ujar Boyke.
"Oh ya kalian bagaimana ini ,aku harus kerja hari ini ,jangan ke mana - mana ya ?
"Makanan sudah aku sediakan ambil saja di meja ," ucap Dini.
"Baik kak ! Jawab Boyke.
Dini berangkat kerja.
Ternyata pangeran sibuk menulis diary_nya setiap hari ,setelah itu mereka memberi makan kuda mereka.
"Eh bagaimana kalau kita jalan - jalan ,"ucap pangeran.
"Wah kan kak Dini bilang enggak boleh ke mana - mana ," ucap Boyke.
"Nanti marah lagi!
"Ya kita tidak usah bilang ,kita kan jalannya tidak jauh - jauh sebelum sore kita harus sudah di rumah ," pangeran menjelaskan .
Mereka jalan bersama sambil bercanda ,melewati beberapa restaurant.
Tertulis di sebuah restaurant itu sedang menerima lowongan.
Yul yang melihat duluan ,"Eh kita kerja yuk dari pada diam di rumah saja ,"usul Yul.
Pangeran memandang Trimusketir aneh,Trimusketir mendorong pangeran masuk duluan ke dalam.
Mereka coba masuk dan menanyakan tentang tulisan yang menempel di depan pintu
"Kalian mau kerja semua !,kalian bisa apa ?," tanya manager restaurant itu.
Pangeran memandang Trimusketir ,jawaban apa yang harus pangeran kasih ke orang itu ,karena pangeran seumur hidup belum pernah kerja ,kecuali Yul memang suka masak.
"Bisa semua ,"Ya apa saja , kami terima ," ucap pangeran asal saja.
Mereka digiring ke dapur ,bruce ,boyke dan pangeran tugasnya potong sayur .
Mereka ini kan ahli pisau ,pedang mereka malah mainan pisau di dapur ,sedangkan yul di suruh bikin burger.
Karena Yul suka masak sehingga dia tidak keberatan untuk bikin makanan.
Hari itu kerjaan mereka tidak ada yang benar ,tepung berantakan di mana - mana dan .Melihat muka pangeran yang penuh tepung ,boyke dan bruce tertawa terkekeh.
Akhirnya manager restaurant kesal,memarahi mereka ,sudah ... Sudah kalian akan diajar cara bikin salad .
"Jimmy tolong ajarkan mereka ," ujar manager itu.
__ADS_1
Jimmy sebenarnya males betul musti ajarin orang gitu ... Jimmy jalan juga plintat - plintut enggak jelas.
Bruce kesal ,langsung saja bruce memainkan pisaunya tertancap di talenan kayu tepat di hadapan jimmy.
"Owww ... Jimmy kaget dan mundur selangkah menatap bruce.
"Mau ajarin enggak !," tanya bruce sedikit mengancam.
"Oh ok ok! ," jawab Jimmy.
Jimmy yang merasa ketakutan terpaksa ngajarin Bruce ,boyke dan pangeran.
Pangeran tertawa saja melihat bruce seperti itu.
Mereka tidak pernah kerja ,begitu juga pangeran sehingga pulang dari tempat itu berempat teler dan pulang langsung tergeletak kecapean.
Dini yang baru pulang melihat hal yang tidak biasanya mereka tergeletak mendengkur ,Dini masuk ke rumah bingung ,"Kenapa ya mereka ,di bangun_in enggak bergeming?
Dini menyiapkan makan malam ,mereka masih juga tidur ,Dini makan sendiri dan bertanya - tanya apa yang terjadi?
Akhirnya Dini sibuk sendiri ,Dini coba menghubungi pak Daniel untuk memberi tahu soal harga lukisan yang mau di beli.
"Ok Dini ,nanti aku pikirkan ,terima kasih untuk infonya.
Dini duduk santai di ruang TV hingga tak terasa tertidur di sofa ,besok paginya Dini melihat Trimusketir seperti sudah siap mau pergi,Dini penasaran mereka mau berangkat kemana pagi - pagi?
"Wah sudah pada rapih mau kemana nih ?,"tanya Dini.
Kami minta maaf sebelumnya tidak bilang kakak ," ucap Yul.
"Hah !... Dini kaget bukan main .
"Kok bisa ! ... Kami lihat di depan pintu ada terima lowongan ya kami masuk coba tanya ," ucap Yul.
"Wah hebat ,terus kalian di terima !," tanya Dini.
"Iya kak ,kami di terima dan langsung kerja," ucap pangeran.
"Wah luar biasa kalian!
Ayo aku mau antar kalian ,biar tahu kalian kerja di mana ,mereka jalan kaki berlima sambil tertawa dan menceritakan keseruan mereka di dapur restaurant tersebut.
Tidak terasa mereka sudah sampai di tempat tersebut ,pangeran masuk paling terakhir dan tersenyum ke arah Dini.
Dini melambaikan tangannya ,dan menarik napas melepas mereka bekerja,sebenarnya dalam hati Dini kurang setuju mereka kerja ,karena harus konsen dengan kepulangan mereka daripada kerja dan emas koin juga masih banyak .
Tapi itu keputusan pangeran ,aku tak bisa melarang mereka,dalam pikiran Dini.
Dini segera meninggalkan mereka dan bersiap pergi ke tempat Pak Bram bos barunya itu.
Sepanjang jalan ada yang mengganggu pikiran Dini mengingat ketertarikan dia dengan pak Daniel.
"Apa ya ? ," bicara sendiri ,sambil menendang sebuah batu dan dengan tidak sadar memetik daun - daun
disepanjang jalan yang berjejer seperti pagar.
Tapi wajahnya seperti orang yang pernah dia kenal ,tapi siapa? Dini merasa ada yang janggal tentang pak Daniel,tapi belum menemukan jawabannya.
__ADS_1
Sesampai di rumah pak Bram ,seperti biasa Dini bekerja di ruang besar penuh pajangan itu .
Pak Daniel tiba - tiba menghubungi dirinya untuk bikin janji siang ini dengan pak Bram.
"Pagi pak ! " ucap Dini lewat telepon.
Pak Daniel hari ini mau bertemu bapak lagi ,bagaimana pak apa bisa ?," tanya Dini.
"Oh bisa jam 10 pagi saja ," ucap pak Bram.
Dini sudah mengatur pertemuan itu.
Pertemuan itu berjalan lancar ,sepertinya pak Daniel jadi membeli lukisan itu.
Din kamu ke ruangan saya ," panggil pak Bram.
"Baik pak!, jawab Dini.
Dini mengetuk perlahan ruangan itu ,dan terdengar suara pak Bram yang berat.
"Silakan masuk!," perintah pak Bram .
Din masuk ,dan pak Bram meminta Dini untuk mengabadikan foto setiap orang yang akan membeli barangnya.
Dini langsung foto pak Bram dan pak Daniel menggunakan handphone Dini.
Setelah urusan pak Daniel selesai ,pak Daniel masih ingin melihat - lihat lagi koleksi di ruangan itu.
"Silakan pak ,"ujar Dini.
Dini tetap mendampingi pak Daniel berjalan di sampingnya sebenarnya bikin hati senewen ,Dini tidak sadari kalau pak Daniel menaruh sesuatu di samping sebuah patung .
Dan tiba - tiba pak Daniel melihat jam .
"Aduh saya lupa ada janji dengan seseorang ,bagaimana ya ? ," ujar pak Daniel.
"Oh ya sudah pak ,tidak apa - apa ,nanti kalau bapak ada waktu lagi saja ," ucap Dini.
Pak Daniel langsung pulang terburu - buru menaiki mobilnya yang sudah terparkir di depan rumah pak Bram.
Dini sedikit kecewa karena ingin bersama pak Daniel sedikit lama ,tetapi ternyata belum sempat bicara banyak ,pak Daniel harus pergi.
Dini duduk di ruangan itu dengan lesu ,dan melihat foto - foto yang ada di galeri handphone_nya ,sambil memandang foto pak Daniel yang sempat diambilnya bersama pak Bram satu hari yang lalu.
Dan Dini juga melihat foto - foto pangeran juga Trimusketir ,merasa ada yang aneh seperti tadi pagi.
Dini bolak - balik melihat foto pak Daniel dan pangeran ,dan coba diedit
dipadukan ,Dini kaget sekali karena mereka mukanya mirip sekali seperti pinang di belah dua.
"Hah sama! ... kembar ?," ujar Dini dengan wajah melongo kebingungan.
\_\_\_\_\_\_\_-------\_\_\_\_\_\_\_\_
Bersambung,
Pembaca setia "kel pangeran D4 ",Semoga makin seru ya cerita ini ,jgn berpindah ke lain hati ya kak supaya tahu jalan cerita sebenarnya.Terima kasih salam sayang selalu.
__ADS_1