
Dini memandang foto itu seakan tak percaya ,ia coba menempelkan foto keduanya yang sudah berhasil diedit di telepon genggamnya. Wajah ke dua orang itu yang sangat mirip ,mungkinkah mereka kembar ,tapi bagaimana bisa yang satu dari dunia lain bisa hadir di hadapannya.
Dini tak menyangkal bahwa ia jatuh cinta dengan Daniel,tapi itupun jauh bisa terwujud .Dini tidak ingin pangeran dan Trimusketir tahu tentang ini dulu.
Dini ingin menyelidikinya terlebih dahulu.
"Apakah ini yang menyebabkan mereka harus hadir di tempatku ,"ucap Dini perlahan.
Dini memalingkan wajahnya mencari keberadaan sang pangeran yang berada tepat di sampingnya,Dini kaget dan buru - buru membalikkan handphonenya,takut pangeran Dion melihat foto itu.
Pangeran Dion sepertinya ingin mengutarakan sesuatu ,tapi Dini sepertinya menghindar malah menelepon seseorang dan bangkit dari kursinya meninggalkan pangeran Dion yang ingin bicara dengannya.
Pangeran Dion keluar rumah dengan perasaan sedih ,"Ada apa dengan Dini ?
Seperti kesal denganku ,apa aku bikin Dini kecewa tapi apa ya?," segala pertanyaan berkecamuk di pikirannya.
▪︎
Daniel di rumahnya sibuk melihat di kamera cctv yang diam - diam
diletakkan di ruang koleksi barang pak Bram.
Daniel melihat beberapa koleksi pak Bram yang kalau dijual harganya selangit.
Malam itu Daniel berpakaian serba hitam dan memakai tas ransel semua serba hitam dan terdapat senter tempel si kepalanya ,Daniel seakan memastikan gaya berpakaian tidak ada yang salah menatap lama dirinya di depan cermin.
Dengan menenteng tas ranselnya Daniel berjalan keluar rumahnya kebetulan ibunya sudah tidur ,tidak menyadari kalau Daniel mau pergi .
Mobil yang dipakai juga berbeda sebuah mobil truk box berwarna hitam ,garasi itu perlahan terbuka dan mobil truk box itu siap di jalankan oleh Daniel.
Daniel menatap jam di tangannya sudah menunjukkan jam 9 ,Sepertinya Daniel sudah siap untuk berangkat ,dengan segera Daniel menyalakan kunci kontak dan melaju ke jalanan .
Tujuan malam itu ke kediaman pak Bram ,tapi sebenarnya seluk beluk rumah pak Bram sudah di pelajari sejak lama .
Ternyata Daniel ingin mencuri barang berharga di rumah pak Bram.
Daniel gila dengan barang - barang antik yang bernilai tinggi untuk di koleksi atau di jual kembali apabila ada yang minat untuk membeli dengan harga tinggi ,sedang melukis adalah komuflase supaya orang tidak curiga kepadanya.
Kebetulan memang Daniel suka melukis wajah hanya sebatas itu saja.
Mobil truk box hitam itu di parkir agak jauh dari rumah pak Bram.
__ADS_1
Daniel keluar dari mobil itu dan membawa peralatannya di punggungnya dan beberapa di saku celananya.
Jarak yang di tempuh cukup jauh ,dengan mengendap - endap Daniel sudah sampai di belakang pagar rumah pak Bram.
Daniel melihat lagi ke jam tangannya ,sepertinya Daniel paham apa yang harus dia lakukan ,tali dengan ujungnya di ikat besi dan dilemparkan ke atas tembok,ketika besi itu sudah aman untuk di tarik kencang Daniel mulai memanjat tembok tinggi itu dan karena sudah terlatih dengan mudah Daniel memasuki pekarangan belakang rumah pak Bram.
Malam itu security sedang berada di posnya ,di rumah itu tidak ada anjing penjaga sehingga memudahkan Daniel beraksi ,peralatan canggih dimilikinya .
Masuk lewat cerobong udara ,badannya yang kecil bisa menerobos ventilasi udara ,ventilasi itu perlahan dibukanya dan seutas tali sudah menjuntai di lantai ruangan tersebut ,karena sudah malam tentu sudah tak ada orang di ruangan itu.
Cctv ruangan itu sudah berhasil di putar arah dengan secepat kilat Daniel berhasil mengantongi beberapa barang dan menukarnya dengan benda yang hampir serupa tapi tak sama .
Daniel tidak mau berlama - lama ,waktu sedetikpun sangat berarti,Daniel secepatnya keluar dari ruangan itu lewat ventilasi udara lagi ,ketepatan waktu dan ketelitian dia lakukan sendiri ,ketegangan yang sempat terasa hilang setelah Daniel berada di luar tembok dengan cepat Daniel berlari menuju mobil dan melepaskan akributnya dan segera tancap gas sebelum seseorang mengetahuinya kehadirannya di lokasi tersebut.
▪︎
Seperti biasa Dini sampai di kediaman pak Bram ,masuk tanpa perasaan curiga menyapa ketua pelayan mbak Anjani.
"Pagi mbak ," sapa Dini.
"Pagi juga Din," jawab Anjani dengan senyum sumringah.
Dini langsung masuk ke ruang kerjanya dan terlihat ada beberapa memo dari pak Bram seperti biasa ada yang sudah tertulis di memo yang harus ia kerjakan ,Dini mulai sibuk membuka laptopnya setengah jam ia berkerja ,tapi ada yang mengganggu pandangannya ,Dini menggeser kepalanya melihat ke arah itu.
Dini bangkit dari kursinya dan melihat dan meneliti patung yang ada di situ ,dengan alis mata terheran - heran," Apa aku salah lihat kemarin ?,apa memang seperti itu sambil kembali lagi ke tempat duduknya?
Menyenderkan kepalanya memandang patung kecil itu dari bangkunya.
"Waduh ,gawat nih mana aku belum sempat membuat foto dan datanya!," ucap Dini panik.
Tiba - tiba pak Bram masuk ,Dini sontak kaget berusaha dan berjalan sambil menutup patung itu dengan tubuhnya .
"Pagi pak ," sapa Dini.
"Pagi !,dengan suara beratnya pak Bram.
"Apa pak Daniel kemarin sudah menghubungi kamu lagi ," tanya pak Bram.
" Belum pak tapi nanti akan aku coba hubungi ,"jawab Dini.
"Bagus !,kasih tahu saya ya .Sambil berlalu meninggalkan Dini ,yang mengelus dadanya.
__ADS_1
Bunyi telepon genggam Dini.
Kring ... Kring ...
Ternyata Mira sahabatnya menelepon ,Dini tersenyum dan kebetulan ingin cerita ,curhat apa saja dengan Maya sudah hampir sebulan Dini tak mendengar berita dari Maya.
"Hai! Sombong nih sudah tak mau kenal aku ya ," ujar Maya.
"Eh may nanti kita ketemuan yuk sepulang dari kantor ," ajak Dini ada yang mau aku ceritakan.
"Ok Din ,nanti kabar - kabari saja," ucap Maya.
Sehabis pembicaraan dengan Maya ,Dini langsung menghubungi pak Daniel.
"Pagi pak ,semoga sehat hari ini ya pak ,Dini basa - basi sedikit.
Dini menanyakan kapan pak Daniel mau datang lagi menemui pak Bram ,dan pak Daniel memberi jawaban bahwa pak Daniel bersedia bertemu esok hari.
Tugas untuk menghubungi pak Daniel sudah Dini selesaikan.
Dini tak sabar menunggu waktu pulang karena ingin bertemu Maya sahabatnya .
Maya sudah terlihat dari jauh melambaikan tangannya mereka janjian bertemu di Mall pusat perbelanjaan terbesar di daerah itu.
Mereka berpelukan dan Maya membawa bingkisan berbentuk kotak.
"Apa ini May? ," tanya Dini.
"Aduh masa lupa hari ulang tahunnya sendiri ," ucap Maya.
"Hah ... ampun aku lupa may," ujar Dini dengan wajah bingung.
"Ya sudah aku traktir makan siang ya ," ucap Dini ,mereka tertawa dan bergandengan masuk ke salah satu resto.
Setelah bicara dan bercanda ,akhirnya Dini menceritakan soal patung itu yang berubah juga tentang dan sang pangeran beserta Trimusketir yang hadir di rumahnya.
Mira tidak percaya apa yang Dini alami ,semua seperti tanda tanya besar ,kenapa mereka harus datang ke rumah Dini.
Dan benda yang bisa berubah wujudnya.
Semakin membuat Mira penasaran ingin bertemu dengan sang pangeran dan Trimusketir.
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_-----\_\_\_\_\_\_\_
Hello pembaca setiaku ,semoga masih terus setia mengikuti alur cerita ini dan tidak pindah ke lain cerita .Aku butuh dukungan kalian jangan lupa like,koment,gift juga pencet gambar bintang 5.Terima kasih salam sayang selalu.