KEMBALI (JATUH CINTA)

KEMBALI (JATUH CINTA)
Kamu Lagi


__ADS_3

"selamat pag...*, kalimatku terhenti melihat siapa yang tengah berdiri dihadapanku sekarang.


"maaf, tapi pesanan atas nama anda tidak ada", kataku lancang


"aku datang untuk memesan, bukan untuk mengambil pesanan, aku langsung datang untuk memastikan bahwa pesananku akan di antar tepat waktu. besok jam 12 siang di green villa regency no. 3/09 atas nama EFRIAN DINATA", Katanya dengan cepat.


Membuat tanganku yang gemetar ini semakin sulit menulis.


"lalu kau mau isi buketnya bunga apa?", tanyaku lagi.


Tanpa menunggu lama ia membuka mulutnya "mawar hitam, putih dan daisy putih", katanya. Sedikit membuatku terkejut. Karena, jarang sekali orang memberikan hadian mawar hitam yang selalu disalah artikan orang-orang bahwa itu bunga untuk berduka.


"hey, mengapa diam? sudah dengar kan bunga pesanan saya apa saja?", tanyanya setelah melambaikan tangan didepanku.


"ah maaf tuan, mawar hitamnya sedang kosong dan ada lagi minggu depan", jawabku yang memang sengaja tidak mengeluarkan bunga kesukaan ku itu.


"mawar merah saja, aku akan membayar lunas dan kutunggu besok, TEPAT WAKTU", ia ulangi dengan tegas permintaannya. TEPAT WAKTU ejekku dalam hati.


Aku bisa gila, kalau dia terus membeli bunga disini. Jantungku bisa lepas dari ganggangnya. Tidak sanggup sangat-sangat tidak sanggup kalau harus melayaninya.


"kami datang", kata Alena sembari membuka pintu toko.


"bisa tidak, Erwin sendiri saja yang mengantarkan pesanan bunga ataupun karangan bunga, aku memperkerjakan erwin supaya ada yang membantu mu Al, kalau kau ikut dia sama saja bohong", omelku saat mereka sudah sampai di hadapanku.


Hati dan Otakku berkecamuk karena orang itu. Membuat buruk hariku. Aku sudah meninggalkan pesan dilayar komputer meja kassa, tidak mungkin kan Alena tidak membacanya.


Aku meninggalkan mereka berdua. Kerja Erwin cukup bagus. Jujur, aku sangat terbantu dengan adanya dia disini. Sedikit banyaknya, erwin bisa menghandle toko bersama dengan Alena. Mereka juga cukup dekat.


Setelah malam itu, Erwin tidak pernah lagi datang kerumahku untuk membawakan makanan. Padahal aku hampir saja baper terhadapnya.


...***...


Hari ini erwin tidak masuk kerja, karena ada acara keluarga di rumahnya. Aku dan Alena berbagi tugas. Dari jam 10 tadi Alena sudah pergi untuk mengantarkan bunga dan karangan bunga ke tujuannya masing-masing. Aku bertugas menjaga toko dan melayani pembeli.


Seperti biasa, toko cukup ramai pembeli. Ada yang membeli 1 batang bunga sampai minta buatkan buket dengan 15 batang mawar di dalamnya. Semuanya ku handel sendiri.


Aku memang cukup handal dalam hal ini. Itu mengapa aku memilih membuka usaha ini di banding usaha lainnya.


"aku datang", dengan lemas, Alena berjalan gontai memasuki ruang toko.


"kau istirahat saja dulu, sementara aku yang akan menggantikanmu", kataku iba.


"aku melihat Ef tadi", katanya setelah minum hampir 1 botol air mineral.


"ya jelas, kau kan mengantar pesanan bungnya", jawabku. Menunggu beberapa lama aku mengarahkan kepalaku ke arahnya dan apa yang terjadi. Alena sudah tidur. Rupanya memang selelah itu dia.

__ADS_1


...***...


Malam-malam begini. Secara mendadak Alena menelponku dan menyuruhku untuk bergabung merayakan ulang tahun Erwin. BBQ, memang lezat apalagi di tambah bir dengan es batu yang membuatnya dingin.


Seciut itu nyaliku, aku hanya bertahan minum satu gelas. Memang dari dulu aku tidak pernah bisa menghabiskan bir 1 kaleng penuh apalagi 1 botol.


"Al", panggilku. Melihat perempuan didepanku ini sudah hampir tidak sadarkan diri. Kulihat erwin yang masih segar sedang memanaskan daging.


"biar aku saja yang membawanya pulang In, kau juga harus pulang, sudah malam, maaf tidak mengantarmu", kata erwin setelah berhasil memasukkan daging panggang itu kemulutnya.


"kalau begitu, aku pulang ya win, ku percayakan Alena kepadamu", kataku sedikit mengancam


Dengan langkah gontai, aku menyusuri jalanan sambil memegang handphoneku. Memesan ojek online yang sulit didapatkan kalau sudah malam begini.


Masih sibuk dengan handphone ku, tiba-tiba saja aku menabrak seseorang.


"aduh, sorry, aku gak sengaj__", lagi dan lagi kalimatku terhenti saat aku melihatya ada di hadapanku.


"kamu lagi", katanya


"ah maaf aku pergi dulu", setelah aku bangun dan membersihkan tumpahan kopi di bajuku yang tadi jatuh dan membasahi seperempat bajuku itu.


"kau mau kemana? kau ganti kopi ku atau kau__", kalimatnya terhenti setelah ada sepeda motor yang melaju kencang hampir menabrak ku dan refleks ia menarik ku kepelukannya.


...***...


"a-aduh", kataku sambil memegangi kepalaku yang masih sakit. Aku mencoba berdiri dan ingin keluar dari sini. Tapi, usaha ku gagal. Saat, suaraku menyadarkan mereka bahwa aku sudah sadar.


"kau mau kemana? duduk saja!", suaranya lembut namun tetap tegas dan memerintah.


"biarkan aku memeriksamu ya", kata perempuan itu yang ternyata adalah dokter. "kau tidak boleh terlalu banyak makan daging dan minum bir, perutmu tidak kuat", jelasnya.


"makasih ya dok", kata lelaki itu.


Benar kata Alena, dia tampan sekali. Apalagi kalau sedang tidak marah-marah begini.


"aku dimana?", tanyaku setelah ia kembali dari mengantarkan dokter itu keluar kamar ini


"dirumahku, kau tadi pingsan di jalan", katanya menjelaskan dengan nada ketus "menyusahkan".


hah, baru saja aku memujinya, sudah mulai saja sikap menyebalkannya, umpatku dalam hati.


"kau sedang mengata-ngatai ku ya", tanyanya


"ge er, aku hanya berfikir. kenapa kau mau menolongku bahkan membawaku kesini?"

__ADS_1


"kau mau ku tinggal begitu saja di jalan?", tanyanya masih ketus


"ya biarkan saja, buat apa juga kau menolongku?", jawabku lebih ketus lagi


"perempuan, bukannya berterimakasih malah memaki", katanya sambil menaikkan sebelah bibirnya. Aku tau dia sedang kesal dan sedang merendahkan ku


"aku mau pulang", kataku yang masih mencoba berdiri sendiri


"silahkan, kau hanya merepotkanku bila berlama-lama disini".


Sudah susah payah aku berdiri dan akhirnya bisa juga. Waktu ingin melangkahkan kaki ku untuk pertama kalinya, ternyata kaki ku belum mampu menahan tubuhku yang lemas ini. Sebelum tubuhku benar-benar menghantam lantai. Lelaki itu menangkap ku lagi.


"kau itu sangat lemah, sudah diam saja, istirahat, besok kau pasti sudah bisa pergi dari sini", katanya membujukku.


Aku yang tak berdaya ini hanya menurut saja. Kemudian kembali berbaring di kasur empuk yak tak tahu milik siapa. Lelaki itu membawakan minuman hangat untukku.


"Minum", katanya sambil menyodorkan teh putih hangat itu.


"kau juga suka", tanyaku yang tidak dijawabnya


"aku ingin tidur, kalau kau butuh sesuatu cari saja sendiri, rumah ini kosong hanya ada aku dan kau. kalau kau keluar kamar ini. didepan kamar ini ada pintu. dan itu pintu kamarku", katanya menjelaskan. Akupun mengangguk tanda mengerti. Lalu dia beranjak meninggalkanku sendiri di kamar ini.


Tidak ada yang spesial dari ruangan ini. Sudah pasti ini adalah kamar tamu. Syukurlah, ia membawaku kesini bukan ke kamarnya. Perasaanku lumayan lega dan perutku rasanya juga lumayan enak dibanding yang tadi.


...***...


Pagi sekali aku bangun, perasaanku. Namun ternyata ini sudah jam 9 pagi. Tanpa terasa tidurku nyenyak sekali. Kudengar suara seseorang membuka pintu kamar ini tanpa mengetoknya. Aku yang terkejut pura-pura tidur lagi.


"masih tidur rupanya", bisiknya yang lumayan terdengar olehku. Akupun bangun dan mendapatinya tengah duduk di sampingku dengan 1 piring makanan dan segelas susu


"sarapan", katanya lagi sangat tidak bersahabat. Padahal tadi, suaranya sangat lembut.


"terimakasih", kataku yang kemudian merubah posisiku menjadi duduk dari yang awalnya terlentang.


Aku meminum susu yang diberikannya kemudian mengambil 1 piring roti bakar dari tangannya. Memakannya dengan lahap karena memang aku lapar.


"kau boleh pulang kalau sudah merasa baikan", kali ini dengan nada yang rendah dan lembut


"iya, setelah ini", kataku


Saat makanan dan minuman itu sudah habis, ia mengambil piring dan gelas kosong itu. Lalu keluar dari kamar dan ku ikuti.


Kembali aku di buatnya Terkejut setelah melihat apa yang ada di ruangan utama rumah ini.


...***...

__ADS_1


__ADS_2