KENZO [Series Big Boy]

KENZO [Series Big Boy]
Part 11. Malam pertama di rumah Kenzo


__ADS_3

Ke limanya makan sore bersama. Malamnya theresa dan Ita hanya nyemil beberapa jajan yang Ita beli dengan Brian di luar.


Mereka ada di ruang tv. Sedang menonton tv bersama. Ibu juga di saja. Nyemil buah yang sehat untuk ibu.


Ibu duduk di samping theresa, sebelah theresa ada Ita. Mereka makan Chiki.


“nak, jangan banyak nyemil Snack begini, pedes ya? Jangan banyak penyedap rasa juga. Gak baik buat ibu hamil.”


Ibu mengambil Snack di tangan theresa yang baru dia buka. Theresa cemberut menatap ibu.


Brian main game tak jauh dari ruang makan.


“kak, nginep ya hari ini. Males pulang.” Kata Brian kepada Kenzo, yang duduk di depan dia.


“Iya. Tapi di kamar sendiri ya, jangan macem-macem sebelum lulus sama iya.”


“gak kak.”


Kenzo sedang sibuk dengan ponselnya. Sesekali dia melihat Ita. Ita terlihat sangat senang sekali dengan theresa dan ibunya. Ita yang sedang ngemil menatap theresa.


“ibu, aku gak boleh makan semua Snack di depan? Kan aku pengen ibu,” theresa protes kepada ibunya.


“gak bolg. Gak baik buat bayi kamu. Ini aja, makan buahnya ibu.”


Kenzo malah tersenyum menatap theresa yang cemberut. Brian tak sengaja mempergoki.


“kenapa kak, diliatin kak therenya, gemesin ya?” Brian menggoda Kenzo.


Kenzo langsung Sok sibuk dengan ponselnya lagi. Dia berdiri dan menghampiri meja mereka.


“Makan buah, jangan bantah kata ibu. Ibu tahu yang terbaik buat kamu. Mau salad buah? Atau apa? Itu boleh kan Bu?” ujar Kenzo duduk di depan theresa begitu saja.


Dia menyodorkan satu piring buah yang milik ibu tadinya. Theresa cemberut menatap Kenzo.


“ini ada contoh baju sama dekor. Pilih yang mana. Biar langsung dikerjain dan cepet nikah kita.”


Kenzo menyodorkan ponselnya. Ita ikut melihat. Ita dan ibu juga membantu memilihkan baju untuk pernikahan theresa.


“ini cantik kak. Seksi.” Kata Ita, yang suka seksi-seksi.


“gak mau. Terlalu terbuka.” Theresa menolak.


“ini gimana?” theresa memilih satu.


“Boleh, cantik dan seksi juga, gak terlalu terbuka.” Kata Ita kepada theresa.


“Gak boleh. Ketat banget di perut. Ingat bayi kamu. Kamu lagi hamil nak.” Kata ibu.


Oh iya. Theresa lupa dia sedang pura-pura hamil.

__ADS_1


“terus yang mana Bu?” tanya theresa kepada ibunya.


“Yang gak terlalu berat, yang gak terlalu ketat, jangan pakai heels tinggi juga. Ya nak Kenzo?”


Ibu melirik kenzo. Sejak tadi dia diam saja. Kenzo mengangguk saja.


“Ya ibu. Mau dipanggil aja orang desain bajunya ke sini, biar tahu yang mana yang cocok buat ibu hamil? Biar aman?” tanya Kenzo kepada theresa.


“itu lebih baik.”


“tapi besok ya Bu. Udah malem banget ini. Itu, dekornya, mau di indoor atau auotdoor?”


Kenzo menunjukkan foto-foto yang dikirim temannya.


“Besok sekalian datang sih. Tapi lihat contoh dulu.” Kata Kenzo kepada theresa.


“autdoor boleh?”


“boleh, nanti aku cek lokasi dulu. Boleh Bu?”


“boleh kalau aman autdoornya, kan biasanya di taman, becek gitu gak? Licin gak? Nanti kalau kamu jalan, kesrimpet gaun, jatuh, ibu gak mau.”


“ibu, dari tadi gak boleh ini itu,”


Theresa cemberut lagi. Tapi Kenzo malah gemas melihat itu.


Selesai diskusi, mereka tidur di kamar masing-masing. Theresa memilih tidur di kamar ibu. Ita jadi ikutan tidur di kamar ibu. Katanya dia mau tidur dengan kakak ipar dan calon keponakan diperut theresa.


Kenzo mengecek ke tiganya. Dia senang sekali melihat Ita bahagia. Tak pernah dia seperti ini.


Brian lebih memilih tidur di ruang tengah, dia memilih tidur di sofa sambil begadang main game.


“Jangan kebanyakan begadang. Kuliah yang benar. Ponsel saya sita. Mau kan menikah dengan Ita, saya gak mau Ita nanti punya suami yang suka main game aja.”


“siap kak. Gak lagi kak.”


Dia langsung berdiri dan hormat kepada Kenzo. Kenzo membawa ponselnya ke kamar.


“Kalau mau tidur, kalau gak nyaman disini, tidur saja di kamar ita.”


“Boleh kak?”


“Gak jadi. Gak boleh. Kamu tidur di kamar saya saja. Saya yang tidur di kamar ita.”


Kenzo tak mau Brian mencari kesempatan. Ita adik satu-satunya.


Kenzo ke kamar Ita. Tidur di sana dan Brian tidur di kamarnya.


***

__ADS_1


Hingga pagi tiba di rumah itu. Theresa yang biasa bangun pagi, bangun lebih dulu. Dia ke dapur.


Ternyata sudah ada bibi di sana.


“non butuh sesuatu? Mau minum susu hamil bon?” tanya bibi kepada theresa.


Dia menggeleng, “enggak Bi. Cuma mau minum air. Habis itu mau mandi, aku pengen bantu masak ya Bi.” Kata theresa kepada bibi.


“Nanti kecapean non, kan non lagi hamil muda.”


“Gak BI, dikit doang. Buat suami sana adik ipar, masak gak boleh.”


Dia sambil mengambil air putih. Lalu meneguknya. Setelah itu ke kamar dan mandi. Baju theresa ada di kamar Ita. Dia naik ke atas dan masuk ke kamar Ita.


Kenzo kalau tidur suka tidak pakai baju. Hanya pakai kolor rumahan. Tidurnya gak suka pakai selimut lagi.


Theresa masuk begitu saja. Dia kaget melihat Kenzo. Dia sempat berteriak dan membaliknya badannya.


Kenzo terbangun, “ada apa sih teriak-teriak.” Kata Kenzo yang membuka mata dan melihat ada theresa di sana.


“Kamu, ngapain di sini?” tanya Kenzo kepada theresa.


“kamu yang ngapain disini. Kamar kamu kan bukan disini, aku mau ambil baju. Mau mandi, kan di kamar Ita semuanya.”


“oh. Aku gantian sama Brian, takut Brian macam-macam di kamar Ita. Teriak kenapa?”


“ya kamunya gak pakai baju.”


“Lah kenapa. Cowok kan biasa gak pakai baju atasan.”


“ya kan aku yang gak biasa lihat.”


“ya udah. Ambil aja, aku keluar. Aku juga mau mandi. Jam berapa ini?”


Kenzo mengambil bajunya yang dia lempar di samping ranjang. Dengan mata yang masih berat, dia berdiri.


Kenzo jalan dengan masih mengantuk, Theresa juga ikut jalan mencoba melihat ke bawah. Takut lihat badan Kenzo. Tapi mereka malah tabrakann.


Bruk!


Theresa hampir jatuh lagi. Kenzo langsung menarik theresa. Mereka malah tak sengaja jatuh di ranjang.


Theresa dibawah Kenzo. Kenzo menatap theresa dengan jarak yang dekat. Hembusan keduanya bahkan saling bertaut.


Ita baru bangun. Dia mencari theresa. Dia ke dapur. Tak ada. Dia tanya ke bibi, ada di atas.


Ita masih takut kalau theresa naik tangga sendiri. Dia menyusul ke atas. Dia ke kamarnya.


“Oops.”

__ADS_1


Uta malah melihat keduanya yang saling berpelukan di atas ranjang. Kakaknya ada diatas badan theresa. Setengah badan mereka di ranjang.


__ADS_2