KENZO [Series Big Boy]

KENZO [Series Big Boy]
Part 6. PULANG KE RUMAH KENZO


__ADS_3

Ibu theresa baru dibolehkan setelah satu Minggu perawatan setelah operasi. Selama itu, Kenzo atau pun amrita dan Brian selalu mengunjungi ke sana.


Selalu bergantian. Sampai hari ini adalah hari terakhir ibunya theresa pulang. Theresa bingung, dia sudah tak punya rumah karena sudah dia jual.


“Nanti pulang ke rumah kakak ya, kak.” Kata amrita yang datang membawakan makan siang untuk theresa, juga buah-buahan.


Kenzo ada pekerjaan. Jadi dia tak bisa datang. Dia menyuruh perawatan untuk berjaga secara khusus di kamar ibunya Theresa.


Theresa menatap amrita kaget. Dia sama sekali tak menyangka.


“Tapi ini aku mau balik dulu kak, mau siapin kamar kakak, atau mau kakak tidur di kamar kak Kenzo langsung aja? Aku siapin kamarnya ibunya kakak ya? Cuma kurang dibersihin aja sih, ganti sprei si dll.”


Amrita duduk di samping theresa. Theresa masih bingung, dia mengangguk saja.


“terserah kamu.” Katanya.


“Pernikahan kalian kapan? Nanti keburu gede loh sa perut kamu.” Ujar mamanya theresa kepada sang anak.


“ahh, iya ibu. Itu-“


Theresa sama sekali belum membahas ini. Dia bingung, takut salah jawab dan tak sama dengan jawaban Kenzo.


“kakak sudah siapkan semuanya kok ibu. Tapi kata kakak, nunggu ibu pulang dari rumah sakit dan pulih sedikit lagi. Mungkin Minggu depan.”


Amrita yang menjawab. Di sana juga ada Brian yang menemani amrita. Theresa lega mendengar jawaban itu. Setidaknya tidak perlu dia yang menjawab.


Amrita menyuapi Theresa, sejak ada theresa dan tahu kalau theresa hamil keponakan dia. Amrita suka sekali menyuapi theresa. Terutama theresa yang kerap tak nafsu makan karena memikirkan ibunya.


Ponsel Brian berdering. Ada satu telepon masuk.


“sayang, ponsel kamu kenapa? Mati? Ini kak Kenzo telepon aku?” tanya Brian kepada amrita.


“aku silent. Mau nyuapi kakak ipar aku. Kenapa kata Kakak, coba angkat sayang,” ujar amrita kepada kekasihnya yang berdiri di samping dia itu.


Brian mengangguk, dia mengangkat telepon dari Kenzo, “halo kak, ada apa?”


“ita sama kamu kan? Kakak telepon gak aktif wa-nya, gak diangkat juga.”


“Iya kak, sama aku kok. Ini di rumah sakit sama kak there, lagi nyuapin kak there.”


“kasih ponselnya ke Ita ya, kakak mau ngomong.”


Brian mengangguk. Dia memberikan ponselnya kepada amrita. Brian memegang ponselnya dan mengarahkannya ke dekat amrita.


“Angkat dan ngobrol sama kakak dulu kamu saja sayang,” kata there kepada amrita.

__ADS_1


“gak penting. Paling diomelin, gak angkat telepon, kemana aja seharian, tugas kampus apa selesai apa enggak, yang penting itu kakak sama keponakan aku,” amrita mengusap perut rata theresa.


Theresa merasa tak enak karena dia sudah berbohong kepada amrita yang sangat baik dan tulus menyayangi dia.


“halo kak, apa?” tanya amrita kepada kakaknya di telepon. Brian mendekatkan ponselnya kepada amrita.


“kak, aakk, harus habis. Buat kakak sama keponakan aku.” Tapi tangannya sibuk menyuapi Theresa.


Theresa membuka mulutnya dan menerima suapan dari amrita. Keduanya duduk saling berhadapan.


“Tadi kemana? Bolos kuliah? Kakak ditelepon dekan telpon dekan tahu!”


“hih. Males banget bahas itu.”


Theresa diam saja mendengar obrolan mereka, Brian sengaja menyalakan loundspaker hp-nya.


“Matiin aja sayang.” Kata amrita kepada Brian. Tapi Brian tak berani.


Alhasil amrita yang mematikan ponsel Brian. Dia juga menonaktifkan ponsel Brian.


***


Kenzo masih di kantor. Dia paling benci kalau adiknya sudah bolos kuliah. Karena orang tuanya dulu meminta Kenzo untuk menjaga dan mendidik amrita dengan baik. Termasuk sekolah yang baik supaya sukses juga dan bergelar.


Kenzo masih di kantor. Dia baru saja menelpon amrita. Tapi adiknya itu malah mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


Kenzo tadi baru selesai meeting. Beberapa menit. Sampai ponselnya yang memang sengaja dia silent, ketika dibuka, dia batu tahu dekan menelpon.


Kenzo menelpon dekan balik. Dia bertanya ada apa dan dia mendapatkan laporan kalau amrita selalu bolos mata kuliah ini.


“Pak, meeting-“


Sekertaris Kenzo masuk ke ruangan Kenzo. Dia langsung mengangkat tangannya.


“Tunda dulu, saya ada perlu lebih penting.” Ujar Kenzo kepada sang sekertaris.


Kalau sudah urusan tentang sang adik. Tak ada yang bisa mengalahkan itu.


Kenzo pergi dari ruangannya. Dia mengambil kunci mobil dan melepaskan jasnya.


Badan Kenzo merasa gerah sekali. Amarahnya memuncak. Kenzo berjalan cepat, turun dari lantai ruangannya menuju ke lobi bawah kantor. Dia bergegas ke parkiran mobilnya.


Melakukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Kenzo bergegas ke rumah sakit. Tadi dia tahu di telepon kan.


***

__ADS_1


Amrita masih di rumah sakit. Di ruangan ibunya theresa. Dia sudah selesai menyuapi theresa. Sampai habis makanan yang dia bawa.


“yey, habis. Pinter kakak ipar aku yang paling aku sayang dan keponakan aku juga.”


Amrita mengupas perut theresa lagi. Amrita beranjak dari duduknya. Dia membuang tempat makan sekali pakai itu.


“Minum susu hamilnya atau jus apelnya kak? Aku beli jus apel tadi, suka gak?”


Amrita mengambilkan Air minum untuk Theresa.


“Jangan susu hamil. Nanti saja, jus apel saja.”


Theresa masih suka mual kalau minum susu hamil. Mereka melakukan pemeriksaan bohongan dan membawa susu hamil hingga vitamin agar amrita percaya kalau dia benar-benar hamil anaknya Kenzo.


“Ok.”


Amrita beli dua. Dia memberikannya satu ke theresa dan satu untuknya.


Baru mereka mau minum. Pintu ruangan itu dibuka dengan keras. Semua menatap ke arah pintu. Ibu theresa juga kaget.


Brak!


Kenzo mengambil minuman yang dipegang amrita. Dia membantingnya ke lantai. Theresa kaget melihat sikap amrita.


“Kak.”


Brian langsung mendekati amrita dan menarik amrita untuk bersembunyi di belakang dia.


“Kamu kan pacarnya, harusnya masih tahu dia yang bener. Kuliah ya kuliah, jangan kuliah bolos pacaran ya kalian.” Kenzo marah ke Brian.


Amrita kaget dan ketakutan. Dia menghampiri theresa. Theresa berdiri dan memeluk amrita, mencoba menenangkan dia.


Dia bingung mau bagaimana dengan laki-laki asing itu. Dia tak tahu sifat Kenzo.


“sini, kamu harus kakak hukum. Ikut pulang, kakak kunci di gudang.”


Kenzo mau menarik amrita. Tapi ditahan oleh Brian.


“Kak, dengarkan penjelasan amrita dulu. Dosennya cabul, kurang ajar. Makannya dia selalu bolos kalau ada pelajaran dosen itu.”


Kenzo seketika diam. Dia menatap amrita, mencoba mencari kebenarannya.


“dosennya pernah mau kurang ajar sama ita. Aku minta maaf, aku biarin dia bolos dan temenin dia malah. Aku gak boleh cerita ke kakak juga. Takut kakak minta kampus pecat.”


“tapi kan harus dipecat kalau begitu.”

__ADS_1


Amrita memeluk erat theresa. Dia pernah sekali dikunci. Janji setelah dapat kakak ipar, gak akan nakal. Tapi masih nakal.


Kenzo menatap bingung theresa.


__ADS_2