![KENZO [Series Big Boy]](https://asset.asean.biz.id/kenzo--series-big-boy-.webp)
Ita tak sengaja menemukan bungkus susu pembuahan milik theresa. Dia membawanya dan menunjukkannya.
Kenzo harus segera kembali ke kantor. Dia berangkat ke kantor. Ita melempar di depan theresa.
“Ini apa kak? Kakak bohong ya sama aku?”
Theresa kaget melihat bingkisan itu. Prak! Ita juga menemukan surat perjanjian pernikahan di atas meja kerja Kenzo.
Ita ingin bertanya kepada Kenzo. Tapi dia malah menemukan itu.
“Ini juga,” kata Ita kepada theresa.
“Ita, kakak bisa jelasin.”
“jelasin apa? Jadi selama ini kakak itu Cuma pura-pura hamil. Kakak bukan kekasih, gak cinta beneran sama kak Kenzo, gak sayang beneran sama aku, bulsyet semuanya. Aku benci kakak.”
Ibu yang di kamar tak sengaja mendengar itu. Jantung ibu langsung sakit.
“Theresa, kamu tega melakukan ini kepada ibu?”
“hemm, ibu. Ibu, there bisa jelasin semuanya. Tolong dengerin there dulu, ibu, Ita, plis...”
Brug!
Ibu jatuh pingsan. Theresa panik dan menghampiri ibunya.
“ibu. Ibu bangun.”
“Sus, tolong panggil ambulance.”
Dua suster ibunya langsung menelpon ambulance salah satunya. Tak lama ambulance datang. Ibu di bawa ke rumah sakit.
Ibu ditangani oleh dokter yang biasa menangani ibu. There ada di luar ruangan itu, menunggu hasil pemeriksaan.
“Ibu, maafin there. There gak maksud, tolong jangan tinggalin there ibu.”
Theresa menangis di depan ruangan ibunya. Tak lama dokter keluar.
“dokter, bagaiamana keadaan ibu saya?”
“Maaf nona, tapi ibu nona.”
Theresa menangis tersedu mendengar kata dokter kalau ibunya tak ada. Tak bisa diselamatkan.
“ibu.”
Kenzo mendapatkan telepon dari bibi. Bibi meminta maaf karena teledor. Kenzo segera mematikan ponselnya. Dari kantor dia langsung menuju ke rumah sakit yang biasa.
“Gimana ibu?” tanya Kenzo di depan ruangan ibu.
Theresa memukul dada Kenzo, “semuanya karena kamu, karena adik kamu, aku gak mau berurusan sama kalian lagi. Perjanjian kita berhenti di sini.” Ujar theresa kepada Kenzo.
__ADS_1
Kenzo menatap dokter. Dokter menjelaskan semuanya. Kenzo membantu theresa untuk yang terakhir kalinya.
Ita juga pasti sangat marah dan tak akan mungkin mau kembali dengan theresa. Lalu theresa juga sudah tak butuh uang Kenzo atau perawatan ibunya, seperti perjanjian awal, jadi tak ada alasan untuk mempertahankannya.
“sa, tapi-“
Kenzo menunjuk perut theresa.
“gak akan jadi. Aku datang bukan. Puas kamu.”
Theresa berbohong. Dia yakin juga tak akan jadi. Karena setelah ini dia akan bekerja keras dan mungkin bisa saja pendarahan, artinya tak jadi bukan.
Kenzo mengangguk saja. Dia menyiapkan pemakaman untuk ibu. Sorenya langsung ibu di makamkan.
“Ibu.”
Theresa hanya bisa menangis memeluk nisan ibunya. Bersimpuh di makam sang ibu.
Kenzo tak berani mendekat. Karena setiap kali mendekat, theresa selalu mengusir dia. Dia meminta dua suster itu untuk menemani theresa.
Sampai malam tiba, Kenzo masih di makam, dia melihat dari jauh. Sampai theresa pingsan.
Kenzo keluar dan membawa theresa ke hotel. Dia meninggalkan theresa di sana. Kenzo mendapat telepon dari Brian. Ita mengamuk di rumah. Dia sudah mencoba untuk menenangkannya. Tapi tak bisa.
***
“sayang, plis, jangan gini. Dengerin penjelasan kak Kenzo dan kak there juga.”
Ita tak henti mengamuk. Membanting semua yang ada di depan dia. Dari mulai bingkai foto sampai dengan vas bunganya.
“dengar dulu penjelasan kakak. Kak there itu inseminasi buatan. Awalnya memang pura-pura. Tapi kak there beneran sayang tulus sama kamu, kak there yang minta untuk inseminasi karena kakak belum siap tidur dengan kak there.”
“Kak.”
Ita diam menangis di pelukan kakaknya.
“tapi aku bikin ibunya kak there meninggal. Aku jahat banget. Aku mau minta maaf ke kak there kak.”
“kita ke sana.”
Kenzo mengajak Ita dan Brian ke hotel. Tapi sesampai disana, theresa sudah tak ada di sana.
“istri saya dimana? Yang tinggal di kamar ini?”
Kenzo bertanya kepada staf hotel dan semuanya. Tapi tak ada yang tahu.
“cari sampai ketemu, lihat cctv.”
Bahkan mereka melihat semua cctv. Semua bergerak untuk mencari. Mereka hanya menemukan theresa sampai depan hotel. Naik angkot. Setelah itu tak tahu.
“coba tanya diangkutnya kak, pemberhentian atau tempat kumpul angkutan umum gitu kak.” Brian memberi ide.
__ADS_1
Kenzo setuju. Ketiganya ke Tempat angkutan umum. Bahkan malam-malam. Mereka mencari angkutan dengan nomer plat yang sama.
“maaf, saya bisa bertemu dengan orang yang membawa angkot ini?” Kenzo bertanya kepada pemilik angkot.
“Bisa, itu rumahnya. Di depan gank.”
“iya pak. Terima kasih.”
Ke tiganya pun pamit dan ke rumah supir angkot itu. Mereka mengetuk pintu rumahnya.
“Ada apa ya? Siapa dan cari siapa?” tanya Kenzo kepada wanita yang membukakan pintu.
“supir angkot ini, ibu istrinya?” tanya Kenzo lagi kepada wanita paruh baya itu.
“iya. Tunggu sebentar.”
Wanita paruh baya itu masuk dan memanggilkan suaminya.
“pak, tadi sorean, cewek ini naik angkutan bapak. Bapak kira-kira ingat gak dia berhenti dan turun dimana?”
Bapak itu mencoba untuk mengingatnya. Tapi karena banyak yang baik angkutannya. Dia jadi tak begitu memperhatikan. Dia menggeleng.
“saya tidak ingat yang naik dan turun pak, karena kan banyak yang naik dan turun angkutan saya.”
“Kak.”
Ita merasa sangat sedih.
“ya sudah pak. Terima kasih. Kami permisi dulu. Maaf mengganggu istirahat bapak.”
Ketiganya pun pamit. Karena sudah malam, Kenzo memutuskan untuk kembali ke rumah lebih dulu.
“Kak gimana? Jangan pulang dulu dong, ke makam ibunya kak there, mungkin kak there disana.” Kata Ita kepada Kenzo. Kenzo mengangguk.
“Coba kita kesana.”
Kenzo pun menuruti permintaan adiknya. Mereka menuju ke sana. Ita langsung turun. Tapi sesampainya disana, tapi tak ada theresa disana.
“dimana kak there, kak.” Ujar Ita menangis dipelukan kakaknya lagi.
“kita pulang dulu ya dik, baru kita cari besok lagi.”
Terpaksa, Ita pun akhirnya pulang. Ketiganya kembali ke rumah. Ita tak mau pisah dengan Brian. Brian selalu ada di samping theresa.
Mereka tidur di depan tv. Ita tak mau masuk ke kamar. Dia juga tak mau makan. Kenzo sendiri yang mencoba membuatkan masakan untuk Ita.
“sayang, makan dikit. Nanti sakit, kakak janji besok kita cari kak there. Sampai ketemu, kalau pelu kita lapor polisi ya?”
Kenzo membangunkan Ita. Ita tak boleh telat makan karena punya sakit mag.
“Gak mau kak.” Dia menggeleng. Dia tidur di sofa.
__ADS_1
“kalau gak mau, kakak gak akan cari kak there sampai ketemu.”
Ita pun akhirnya mau. Brian yang menyuapinya. Kenzo mencoba menelpon orang Suriah dia. Meminta mereka mencari theresa. Dia menyebarkan foto theresa kepada orang-orang bayarannya. Sesekali Kenzo melihat Ita yang mau makan disuapi Brian.