KENZO [Series Big Boy]

KENZO [Series Big Boy]
Part 12. Kenzo mesum


__ADS_3

“Kak, ponakan gue. Jangan mesum sih kak, masih pagi. Kak there juga lagi hamil. Mau apa coba di kamar aku juga.”


Bukannya malu, Ita malah heboh memarahi kakaknya yang masih saja diam diatas badan theresa.


Dia sampai memukul punggung Kenzo. Kenzo baru sadar dan beranjak dari atas badan theresa.


“Gak sengaja tadi.” Ujar Kenzo kepda Ita.


Ita mengulurkan tangannya kepada theresa. Membantu dia bangun. “Kak there gak apa-apa, diapain kak Kenzo?” Tanya Ita kepada theresa.


Theresa menggeleng, “gak diapa-apain kakak kamu kok.” Katanya dengan gugup.


“mau apa disini?” tanya Ita kembali menatap kakaknya. Kakaknya garuk kepala.


“Tidur disini semalam. Brian di kamar kakak.”


“Kenapa jadi kakak yang tidur di sini?”


“Biar kamu gak macem-macem siapa tahu kamu balik ke kamar.”


“siapa yang macem-macem.”


Theresa diam saja mendengar pertengkaran keduanya. Sampai ponsel Kenzo berdering di meja. Dia mengambilnya. Mendekati theresa. Theresa masih deg-degan karena tadi. Dia mencoba menyingkir.


“Halo.”


Kenzo keluar dari kamar itu dan ke kamar dia. Di kamarnya, dia membangunkan Brian. Menepuk paham Brian dengan keras.


“Bangun, mau jadi adik ipar harus rajin, bangun pagi.” Kata Kenzo kepada Brian.


“siap kak.” Brian langsung bangun. Walau mata masih mengantuk.


Brian duduk untuk mengumpulkan nyawanya. Kenzo mengusirnya.


“sana mandi di kamar mandi bawah, atau mau cuci muka di sana. Saya mau mandi, mau ke kantor. Ada pekerjaan penting. Sama mau ke kampus. Ngurus masalah Ita.”


Brian pergi dari sana. Dia turun ke lantai bawah masih dengan mata yang mengantuk. Brian ke kamar ambdi dan mencuci mukanya. Dia cukup sering ke sini dan sudah hafal tempat-tempatnya.


Dia ke dapur untuk meminta kopi kepada bibi.


“Bi, boleh minta bikinin kopi? Aku tunggu di meja makan ya?” kata Brian kepada bibi.


Bibi mengangguk. Brian menunggu di meja makan.


***


“kakak mau mandi?” Tanya Ita yang di kamar dengan theresa.


“iya. Tadinya mau ambil baju. Tapi ada kakak kamu.”


“terus ditarik gitu aja? Kakak itu keterlaluan, lagi hamil juga main di banting ke ranjang. Kan bahaya.”

__ADS_1


“Enggak gitu kok dik.”


Theresa mau menjelaskan tapi bingung bagaimana. Ita membantu membuka lemarinya. Ada diatas baju-bajunya. Ita dan theresa lebih tinggi Ita. Kalau theresa harus jinjit. Bahaya juga buat ibu hamil, yang Ita tahu.


“ini kak, mau pakai yang mana? Tadinya mau aku pindah ke kamar kakak sama kak Kenzo kan, tapi bingung. Kemarin liat kakak mau jathu, kalau di kamar atas,”


“Nanti aku bilangin lagi ke kak Kenzo lah. Kamarnya biar dibawah aja. Aku worry.”


Ita menaruh semuanya di ranjang. Theresa hanya diam saja mendengarkan ucapan Ita. Dia semakin sayang dan tak tega kepada ita. Theresa mengambil yang mau dia pakai.


“mau mandi disini langsung aja kak? Atau mau gimana?”


“ke bawah sih, di kamar ibu, sekalian mau awasin ibu,”


“Gak usah deh kak. Disini aja, ibu belum bangun kok. Nanti suster jam tujuh apa delapan datang deh, bantu ibu mandi. Dari pada bolak-balik, kecapean nanti kakak.”


Theresa mengangguk saja. Dia masuk ke kamar mandi Ita. Ita menunggu di sana.


***


Kenzo sudah selesai mandi. Dia juga sudah memakai jas kerja yang rapi dan lengkap seperti biasa. Kenzo ke kamar Ita.


Ita sedang duduk di ranjang dia. Sambil main hp. Ita melihat foto-foto bayi lucu. Juga vidio-vidio bayi lucu. Ita malah tersenyum sendiri. Sambil dia menunggu theresa selesai mandi.


“Dik,”


Kenzo masuk. Dia heran melihat adiknya senyum-senyum sendiri.


“Apa sih? Liat apa sampai senyum-senyum sendiri? Kayak orang gila aja?”


“cantik ya kak, lucu-lucu. Aku juga save nama-nama bayi. Buat anak kakak sama kak Theresa nanti kalau udah lahir.”


Kenzo diam saja. Dia hanya mengangguk.


“Ini, kakak mau ke kampus kamu. Mau bicara soal dosen itu. Hari ini kakak izinin kamu ke kampus, gak usah berangkat, temenin kak there, nanti orang w.o datang. Kakak ada meeting penting. Kakak terima beres ya?”


“gak tanggung jawab. Libur kerja gitu loh.”


“Nanti kalau selesai meeting, langsung pulang kok.”


“Berapa jam satu meeting, berapa kali meeting juga?”


“dik, boleh minta tolong. Kok resletingnya susah ya?”


Theresa tak tahu kalau ada Kenzo. Dia keluar kamar mandi begitu saja. Mana resleting bagian depan pula.


“Ini rusak ya?”


Kenzo ikut menoleh secara reflek. Dia malah melihat dada theresa yang otomatis terlihat. Itu dress ibu hamil dan menyusui. Jadi keliatan.


“masak sih kak. Aku baru beli kok bisa rusak sih, gimana sih yang jual. Gak bener.”

__ADS_1


Ita heboh. Dia menaruh ponselnya di atas ranjang. Dia menghampiri theresa. Theresa jalan menunduk sambil mencoba menaikkan resletingnya.


Sampai dia melihat dibawah lantai, ada kaki laki-laki di depan dia. Theresa mendongak menatap dia. Kenzo?


Dia langsung menutupinya. Kenzo sempat melihat sejak tadi bahkan. Dia yang kepergok theresa akhirnya membuang muka.


“ sini kak aku bantu. Awas nafsu, lagi hanil Istrinya. Calon deng.”


Ita menggoda kakaknya. Theresa memilih membalikkan badan juga. Ita yang menghadap Kenzo dan membantu menaikan resletingnya.


“susah deh. Ganti aja deh kak. Gak bener nih yang jual. Padahal baju mahal, satu juga aku beli.”


“satu baju?”


“Iya, soalnya ini katanya limited edition. Aku komplain lah nanti. Sayang, ini motifrnya bagus, lucu, cantik loh dipakai Kak.”


“Brian mana kak?”


Ita malah ingat Brian tiba-tiba.


“Masih di kamar kakak?”


“kakak suruh ke bawah.”


Ita malah pergi dari sana. Meninggalkan keduanya.


“Kak nitip kak there. Ganti baju aja kak there. Aku mau liat pacar aku dulu. Kasian aku cuekin.”


Dia sudah kabur keluar. Tinggal theresa dan Kenzo yang saling menatap canggung.


“saya Mau ambil baju tuan. Bisa balik badan gak?” tanya theresa kepada Kenzo.


“ahh, iya.”


Kenzo balik badan. Theresa mengambil baju yang kai. Dia mengambil sembarang. Lalu masuk ke kamar mandi lagi.


Untungnya yang kedua kali tidak masalah. Dia keluar dengan memakai baju yang benar.


“Tuan, ngapain masih disini?”


“Disuruh Ita kan nunggu kamu? Nitip kamu dia ke saya. Ita juga bilang, pindah kamar di bawah saja, biar gak bahaya buat kamu.”


Theresa mengangguk. Keduanya pun jalan keluar. Theresa menahan tangan Kenzo.


“Tuan, maaf sebelumnya kalau saya lancang. Tapi-“


“saya gak enak sama Ita, Ita baik dan tulus sekali, apa bisa memberikan Ita keponakan sungguhan?”


“maksud kamu?”


Mereka diambang pintu kamar Ita. Kenzo bingung dengan ucapan theresa.

__ADS_1


“Kamu meminta saya tidur dengan kamu? Berhubungan seperti suami istri? Jangan pernah berharap.”


Dia menepis tangan theresa.


__ADS_2