![KENZO [Series Big Boy]](https://asset.asean.biz.id/kenzo--series-big-boy-.webp)
Kenzo mengangguk saja ditawari makan dan minum. Theresa ke dapur. Dia membuatkan minuman dan memanaskan masakannya sendiri tadi dia sempat masak.
Kenzo menghampiri theresa. Dia berdiri di dekat theresa. Karena ruang tengah dan dapur tak terlalu jauh, dan yang di ruang tengah bisa melihat mereka, Kenzo akhirnya memeluk theresa dari belakang karena dia mau bicara dengan Theresa.
Hup!
Therey kaget di peluk dari belakang. Dia menoleh kaget. Memastikan siapa yang memeluknya dari belakang.
“jangan salah paham. Saya melakukan ini karena terpaksa. Saya tidak mau mereka melihat kita berdebat.”
“kamu biasa saja dengan saya. Jangan berlebihan kalau tidak saya suruh.”
“Maaf tuan.”
Theresa menjawab dengan lirih. Kenzo pun berbisik mengatakannya tadi. Setelahnya dia kembali berdiri di samping theresa seperti biasa.
“Mesra banget sih mereka ibu, lihat gak tadi,” kata Ita kepada ibu. Ibu mengangguk. Ibu juga mengawasi tadi.
Kenzo berdiri di samping theresa. Dia menatap ke arah ruang tengah. Juga sesekali menatap Theresa.
“Ini.”
Theresa memberikan kopinya. Setelahnya dia menata makanannya di meja makan.
“Setelah ini mau cek gedung sekalain, capek gak?” tanya Kenzo sambil jalan menuju meja makan.
“Iya gak apa-apa, gak capek kok.” Theresa menemani Kenzo makan.
Ibu dan Ita sejak tadi mengawasi keduanya. Selesai makan siang mereka siap-siap ke tempat pernikahan.
“ibu mau ikut gak?” tanya Kenzo kepada ibu. Tapi tatapannya ke Theresa.
“boleh ibu ikut, pengen liat juga. Sekalian jalan-jalan keluar. Biar refreshing.” Pinta ibu kepada Kenzo.
Kenzo mengangguk, “aku gak masalah sih.”
Kenzo meminta dua suster ibu untuk ikut. Brian dengan mobil lain, satu mobil dengan Ita. Kenzo dengan ibu dan theresa, dan dua susternya.
Mereka pergi ke tempat pernikahan. Sudah beberapa ada yang di sana dan mengerjakan dekorasi.
Tak lama mereka sampai di tempat itu. Ibu keliling dengab kursi rodanya. There dengan Kenzo. Kenzo sejak tadi tak melepas tangan Theresa.
Brian dengan Ita juga keliling. Ita malah justru yang cerewet mengatur.
“Hati-hati pak.” Ujar Ita kepada para pekerja.
“Itu miring pak.” Katanya lagi.
Mereka disana sampai sore. Sekalian mereka makan di luar. Di restoran milik Kenzo juga. Sekalian Kenzo testi untuk katring makanan di pernikahan dia nanti.
Ada juga kue dan disert lainnya. Theresa juga mencoba makannya.
“enak gak? Yang mana yang mau ada di menu makanan pernikahan kita nanti?” tanya Kenzo kepada Theresa yang sedang asik makan kue.
__ADS_1
“Ini enak, ice cream enak.” Kata theresa asik makan kue dan ice cream seperti anak kecil.
Kenzo yang melihat tingkah Theresa langsung tersenyum. Dia mengambilkan tisu karena mulut theresa belepotan.
“Makannya kayak anak kecil. Belepotan.” Ujar Kenzo membantu mengusap bibir Theresa. Sampai dia kaget diperlukan seperti ini. Dia menatap Kenzo.
“kan lagi ada anak kecil kak diperut kak there.” Ita yang menyambung.
“ok. Saya yang salah. Beneran anak kecil deh.”
Kakak dan adik itu malah berdebat. Selesai testi makanan, mereka pulang. Ibu dibantu susternya mandi, Theresa mandi di atas dan ganti baju. Setelah itu ke kamar ibu lagi.
“Ibu sudah selesai?” Theresa duduk di samping ibunya.
Ibunya mengangguk. Dia meraih kedua tangan anak perempuannya itu. Air matanya menetes menatap theresa.
“ibu tidak menyangka, kamu bisa seperti ini. Kamu anak baik, semoga kamu Bahagia dengan Kenzo dan anak-anak kamu nantinya.”
Theresa malah jadi ikutan menangis karena tahu semua ini adalah kebohongan belaka. Theresa memeluk erat ibunya.
‘maaf Bu.’ Dalam hati theresa Minta maaf kepada ibunya.
***
Kenzo di kamar. Dia masih memikirkan ucapan theresa. Dia diam di depan laptop. Tapi otaknya ke theresa.
Memberikan keponakan sungguhan untuk Ita. Tapi Kenzo tak mau berhubungan dengan theresa langsung. Dia mencari banyak artikel.
Kenzo membacanya. Dia mencari theresa. Kenzo ke kamar ibunya. Dia melihat keduanya sedang saling memeluk.
Tok
Tok
Kenzo mengetuk pintu kamar itu. Keduanya menoleh. Theresa dan ibu melepaskan pelukan mereka.
“Ibu, aku mau pinjem Theresa bisa gak?” tanya Kenzo masuk ke kamar. Ibu mengangguk.
“boleh lah, sana sayang. Dipanggil suami kamu.” Kata ibu kepada theresa. Theresa mengangguk.
Dia berdiri dan mengangguk. Theresa menghampiri Kenzo. Kenzo meraih tangan Theresa dan menggandengnya.
“ibu, aku pinjem anaknya bentar ya.” Kata theresa kepada ibunya.
“Iya. Lama juga gak apa-apa kok.”
Kenzo mengajak theresa ke kamarnya. Dia mengunci pintu kamarnya. Theresa bingung menatap Kenzo. Dia gugup.
“Ada apa ya tuan?” tanya dia, menundukkan kepala. Tak berani menatap Kenzo.
“ini.” Dia menunjukkan laptopnya.
Theresa membaca itu. Dia mengangguk setuju.
__ADS_1
“Besok siap-siap ya. Tapi jangan berpikir aku dan kamu bisa lebih.”
“iya saya mengerti. Ini sudah kan tuan, saya boleh turun?”
Kenzo mengangguk. Brian dan Ita keluar. Mereka belanja dan jajan di supermarket depan. Tak lama dia kembali.
“tunggu,”
Kenzo baru ingat, nanti kalau tahu dia bisa dimarahi Ita. Kenzo meraih tangan theresa dan menggandeng dia turun.
“Kak, ini ada buah, ada cemilan.”
“ada coklat?”
Theresa sedang pusing dan suntuk. Dia suka sekali makan coklat kalau sedang seperti itu. Dia melepaskan tangan Kenzo begitu saja, bahkan lari ke ruang makan.
“eh, jangan lari kak there.” Ita yang marah-marah.
“iya maaf. Lupa.”
Kenzo geleng kepala. Dia kadang gemas dengan tingkah theresa. Tapi sadar, dia hanya wanita bayaran, tidak boleh lebih.
Theresa duduk dan melihat bingkisan belanja Ita. Ita mengeluarkan semuanya. Ada susu kotak, dia juga suka, coklat, Snack, roti, permen.
“Ini boleh dik?” tanya theresa mengambil coklat panjang dengan kacang mete.
“Boleh kak. Semuanya diambil dan makan kakak sama keponakan aku juga boleh.”
“Susu kotaknya boleh?” tunjuk theresa kepada ita. Ita melihat Kenzo.
“Boleh kak? Kan kak there ada susu khusus ibu hamil?” tanya Ita kepada Kenzo.
“Gak usah. Kamu minum susu hamil aja.” Dia mengambil susu kotak yang sudah dipegang theresa.
“Ihh, bosen minum susu hamil. Mau itu.” Theresa menunjuk susu kotak strawberry yang diambil Kenzo.
“kak, kasihan tuh bayi kecilnya sama bayi gedenya nangis kak. Tega banget kak.” Ita membela theresa.
“sekali aja.”
Kenzi suka menggoda theresa sebenarnya. Ini hanya alasan. Kenzo pun memberikannya kepada theresa. Dia makan coklat dan minum susu strawberry-nya dengan lahap. Sampai dia kekenyangan.
Kenzo ke atas, dia membuat janji dengan dokter untuk inseminasi buatan. Besok semuanya akan di lakukan. Demi sang adik tercinta.
Kenzo turun untuk mengecek rumah. Kali ini Brian pulang. Ita keluar mengantar kekasihnya itu. Ditemani theresa.
“daa sayang, kalau sampai rumah, kabari ya?”
“Om sayang.”
Brian mencium pipi Ita. Kenzo datang dan berdehem menatap keduanya.
“Cuma cium pipi kak. Pelit banget.” Ujar Ita protes kepada kakaknya.
__ADS_1