![KENZO [Series Big Boy]](https://asset.asean.biz.id/kenzo--series-big-boy-.webp)
Karena There masih belum sanggup ke kita itu lagi, kota yang penuh kenangan itu, There mengundur kepergiannya.
Satu bulan berlalu. Kandungan There kini masuk bulan ketiga. Dengan hamil anak kembar kado perutnya terlihat lebih besar.
Atasan there baru membuka pesan sahabatnya. Kenzo yang kebetulan baru kenalan dan akan kerja sama.
Theresa pingsan karena kecapekan. Dia dibawa ke rumah sakit. Salah satunya adalah teman Tante dokter. Dia memberitahu Tante dokter.
Tante dokter sedang bertugas. Dia senang sekali mendengar kabar itu. Bahkan diketahui bayinya kembar. Tante dokter langsung menelpon Kenzo.
Kenzo di kantor. Dia masih mencari there. Berharap menemukan there. Tapi dia harus tetap bekerja.
Brian dan Ita ada di kampus. Mereka sedang di kantin dan makan siang bersama.
“sayang, aak.”
Brian menyuapi Ita. Ita asik main hp. Dia juga mencoba mencari theresa. Menyebarkan info orang kehilangan. Tapi tak ada kabar.
Ita membuka mulutnya. Dia menerima suapan dari sang kekasih. Sampai ponselnya berdering dari sang kakak.
Kenzo sudah dapat telepon dari Tante dokter. Ita senang sekali.
“Gimana kak? Sekarang ke luar kota? Kak there ketemu? Kerja di restoran klien baru kakak? Iya kak, aku ke kantor kakak ya, kita berangkat dari kantor kakak aja langsung ke luar kota. Aku seneng banget kak.”
Brian ikut senang mendengar itu. Harusnya mereka ada jadwal kampus lagi. Tapi Ita menarik Brian untuk pergi dari sana.
“Kita bolos aja sayang. Plis,” kata Ita.
Brian ikut saja. Brian menjalankan mobilnya menuju kantor Kenzo. Kenzo yang ada meeting lagi pun membatalkan semua pekerjaan dia sampai besok.
Dia keluar dan menunggu adiknya sampai.
“Mau pakai mobil Brian apa mobil kakak?”
“brian aja, sekalian biar cepet.”
Kenzo langsung masuk ke dalam mobil Brian. Mereka menjalankan mobilnya ke luar kota. Ita duduk di depan. Tapi dia terus menghadap ke belakang menatap kakaknya.
“beneran kak there kan kak? Kak there hamil, kembar?” tanya Ita di depan.
Kenzo mengangguk. “Ini foto dari teman dokternya Tante,” Kenzo menunjukkan foto yang diambil.
“Kak there. Maafin aku. Aku janji bakalan jadi adik ipar yang baik. Aku akan jaga kak there. Aku gak akan biarin Kak There pergi lagi dari aku.”
“aku gak akan pernah salah paham lagi. Kak there pokoknya yang paling baik.”
__ADS_1
Ita mengambil ponsel Kenzo. Dia bahkan mencium dan memeluknya. Butuh beberapa jam untuk sampai ke luar kota. Mereka ke rumah sakitnya.
Tante dokter meminta temannya yang dokter, yang sedang memeriksakan There itu untuk menahan There sampai Kenzo dan Ita datang.
Tapi theresa sudah siuman.
“dokter, bagaimana keadaan anak-anak saya? Mereka tidak apa-apa kan?”
“Tunggu ya nona, kita USG dulu. Nona tidak boleh kelelahan. Tidak boleh bekerja yang berat juga. Apalagi nona hamil anak kembar.”
Dokter melakukan USG. Dia sengaja melama-lamakan itu. Hanya butuh dua sampai tiga jam.
Karena tak bisa menahan There lebih lama lagi, jadi dokter menyarankan theresa badrest dulu dan menginap di rumah sakit.
“tapi dokter, pasti biayanya mahal. Saya tidak punya uang. Saya minta vitamin saja dan pulang.”
Theresa mau turun. Tapi dokter menahannya.
“Nona, saya yang bayar ya. Urusannya sama saya. Nanti nona kalau mau cicil sama saya, ke sini. Saya juga wanita, saya pernah kehilangan bayi kembar saya, saya mohon.”
Tapi semua yang dikatakan dokter itu adalah bohong belaka.
“Kalau nona tidak mau dirawat, dua atau tiga hari disini, bahaya untuk bayi-bayi nona.”
Theresa pun akhirnya menurut. Dia tidak mau dipindahkan ke ruang rawat yang mahal, jadi dia memilih yang biasa. Ada beberapa orang di ruangan itu.
“nona, ini dimakan dan diminum dulu,” kata susternya.
“tapi saya tidak memesan sus.”
Baru Kenzo dan Ita datang. Mereka lari ke ruangan Theresa. Kenzo menarik pembatasan ruangan There dan saling menatap.
Theresa bingung kenapa ada Kenzo. Dia bergegas mau turun. Tapi tangannya ditahan Kenzo.
Kenzo mengejar There dan berdiri menghalangi dia.
“Mau kemana? Kamu bawa anak-anak aku. Kamu mau aku tuntut dan penjarakan?”
Kenzo nengusap perut Theresa tanpa izin. Theresa langsung menepisnya.
“ini bukan anak kamu. Ini anak suami aku yang baru.”
“Dari mananya? Kandungannya tiga bulan kan? Tepat ketika kamu inseminasi? Dokter bilang semua ke aku.”
Dokternya keluar dan minta maaf. Dia bekerja sama dengan Kenzo.
__ADS_1
“Kak, aku minta maaf. Kakak marah ya sama aku? Karena aku bikin ibu gak ada? Aku minta maaf kak.”
Ita bahkan sampai berlutut di depan there. Theresa yang tak tega.
“sayang bangun, kakak gak marah sama kamu. Tapi kakak gak enak bohongin kamu, kakak minta maaf.”
Ita berdiri.
“Jadi balik ke rumah ya kak? Itu keponakan aku kan? Kakak kasih aku dua lagi. Kak plis,”
Ita memeluk theresa dan menangis dibahu theresa.
“Maaf, tapi kakak gak bisa balik ke rumah kamu. Kakak gak bisa balik sama kakak kamu. Kakak gak mau ninggalin dia anak kakak dan seakan menjual anak kakak ke kakak kamu.”
There melepaskan pelukan Ita. Dia mau pergi dari sana. Kenzo kembali menahan tangan theresa.
“siapa yang mau pisahin kamu sama anak kamu, gak ada.”
“kamu. Kamu gak inget perjanjian kita? Kamu Cuma mau anak-anak aku aja kan! Ini bukan anak kamu. Ini Cuma anak aku.”
“Enggak, aku juga mau sama kamu sa. Theresa, aku sayang dan cinta sama kamu. Plis, balik ke rumah. Jadi keluarga yang lengkaoy dan bahagia sama aku.”
“Gak bisa. Aku ada kerjaan.”
“aku minta teman aku pecat kamu dari resto karena kamu gak layak kerja, kamu hamil, bawa dua bayi, gimana bisa kerja?”
“Kamu kok gitu. Aku makannya gimana kalau gak kerja.”
“ya dari aku sayang. Plis, jadi ibu untuk anak-anak aku. Jadi kakak ipar Ita lagi ya, jadi istri yang cinta sama aku, aku bayar kamu. Kamu mau berapa?”
“Seluruh hidup kamu buat aku sama anak-anak.”
Kenzo mengangguk. Theresa menangis dan memeluk Kenzo. Kenzo mencium kening Theresa. Tapi dia malah dipukul di dadanya.
“kenapa gak dari dulu cari aku? Aku tersiksa tanpa kamu, tiga bulan ini hidup sendiri, di kostan. Bawa dua anak kamu.”
“Katanya bukan anak aku, sekarang ini didalem anak aku ini? Gendut banget sih sekarang?”
Kenzo malah menggoda theresa. Theresa kesal sekali. Dia memukuli dada Kenzo bahkan mencubit perut Kenzo.
“Sakit sayang, kdrt nih namanya. Aku aku laporin?”
“kak, jangan gitu!” tapi malah Ita yang menjawab dan memukul lengan Kenzo.
Kenzo mengangguk, “iya-iya. Bercanda. Ini dua wanita cantik aku, yang aku sayangi kenapa sih, main mukul, cubit. Untung sayang.”
__ADS_1
Kenzo menarik Ita ke dalam pelukannya. Ita dan theresa pun bersamaan memeluk Kenzo. Kenzo mencium puncak kepala keduanya secara bergantian.
Theresa kembali dengan Kenzo dan Ita. Akhirnya mereka hidup bahagia.