![KENZO [Series Big Boy]](https://asset.asean.biz.id/kenzo--series-big-boy-.webp)
“Kak, sana, cari makan sama kak there, aku yang jaga ibu sama Brian di rumah,” ujar amrita kepada Kenzo.
Kenzo mengangguk. Dia menatap theresa dengan kesal. Dia kan juga tidak benar-benar hamil. Kenapa merepotkan.
“Yuk sayang,” Kenzo mengulurkan tangan kepada theresa yang duduk di ranjang.
Dia mengangguk, “ibu, aku keluar bentar ya?” Tanya theresa kepada sang ibu.
“Iya, hati-hati ibu hamil.” Theresa mencium pipi sang ibu.
Keduanya pun berangkat keluar untuk mencari makan. Kenzo memilih untuk menyetir sendiri. Dia juga ingin bicara hak pribadi, jadi hanya ingin berdua dengan theresa.
Theresa duduk di sebelag Kenzo.
“Mentang-mentang kamu sedang pura-pura hamil, jangan berpikir bisa terus seenaknya ya? Jangan terlalu berlebih.”
Kenzo membuka percakapan secara tiba-tiba. Theresa menoleh kaget menatap Kenzo. Dia marah karena dia merepotkan.
“tarinya bilang kalau keberatan nganter, kan bisa sama supir sendiri. Alasan ada kerjaan kantor kek, atau apa, aku turun sini aja, stop mobilnya.”
Theresa tak kalau kesal dengan Kenzo. Orang dia lapar beneran.
“gak usah, aku antar. Sudah terlanjur ngetepotin. Mau makan apa dan dimana?”
“gak usah. Aku bisa sendiri. Nanti tunggu depan rumah saja, atau depan gank rumah, biar gak ngetepotin anda, tuan Kenzo.”
Theresa sudah melepas sabuk pengamannya. Dia mau turun. Tapi menunggu mobilnya berhenti.
“Berhentiin mobilnya, atau mau lihat saya lompat tuan? Saya tidak mau merepotkan. Saya sudah cukup sangat merepotkan Anda kan? Sebelumnya saya sangat berterima kasih.”
“Saya bisa cari makan sendiri. Memangnya enak pura-pura hamil, gak tega sama ita, gak bisa makan seenaknya, mau makan seblak pedas aja gak boleh di depan semua orang.”
Theresa ngomel-ngomel. Dia bahkan sudah membual pintunya.
“jangan, jangan nekat. Kalau lecet Ita yang curiga sama aku, nanti dia sedih. Aku stop mobil, tunggu cari tempat berhenti.”
Theresa pun diam di tempat duduknya. Kenzo mencari tempat untuk berhenti. Dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Segera setelahnya, theresa langsung turun. Kenzo malah ikutan turun.
Dia mengikuti theresa. Jalan di belakang theresa.
“anda mau apa ikutin saya?”
Theresa menoleh ke belakang dan berhenti berjalan. Dia diam menatap Kenzo.
__ADS_1
“Kalau kenapa-napa sama kakak iparnya, Ita yang marah dan sedih nanti. Aku gak mau.”
Theresa tak perduli. Dia juga gak punya uang untuk makan. Ada baiknya Kenzo tetap ikut dirinya..
“halo pak, ke tempat ini ya, ambil mobil. Nanti aku share lokasinya ke bapak.”
Kenzo di belakang theresa berjalan sambil menelpon supirnya. Theresa mencoba acuh.
Dia menemukan warung pinggir jalan. Theresa memesan bayak makanan. Satu bungkus nasi dengan lauknya telor coklat, es teh, dan gorengan. Dia makan dengan enak.
Kenzo berdiri di depan warung itu, dia melirik sekeliling warung, yakin theresa makan di sini. Tapi akhirnya dia masuk juga.
“Yakin makan disini? Untung gak hamil anak aku beneran. Kalau hamil gimana, anak aku masak di kasih makan beginian?”
Kenzo menunjuk makanan theresa seakan jijik. Theresa memukul tangan Kenzo dengan kesal. Dia mengambil gorengan dan menyimpan mulut pedas Kenzo itu dengan gorengan.
“Jaga ucapannya, di tempatnya juga. Gak punya sopan santun ya orang kaya itu.” Bisik theresa di depan Kenzo.
Mana pakaian Kenzo dari kantor. Pakai setelan kantor. Di lihat semua orang. Mungkin mereka dengar ucapan Kenzo.
Kenzo dijejali bakwan oleh theresa. Tapi dia malah keenakan dan makan.
“Bu, es teh satu.”
Sampai dia kehausan dan memilih memesan minuman sendiri. Theresa pun diam melihat Kenzo.
Kenzo tak menggubris ucapan theresa. Sampai keduanya selesai makan. Keduanya pulang.
“Halo tuan, mobilnya gak ada. Tuan parkir di tempat terlarang ya?”
Kenzo mendapat telepon dari supirnya. Ahh, Kenzo tak melihat larangan itu tadi. Dia langsung menatap theresa.
“gara-gara kamu sih. Mobil saya diderek dan di bawa ke kantor polisi, karena parkir Sembarangan.”
“siapa suruh ikutin saya? Kan bisa di mobilnya situ?”
Kenzo mematikan ponselnya. Hari menjelang sore. Keduanya mencari taxi dan pulang. Kenzo sudah lelah sekali, dia ingin mandi dan tidur. Masalah mobilnya, besok saja.
Keduanya sampai di rumah. Brian masih di sana. Dia sempat pulang dan mandi, setelah itu kembali ke rumah amrita lagi.
Ita juga baru selesai mandi. Dia meminta bibi untuk membuatkan makanan karena lapar. Keduanya sibuk di meja makan.
Ibu ada di dalam sedang istirahat. Tadi siang tidur setelah minum obat.
Sampai keduanya masuk. Amrita menghampiri keduanya. Dia dengar suara mobil berhenti di depan. Ketika keluar dan melihat, malah mendapati taxi di depan.
__ADS_1
“lah, mobil Kakak di mana?” tanya amrita kepada Kenzo. Brian di belakang dia.
“Nih, gara-gara kakak ipar kamu, ngambekkan, mobil kakak kakak tinggal di pinggir jalan, supir suruh ambil, udah duluan di derek sama polisi karena disitu tempat di larang parkir dan berhenti. Udah deh!”
Kenzo masuk dengan kesal.
“Mau mandi dulu, capek.” Katanya naik ke kamar atas.
Tapi amrita malah tertawa. “kok bisa sih kak? Ngambek kenapa?” tanya Amrita menggandeng theresa masuk.
“Gak apa-apa. Cuma Betek sama kakak kamu aja. Ibu gimana? Maaf ya, jadi ngerepotin kamu dik.”
“Gak kok. Ibu tidur habis minum obat. Kakak mau mandi dulu, istirahat, pasti capek berantem sama kak Kenzo?”
Theresa mengangguk. Amrita malah mengajak dia naik tangga. Ke kamar Kenzo.
“Aku sudah beliin baju hamil buat kakak. Di kamar, yuk ikut.”
Theresa ikut saja. Mereka ke kamar amrita. Brian meninggalkan keduanya. Dia kembali turun dan membantu menyiapkan makan malam di meja.
“Ini kak, mandi di kamar aku dulu aja, nanti ganti baju.”
Ada satu tumpuk. Theresa sampai bingung melihatnya.
“Hemm,”
Dia hanya berdehem dan mengangguk. Theresa masuk ke kamar mandi amrita. Dia mandi dan mengenakan baju yang dipilih oleh Ita.
Tak lama dia selesai, amrita mengajak keluar. Di kamar satunya, kamar yang diujung, itu kamar milik Kenzo. Dia juga sudah selesai mandi, Kenzo juga baru saja mau keluar.
Dia tak sengaja melihat theresa yang keluar dari kamar amrita juga. Mereka sama-sama mau turun tangga. Keduanya saling menatap.
Kenzo menatap dari atas sampai bawah. Bajunya cantik, kayak orangnya. Tapi Kenzo hanya mengatakan di dalam hati.
“Kak, kenapa ngelamun gitu?” amrita yang menggodanya. Dia mencolek dagu sang kakak.
“Hemm, enggak. Udah mandi?” tanya Kenzo menunjuk theresa. Dia mengangguk.
“kenapa? Cantik ya bumilnya kakak? Bagus gak baju yang aku pilihin?” tanya amrita kepada Kenzo.
Kenzo mengangguk. “bagus, bajunya aja.” Dia berjalan menuruni tangga.
“Kak, gandeng dong bumilnya. Masih pada mau marahan. Marahan kenapa deh? Soal mobil? Kan gampang kak.”
Kenzo berhenti. Dia menoleh dan mengulurkan tangan kepada theresa. Theresa tadinya tak mau. Tapi dipaksa amrita.
__ADS_1
Kenzo yang kesal tak sengaja menarik theresa. Sampai theresa jatuh?
“kakak,” amrita yang teriak panik.