
Setelah itu, Lahar mulai mencari-cari gambar simbol penambah darah yang ada di buku milik Watanabe Rin. Setelah menemukan gambar simbol yang dimaksud, Lahar lalu mulai menggambarnya.
"Dimana aku harus menggambar simbol ini?" tanya Lahar.
"Di... Situ... Di sebelah kan," jawab Watanabe Rin lirih. Tenaganya kini sudah semakin terkuras.
"Baiklah," Lahar lalu mulai menggambar simbol penambah darah tersebut.
***
Sementara itu di tempat lain, Coro Ocra masih terlihat mencari sesuatu yang mungkin bisa dijadikan petunjuk mengenai kejadian yang menimpa Genm Fred hingga ia sekarat. Saat ini, satu-satu yang ia pikirkan adalah pasti Genm Fred habis di serang oleh musuh yang sangat kuat, bahkan musuh itu sanggup menghilangkan lengan kanan Genm Fred. Apa lagi, Coro Ocra juga tahu seberapa kuat Genm Fred itu.
Di saat ia sedang berkeliling di sekitaran hutan Krimin itu, ia lalu melihat seorang pria yang sedang duduk tenang dipinggiran danau sambil memancing. Pria itu rambutnya sudah agak bercampur uban, mungkin usianya sekitar 50 tahun. Karena merasa bahwa laki-laki itu mungkin bisa memberinya petunjuk, Coro Ocra pun lalu langsung menghampiri pria itu.
"Permisi tuan, maaf mengganggu waktu memancing anda," ucap Coro Ocra setibanya di belakang pria yang sedang memancing itu.
"Oh ada apa anak muda? Kau kelihatan sedang kebingungan," jawab pria itu tanpa menoleh kebelakang. Namun, entah kenapa ia bisa tahu bahwa Coro Ocra memang sedang kebingungan.
"Iya benar sekali tuan. Sebenarnya saya sedang mencari tahu sesuatu yang mana menimpa salah satu teman saya. Apakah tuan sudah berada di hutan ini sejak kemarin? Atau baru hari ini?" tanya Coro Ocra.
"Yah aku sudah berada di sini sekitar 3 hari yang lalu. Aku sedang mengambil cuti kerja selama satu minggu jadi, mungkin aku akan masih berada di sini untuk 3 hari ke depan juga," jawab pria itu yang masih belum menoleh.
"Kalau begitu, apakah kemaren mungkin sekitar sore hari, tuan mendengar suara pertempuran yang dahsyat di sekitar sini? Salah satu teman ku terluka parah karena kejadian itu," tanya Coro Ocra.
"Sayang sekali anak muda, hutan ini dan sekitarnya begitu luas. Jadi, aku tidak mendengar apa pun selama 3 hari ini kecuali suara-suara hewan dan alam di sekitar ku ini," jawab pria itu lagi.
__ADS_1
"Begitu yah... kalau begitu, aku permisi dulu tuan. Maaf telah menggangu waktu berlibur anda," Coro Ocra lalu langsung kembali masuk ke dalam hutan untuk mencari tahu tentang petunjuk lagi.
***
Sudah 3 hari semenjak kejadian naas yang menimpa Genm Fred di sekitar hutan Krimin itu. Namun, hingga saat ini Genm Fred masih belum juga sadarkan diri. Ia masih tergeletak tak berdaya di ruang perawatan intensif. Selain itu, misteri tentang pelaku yang membuat Genm Fred menderita luka yang sangat parah itu juga hingga kini masih belum terungkap.
***
Malam hari di kediaman Lahar dan ayahnya.
"Jadi, bagaimana keadaan senior mu itu? Masih belum sadar juga?" tanya Jack (ayah lahar).
"Iya, masih belum. Aku hingga saat ini juga masih belum bisa mempercayainya kalau senior Genm bisa terluka separah itu. Di itu kan salah satu anggota terkuat di guild. Aku jadi tidak bisa membayangkan betapa kuatnya lawan yang ia hadapi waktu itu," jawab Lahar.
"Entahlah, tapi dari luka yang diderita oleh senior Genm. Bekas-bekas luka itu terlihat seperti sayatan benda tajam atau mungkin jurus elemen yang memiliki karakteristik yang sama dengan itu," jawab Lahar.
"Hahahaha kehidupan masa muda memang menyenangkan yah... Aku jadi ingin kembali menjadi muda lagi hahaha," Jack tiba-tiba tertawa dengan keras.
"Kenapa kau malah tertawa? Kau itu memang aneh sekali," ucap Lahar.
"Hahahaha lagi-lagi kau berkata kurang sopan kepada ayah mu ini yah hahaha," timpal Jack.
***
Hari ini adalah hari festival di seluruh penjuru kerajaan Yupa. Setiap kota baik besar maupunb kecil, pasti akan menggelar festival yang disebut festival musim dingin ini dengan penuh suka cita. Tak terkecuali di kota tempat tinggal Lahar, yaitu Hert.
__ADS_1
Kota Hert termasuk kota kecil yang mana terletak dipinggiran wilayah kerajaan Yupa. Kota Hert sendiri berada di arah paling tenggara dari wilayah kerajaan Yupa ini.
Saat ini, hamoir seluruh penduduk kota terlihat sedang menikmati festival musim dingin ini dengan penuh suka cita. Mereka memasak sup yang hangat, mengadakan parade, menonton pertunjukkan, dan lain sebagainya.
Namun, di samping itu semua sebenarnya ada keadaan yang sangat miris, yaitu para rakyat jelata tidak diizinkan untuk ikut merayakan festival musim dingin ini. Para rakyat jelata ini masih harus bekerja seperti mempersiapkan makanan, membersihkan kota, dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kebutuhan festival musim dingin ini. Bagi para rakyat jelata, tiada hari tanpa bekerja. Dengan kata lain, mereka akan bekerja sepanjang tahun agar tetap bisa bertahan hidup.
Meskipun para rakyat jelata ini bekerja sepanjang tahun, akan tetapi upah yang mereka terima sangatlah kecil. Makanan yang diberikan kepada mereka juga seringkali hanyalah makanan sisa yang tidak habis dimakan oleh para bangsawan itu.
Hari ini, guild Lahar mendapat tugas untuk menjadi pengaman selama acara dilangsungkan. Lahar pun mendapatkan shift pagi dan malam. Ia mendapat shift untuk berjaga bersama Watanabe Rin. Tugas mereka adalah untuk menjaga kota supaya tetap aman dari para pencopet, perampok, dan penjahat yang menyusup ke acara festival musim dingin ini.
Hari sudah mulai gelap. Lahar dan Watanabe Rin pun sudah bersiap-siap untuk menjalankan tugas mereka di shift yang kedua ini.
Perlu diketahui, puncak acara dari festival musim dingin ini adalah pada malam hari dimana akan ada pesta kembang api, acara dansa, api unggun, pertunjukan musik, dan lain-lain. Karena festival musim dingin ini diadakan di penghujung musim dingin, maka hawanya sudah tidak terlalu dingin dan juga salju sudah mulai berkurang.
"Wah malam ini cuacanya bagus banget yah. Engga turun salju lagi. Sempurna untuk acara puncak festival," ucap Watanabe Rin.
"Iya aku pikir juga begitu. Tapi... Sejujurnya aku sangat membenci festival seperti ini," ucap Lahar.
"Eh membenci festival? Kenapa?" tanya Watanabe Rin heran.
"Di acara festival seperti ini, perbedaan status kasta menjadi sangat terlihat. Jika namanya festival, kenapa para rakyat jelata tidak diizinkan untuk ikut bersenang-senang? Kebalikannya, mereka malah harus terus tetap bekerja. Bahkan, kerjaan mereka di festival seperti ini akan menjadi semakin banyak kan? Itulah salah satu alasan ku membenci festival seperti ini," jawab Lahar.
***
Bersambung
__ADS_1