Kesatria Bulan

Kesatria Bulan
Chapter 9 : Jurus Tingkat Tinggi Yang Melelahkan


__ADS_3

"Sudah sejauh ini, tapi kita masih belum menemukan senior Fred," gumam Coro Octa sambil terus berlari.


"Senior, bagaimana kalau berhenti dulu, sepertinya aku punya ide agar kita lebih efektif menemukan senior Genm," ucap Watanabe Rin.


Setelah Watanabe Rin menyelesaikan kalimatnya itu, mereka bertiga pun langsung berhenti dari lari mereka.


"Sebuah ide? Apa itu?" tanya Coro Ocra.


"Sebenarnya, di musim dingin seperti ini, aku bisa memanfaatkan kekuatan air ku untuk melakukan sensor lacak terhadap seseorang atau apa pun itu. Hanya saja, proses pelacakan ini memakan waktu yang cukup lama dan juga karena aku juga belum menyempurnakan jurus ini, terkadang hasilnya juga tidak akurat," jelas Watanabe Rin.


"Kalau begitu lakukan lah, kau gunakan jurus mu itu, sementara aku akan mencoba untuk menelusuri jalan kembali ini terlebih dahulu biar tidak terlau buang-buang waktu. Jangan lupa untuk langsung menghubungi ku jika kau menemukan sesuatu, mengerti?" tanya Coro Ocra.


"Siap mengerti senior," jawab Watanabe Rin.


"Dan untuk mu Lahar, sebaiknya kau bersama dengan Watanabe Rin," ucap Coro Octa lagi.


"Baik, senior Coro," jawab Lahar.


"Kalau begitu kalian aku tinggal dulu yah. Jangan lupa untuk langsung mengabari ku," ucap Coro Ocra yang langsung kembali berlari menelusuri keberadaan Genm Fred.


"Karena di saat aku sedang melakukan jurus pelacakan ini aku tidak bisa menggerakkan kedua telapak tangan ku, maka ***** jaga aku yah. Mohon bantuannya," ucap Watanabe Rin pada Lahar dan Langsung mulai menggambar simbol yang cukup rumit dan ukurannya sekitar satu meter. Setelah itu, Watanabe Rin langsung duduk di atas simbol yang baru saja ia gambar tersebut di atas salju.


Ia lalu terlihat merapatkan beberapa mantra sebelum menyatukan kedua telapak tangannya dan kemudian langsung mentakan kedua telapak tangannya ke arah simbol yang sedang ia duduki itu.


"Elemen air : Simbol Pelacakk," ucap Watanabe Rin sambil menempelkan kedua telapak tangannya tersebut ke simbol yang baru saja ia gambar itu.


Ia lalu terlihat memejamkan kedua matanya. Tak lama berselang, simbol tersebut kini terlihat bercahaya dan mengeluarkan gelembung-gelembung kecil. Sepertinya, jurus itu sudah mulai bekerja. Kini, di sekitar Rin terlihat ada sebuah angin yang berhembus dari tepian simbol itu.

__ADS_1


Meskipun Watanabe Rin hanya diam saja, akan tetapi entah kenapa Watanabe Rin sudah mulai terlihat letih, padahal baru sekitar 10 menit saja ia menggunakan jurus itu. Kini, di bagian wajah dan kepalanya sudah dipenuhi oleh peluh yang menetes.


Sementara itu, Lahar dengan penuh amanah tetap menjalankan tugasnya untuk selalu bersama Watanabe Rin. Ia terlihat begitu serius mengamati Watanabe Rin tersebut.


Setelah sekitar 20 menit menggunakan jurus Simbol Pelacak, Watanabe Rin kini terlihat telah menghentikan jurusnya itu. Sinar dan hembusan angin yang tadinya memancar dari tepian simbol itu, kini perlahan telah redup dan menghilang. Begitupun dengan gelembung-gelembung yang tadi berterbangan di sekitar simbol tersebut, kini telah menghilang.


Wajah Watanabe Rin kini terlihat begitu pucat dan lemas. Keringat-keringat terlihat dengan deras menetes dari seluruh badannya. Lahar yang tanggap pun langsung menyanggah tubuh Watanabe Rin yang sudah hampir jatuh ke depan menyentuh tanah.


Grep. Lahar dengan sigap menangkap tubuh Watanabe Rin. "Maaf merepotkan," ucap Watanabe Rin lirih.


"Tak apa, tak usah sungkan. Lagi pula sudah menjadi tugas ku untuk menjaga mu," ucap Lahar yang perlahan mencoba menegakkan kembali tubuh Watanabe Rin supaya tidak terjatuh.


"Jadi bagaiman hasilnya? Apakah kau menemukan sesuatu?" tanya Lahar sesudah Watanabe Rin sudah bisa duduk dengan normal.


"Ya aku menemukan petunjuk, dari pelacakan yang aku lakukan tadi, aku menemukan bahwa aura milik senior Genm berada tidak jauh dari hutan Krimin," ujar Watanabe Rin.


"Sayang sekali, untuk saat ini aku baru bisa menggunakannya hanya untuk mencari lokasinya saja. Itu pun aku belum berani menjamin kebenarannya 100 %. Aku masih harus menyempurnakannya lagi," ucap Watanabe Rin.


"Kalau begitu, lebih baik kau istirahat terlebih dahulu sambil memberitahukan pada senior Coro bahwa senior Genm masih berada di dekat hutan Krimin," ucap Lahar.


"Baiklah, aku akan memberitahukan letak dari senior Genm terlebih dahulu pada senior Coro," ucap Watanabe Rin yang langsung mengeluarkan Botol Penghubung untuk menghubungi Coro Ocra.


"Hallo?" ucap Coro Ocra dari Botol Penghubung itu.


"Hallo senior, aku sudah menemukan dimana letak senior Genm berada," ucap Watanabe Rin dengan suara yang masih pelan.


"Dimana itu?" jawab Coro Ocra lagi.

__ADS_1


"Dari hasil pelacakan ku, aku menemukannya masih berada di dekat hutan Krimin," ucap Watanabe Rin.


"Apaaah? Hutan Krimin? Cihhh. Ya sudah aku akan langsung menggunakan kecepatan penuh ku menuju ke sana. Aku ingin mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi padanya sehingga ia masih begitu betah berada di sana. Di tambah lagi, ia tidak bisa dihubungi," gumam Coro Ocra.


"Kalau begitu saya akan beristirahat terlebih dahulu senior. Saya terlalu banyak menggunakan kekuatan saya pada jurus pelacakan tadi," ucap Watanabe Rin.


"Oh iya, pastikan kau pulih dengan benar yah baru kau boleh melanjutkan perjalanan mu," ucap Coro Ocra.


"Baik senior. Sampai bertemu lagi," ucap Watanabe Rin yang lalu langsung mengakhiri panggilan dengan Coro Ocra tersebut.


"Ini, kau boleh menggunakannya untuk mengelap peluh mu yang dari tadi masih keluar itu," ucap Lahar sambil memberikan sebuah kain yang untuk mengelap peluh Watanabe Rin.


Meskipun sekarang adalah musim dingin dan tentu saja suhunya juga dingin, akan tetapi Watanabe Rin yang habis menggunakan jurus "Elemen Air : Simbol Pelacak" itu merasa begitu kelelahan sehingga tubuhnya terus mengeluarkan peluh bahkan hingga sekarang. Maklum saja, di usianya yang baru 16 tahun itu, ia sudah menggunakan jurus yang bisa dikategorikan ke dalam jurus tingkat tinggi tersebut.


"Eh makasih. Sebenarnya aku juga punya sendiri," jawab Watanabe Rin yang terlihat sedikit agak terkejut.


"Sudah tidak apa-apa. Pakai saja. Tenang, itu masih baru kok. Belum aku gunakan sedikit pun. Kau bisa tenang memakainya," ucap Lahar.


"Bukan, bukan itu maksud ku," jawab Watanabe Rin.


"Lalu apa?" tanya Lahar lagi.


"Bukan apa-apa kok. Lupakan hehe," kali ini Watanabe Rin sedikit tersenyum. Watanabe Rin sendiri dikenal sebagai pribadi yang selalu terlihat serius dan jarang sekali tertawa. Ia sudah bergabung di guild sejak tahun lalu. Berarti sekarang sudah sekitar 1, tahun ia bergabung dengan guild yang sama dengan Lahar.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2