Kesatria Bulan

Kesatria Bulan
Chapter 8 : Hilang Kontak


__ADS_3

Botol penghubung ini adalah sebuah alat berbentuk botol dengan sedikit benang sihir di pangkal dan ujungnya. Kegunaan dari botol penghubung adalah untuk berkomunikasi jarak jauh.


"Oiya tadi ngomong-ngomong penyebab dari pada rusaknya senjata api mereka itu karena ulah mu kan Rin?" ucap Genm Fred.


"Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan," jawab Watanabe Rin.


"Hahaha seperti biasa yah kamu selalu jutek seperti itu. Nanti kalau kamu terus-terusan jutek seperti itu, kamu akan kesulitan mendapatkan seorang kekasih lohh," celetuk Genm Fred.


"Tapi kepribadian anda sangat berbeda sekali dengan saat di medan pertempuran wahai senior Fred. Bicara anda tadi begitu sopan bila berbicara dengan musuh, tapi kenapa anda berbicara seperti asal bicara jika dengan sesama rekan guild?" ucap Coro Ocra.


"Oi oi oi tentu saja di dalam bekerja kita harus bersikap profesional. Lagi pula, seburuk apa pun musuh kita, kita harus tetap menghormati mereka kan? Hahahaha," ucap Genm Fred sambil tertawa.


"Menghormati mereka kata mu? Jangan omong kosong. Aku masih ingat ketika anda mengerjai musuh dan membiarkan mereka membeku kedinginan sebelum ditangkap. Itu terjadi sekitar 2 minggu yang lalu, apa anda lupa wahai senior Fred?" timpal Ciri Ocra.


"Hahaha kau masih mengingatnya yah? Sudahlah yang lalu biarlah berlalu jangan terlalu diungkit-ungkit. Lagi pula kau kan selama pertempuran tadi tidak melakukan apa-apa. Tadi, ketika aku hampir tertusuk pedang musuh, kenapa kau diam saja? Seolah-olah kau malah seperti ingin melihat kepala ku ini copot yah? Hahaha," ucap Genm Fred.


"Bukannya begitu, aku hanya tidak bernafsu melawan musuh yang lemah seperti mereka. Jadi, aku membiarkannya begitu saja. Lagi pula aku ingin mengetahui bagaimana reaksi mu jika tidak ada yang menangkisnya, tapi pada akhirnya anak baru itu yang menghabisi perampok bodoh itu," ucap Ciri Ocra.


"Oi oi oi, kasar sekali ucapan mu. Anak baru itu kan punya nama, namanya Lahar," timpal Genm Fred.


"Hahaha bukan maksud ku seperti itu, lagi pula yang pertama memanggilnya dengan sebutan itu bukannya anda sendiri yah? Tapi yang jelas aku sangat suka gaya bertarungnya itu tadi," ucap Coro Ocra.


" Hahaha bernakah? Aku sendiri tidak terlalu mengingatnya. Namun, aku juga begitu. Aku menyukai gerakan berpedangnya. Entah kenapa gaya berpedangnya itu mengingatkan ku kepada seseorang," ucap Genm Fred.

__ADS_1


"Mengingatkan anda pada siapa?" tanya Coro Ocra penasaran.


"Aku lupa siapa namanya, tapi ketika kecil dulu, aku pernah melihatnya. Ya walaupun hanya sekali tapi entah kenapa gaya bertarungnya aku masih sangat mengingatnya," jawab Genm Fred.


Selanjutnya, rombongan pengantar barang itu pun kembali melanjutkan perjalanan mereka. Begitu juga dengan Lahar, Watanabe Rin, dan juga Coro Ocra. Mereka bertiga berangkat terlebih dahulu menemani rombongan pengantar barang itu meninggalkan Genm Fred yang masih harus menunggu dewan keamanan datang.


***


Akhirnya setelah kurang lebih satu hari perjalanan, para rombongan itu telah sampai di tempat tujuan dengan selamat. Setelah mereka dihadang di hutan Krimin, mereka tidak bertemu dengan halangan lagi sehingga perjalanan mereka pun lancar sampai ke tujuan setelah itu.


Kini, para rombongan dan juga para pengawalnya (Lahar, Watanabe Rin, dan Coro Ocra) tengah beristirahat dan langsung dijamu dengan makanan dan minuman yang amat banyak dan berbagai macam. Jamuan itu sendiri lebih terlihat seperti sebuah pesta.


Namun hingga kini, belum ada kabar lagi dari Genm Fred, ketua kelompok dalam misi pengawalan kali ini. Sejak berpisah di hutan Krimin tadi, Genm Fred belum memberikan kabar lagi.


"Coba sekali yah," ucap Coro Ocra sambil mencoba untuk menghubungi Genm Fred dengan Botol Penghubung.


"Sial masih tidak mau terhubung," gumam Coro Ocra.


"Kalau begitu tidak ada pilihan lain selain langsung kembali ke hutan Krimin lagi. Atau paling tidak kita melewati rute yang tadi kita lewati. Barang kali senior Genm mendapat sebuah masalah saat sedang mengejar kita," ucap Lahar.


"Oi oi oi kau tau kan seberapa jauh jaraknya? Jika kita pergi sekarang, kita pasti akan kehabisan tenaga. Lagi pula kita juga belum makan apa-apa," timpal Coro Ocra.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita makan saja dulu, setelah itu kita langsung kembali?" ucap Lahar.

__ADS_1


"Itu juga tidak mungkin kan? Bagaimana mungkin kita makan sedangkan ketua kita belum datang?" keluh Coro Ocra.


"Lalu bagaimana sebaiknya? Feeling ku mengatakan kalau telah terjadi sesuatu dengan senior Genm. Kalau kita tidak segera bertindak, mungkin dia akan celaka," tutur Lahar.


"Cihhh," gumam Coro Ocra.


"Kalau begitu coba kalian makan pil ini," ucap Watanabe Rin sambil memberikan sebuah pil masing-masing pada Lahar dan Coro Ocra.


"Pil apa ini?" tanya Coro Ocra sembari mengambil pil tersebut dari tangan Watanabe Rin.


"Itu adalah pil yang akan membuat kalian melupakan rasa lapar, kantuk, dan lelah kalian selama 12 jam. Dengan catatan, maksimal kalian menggunakan pil itu adalah satu kali per dua hari," ucap Watanabe Rin.


"Begitu ya. Aku rasa pil ini akan sangat membantu sekali. Ya sudah lebih baik kita makan pil ini terlebih dahulu lalu kita meminta bekal pada mereka. Siapa tahu senior Fred belum makan atau sedang kelaparan," ucap Coro Ocra.


Mereka bertiga lalu langsung menghadap sang saudagar kaya raya sang pemilik barang yang tadi dikawal oleh mereka. Mereka lalu mengungkapkan bahwa mereka sepertinya tidak bisa ikut perjamuan. Sehubungan dengan misi mereka yang sudah selesai, mereka pun meminta izin untuk pamit. Namun sebelum itu, jika diizinkan mereka juga meminta bekal terlebih dahulu untuk bekal mereka di perjalanan pulang sekaligus untuk beejaga-jaga jika Genm Fred memang dalam keadaan berbahaya.


Saudagar itu lalu mengizinkan mereka bertiga untuk kembali, lagi pula misi mereka memang sudah selesai. Saudagar itu juga memberikan bekal yang cukup banyak kepada mereka bertiga. Tak ketinggalan, sebelum mereka pergi, saudagar itu juga mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka. Saudagar itu juga berpesan pada mereka bertiga untuk menyampaikan salamnya pada ketua guild mereka.


Setelah semuanya siap, mereka bertiga lalu memulai perjalanan kembali. Saat ini, waktu sudah memasuki tengah malam, mereka pun menggunakan kekuatan milik Coro Ocra yaitu elemen apinya untuk menerangi jalan. Sementara itu, yang bertugas untuk membawa bekal pemberian saudagar tadi adalah Lahar.


Malam semakin berlalu, suara auman serigala terus-terus saling bersahutan. Malam pun terasa semakin dingin dan pekat. Saat ini, mereka sudah berjalan cukup jauh. Sejauh ini, mereka juga belum bisa menghubungi kembali Genm Fred, atau bertemu dengannya di jalur ini.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2