Kesatria Bulan

Kesatria Bulan
Chapter 7 : Pertarungan Melawan Para Perampok


__ADS_3

"Mungkin mereka tidak sehebat yang kau kira, mereka masih belum bisa memaksimalkan kekuatan mereka ini," ucap Coro Ocra menanggapi ucapan Genm Fred tadi.


"Mereka datang, bersiaplah!" ucap Genm Fred dengan serius.


Benar saja, setelah Genm Fred mengucapkan hal itu, kini terlihat segerombolan perampok terlihat sudah datang dari arah depan. Para perampok itu terlihat dibekali dengan senjat api yang lengkap. Beberapa dari mereka juga membawa pedang di punggungnya.


"Serahkan barang bawaan kalian itu tuan jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian," ucap pemimpin perampok itu yang mana wajahnya dipenuhi dengan bekas sayatan dan juga jahitan. Rambutnya panjang bewarna hitam dan agak keriting, serta tubuhnya yang besar, sekitar 192 cm dan agak gempal. Tak ketinggalan, tato model abstrak juga terlihat memenuhi lengan kanan dan kirinya itu. Meskipun saat ini musim dingin, tetapi ia memakai pakaian tanpa lengan. Dan bajunya juga terlihat tipis dengan memperlihatkan bagian dadanya itu.


Kini Genm Fred, Coro Ocra, Watanabe Rin, dan juga Lahar terlihat turun dari atap kereta kuda. Mereka kini berdiri sekitar 20 meter di hadapan gerombolan perampok itu.


"Maafkan saya tuan-tuan sekalian. Saat ini misi saya adalah untuk mengawal barang bawaan ini agar selamat sampai ke tujuan. Oleh karena itu, saya tidak bisa mengindahkan permintaan tuan tadi. Jika berkenan, bolehkah kami melintasi hutan ini agar kami bisa melanjutkan perjalanan kami yang masih sangat jauh ini?" ucap Genm Fred dengan nada sopan.


"Hahahaha aku tersentuh sekali dengan perkataan mu yang lemah lembut dan sopan itu. Kamu memang anak muda yang baik, tapi... Sayang sekali anak muda... Saat ini yang ada di hadapan mu bukan lah guru atau para cendekiawan atau para pedagang atau semacamnya. Kami ini perampok hahahaha. Jika kalian ingin selamat, cepat serahkan barang bawaan kalian itu," ucap pemimpin perampok itu lagi.


"Sekali lagi maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak bisa melakukannya," jawab Genm Fred dengan sopan.


"Kalau begitu sayang sekali anak muda. Hidup mu akan berakhir di sini. Padahal kau adalah anak muda yang sopan... Baiklah akan aku berikan tawaran terakhir. Bagaimana kalau kalian berempat menjadi anak buah ku saja dan menyerahkan semua barang bawaan itu? Dengan begitu hidup kalian masih bisa diselamatkan hahaha," ucap pemimpin perampok itu lagi.


"Mohon maaf tuan-tuan, tetap saja kami tidak bisa melakukannya," balas Genm Fred dengan sopan.


"Kalau begitu, tidak ada pilihan lain... Semuanyaaa bantai para bocah ingusan itu... Jangan sisakan walau hanya tulangnya... Hajarrrr!!!!!" teriak pemimpin perampok itu.

__ADS_1


"HoraaaaaaaaaAAAAA," teriak para perampok itu sembari mulai berlari dan menyerang ke arah kami. Perampok yang jumlahnya sekitar 20an itu menyerang menggunakan pedang mereka. Sementara sekitar 10 sisanya bersiap menggunakan senjata api mereka dari belakang.


"Elemen tanah : Dinding tanah raksasaaa," ucap Genm Fred sambil menghentakkan tangan kanannya ke tanah bersalju itu. Lalu seketika itu juga sebuah dinding tinggi dan besar langsung menerjang para perampok itu dari arah bawah dan mengangkat mereka semua ke udara.


Tak tinggal diam para perampok di belakang yang sudah siap menarik pelatuk senjata api mereka pun kini terlihat akan segera menembak ke arah Lahar dan kawan-kawan. "Tembakkkkk," teriak pemimpin perampok itu.


Cek cek cek cek. Suara pelatuk yang sudah tidak berfungsi lagi. "Kenapa senjata kami tidak bisa digunakan? Padahal tadi sebelumnya sudah kami cek lohhh," ucap salah seorang perampok regu penembak.


"Haaa? Apa kata mu? Dasarrr bodohhhhh, cepat lempar granatnya saja. Jangan sampai bocah ingusan itu hidup pokoknya," ucap pemimpin perampok itu.


Lalu, para pasukan penembak itu langsung melemparkan granat ke arah Lahar dan yang lainnya. Namun, lagi-lagi granat yang mereka lempar itu tidak sampai meledak. Mereka pun kebingungan dengan apa yang tengah terjadi.


"Kenapa granat itu tidak meledak? Dasarrr bodoohhh, tidak bergunaa!!" ucap pemimpin perampok itu dengan penuh amarah. Ia pun lalu memukul salah satu anak buahnya itu hingga tersungkur ke tanah.


Kini, para perampok itu sudah tidak punya apa-apa lagi untuk melawan Lahar dan yang lainnya, kecuali kekuatan si pemimpin itu tadi. Namun dari raut wajahnya saat ini, ia terlihat begitu gelisah dan ketakutan.


"Ada apa dengan wajah anda itu wahai ketua? Kenapa anda terlihat begitu ketakutan begitu?" tanya Genm Fred dengan lemah lembut dan sopan.


"Ku ku ku kurangggg ajaarrr kalian," ucap pemimpin perampok itu dengan sedikit gemetaran.


"Saya kira tadi yang muncul adalah penjahat yang lebih hebat dari ini, ternyata cuma penjahat rendahan yah... Kalau begitu sekarang gantian saya yang akan memberikan anda pilihan. Mau menyerahkan diri secara sukarela? Atau mau lewat pertarungan?" tanya Genm Fred dengan sopan.

__ADS_1


"Memangnya siapa kau bisa memerintah ku seperti itu, kurang ajarrrr," pemimpin perampok itu lalu langsung menyerang ke arah Genm Fred dengan menggunakan pedangnya. Namun, di saat pemimpin perampok itu akan menjangkau kepal Genm Fred, dengan sigap Lahar langsung menangkis serangan itu dengan pedangnya.


Genm Fred memang sengaja hanya diam saja dan tidak menghindar. Ia percaya bahwa Lahar pasti akan menangkis serangannya itu.


Tingggg. Bunyi hasil dua pedang yang saling beradu. Lalu lahar dengan kuat langsung menghempaskan penjahat itu ke belakang.


"Uraaaaghhhh," pemimpin perampok itu tersungkur ke belakang.


Jeg jeg jeg jeg. Bunyi langkah kaki Lahar yang sedang berjalan mendekat ke arah pemimpin perampok itu.


Sambil menodongkan pedangnya, Lahar berkata, " Cepat menyerah saja dan letakkan senjata mu atau aku akan langsung memenggal kepala mu ini. Asal kau tau saja, aku tidak se-sopan senior Genm."


"Ba ba baikalah... Aku menyerah... To... Tolong jangan bunuh aku," ucap pemimpin perampok itu sambil merengek meminta belas asih dan langsung menjatuhkan pedang yang tadi ia pegang.


"Baguslah kau tidak melawan," ucap lahar yang lalu langsung mengarungkan kembali pedangnya itu. Kini, ia langsung memborgol pemimpin perampok itu.


"Wah ternyata wajah anda lucu juga yah tuan ketika sedang merengek seperti tadi. Wajah anda yang dipenuhi brewok itu, sama sekali tidak cocok dengan raut wajah rengekan anda tadi hahahaha," kini Genm Fred terlihat tertawa.


Selanjutnya, Lahar dan yang lainnya langsung mengikat semua gerombolan perampok itu dengan tali yang kuat. Mereka mengikat para perampok itu di pinggir jalan dan lalu memanggil dewan keamanan terdekat untuk langsung mengadili para perampok ini. Mereka memanggil dewan pengaman dengan alat yang disebut "Botol Penghubung".


***

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2