
"Hahahaha rasakan itu para bangsawan bedebah," suara tawa yang melengking tiba-tiba terdengar dari atap sebuah menara di sekitar alun-alun.
"Oi lihat itu, di sana," teriak salah satu penjaga.
"Oi apakah kau dalang dibalik ledakan tadi?" teriak penjaga yang lain.
"Haaaa? Apakah aku salah dengar nih? Pertanyaan bodoh macam apa yang barusan kau tanyakan itu. Ha... Hahahaha," suara tawa yang melengking itu kembali terdengar dari mulut pria misterius itu dari agan sebuah menara.
"Sudah jelas itu pelakunya, cepat habisi diaaaa," teriak salah seorang prajurit lainnya yang mana langsung disambut oleh serbuan belasan prajurit.
"Percuma saja, dasar orang-orang bodoh," ucap lelaki misterius dengan suara lirih dan dengan senyum yang sangat beringas.
Pria itu terlihat tidak akan menghindar dari serbuan serangan belasan prajurit yang saat ini sedang menyerbunya itu. Ia terlihat begitu tenang dan malah terlihat tersenyum.
"Wushhhhhh," saat berbagai serangan mengenai tubuh pira misterius itu, tiba-tiba saja serangan-serangan itu terlihat menembus dirinya yang mana saat ini berubah menjadi kumpulan asap yang warnanya hitam.
__ADS_1
Dalam sekejap, pria misterius yang terlihat memakai topeng dan jubah hitam itu kini berada di bawah di sekitar penjaga-penjaga yang tadi menyerangnya itu. Ia lun lalu langsung mengeluarkan jurus yang mana langsung menghempaskan semua penjaga di area itu ke segala penjuru mata angin dengan hentakan yang luar biasa.
"Huaaaaaaahhh," teriak para penjaga yang terhempas itu.
"Jadi cuma segini kemampuan penjaga di kota ini? Kalau dengan kemampuan menyedihkan seperti itu kalian sudah disebut sebagai kesatria penjaga, maka tentu saja akan sangat mudah sekali untuk membunuh Wali kota dan Wakilnya," ucap pria misterius bertopeng itu sambil berjalan ke arah Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mana saat ini terlihat sangat gemetaran di bawah reruntuhan bangunan yang tadi meledak itu. Para penjaga yang tadi menjaganya, kini terlihat sudah berjatuhan karena terkena serangan pria bertopeng itu.
"Ingat ini yah kalian para bangsawan kotor, nama ku adalah Gangsmoke. Aku tidak memiliki nama keluarga. Kalian tau kan apa artinya itu? Ya, benar sekali aku adalah rakyat jelata yang mana dulu hidup ku sangatlah menderita dan penuh dengan penindasan. Segala bentuk ketidakadilan silih berganti menerpa kehidupan ku ketika aku masih kecil dulu. Semua itu, gara-gara kalian, dasar BANGSAWAN SAMPAH," ucap pria misterius bertopeng itu dengan meninggikan nada di akhir kalimatnya sambil terus perlahan berjalan menuju ke arah Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mana terlihat sudah tidak berdaya lagi.
"Setidaknya, sebelum kalian mati, aku sudah terlebih dahulu memberitahu kalian nama ku," pria misterius bertopeng itu lalu berhenti dan terlihat mengambil sebuah pistol dari sisi kanannya.
"DOOOR... DOOOOR..." suara tembakan yang mana memecah suasana yang mana saat itu begitu hening dan mencekam. 2 peluru yang ditembakkan oleh pria misterius bertopeng bernama Gangsmoke itu terlihat hanya tipis melewati samping kanan dan kiri Wali Kota dan Wakil Wali kota. 2 peluru itu terlihat hanya menyerempet pipi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota sehingga sekarang darah segar mulai terlihat keluar dari bekas luka di pipi mereka berdua itu. Sepertinya Gangsmoke memang sengaja untuk tidak mengenai mereka berdua, dengan kata lain Gangsmoke memang hanya mengincar pipi mereka berdua.
"Bagaimana rasanya tidak ada yang menolong kalian disaat sedang dalam keadaan terdesak seperti sekarang ini? BAGAIMANA??? HAAA?? APA? KALIAN BEGITU TERLIHAT KETAKUTAN. SEPERTINYA SAKING KETAKUTANNYA KALIAN, KALIAN SAMPAI GAK BISA BICARA YAH? HAHAHAHA MENYEDIHKAN SEKALI HAA... HAHAHAHA," ucap Gangsmoke lagi yang mana suaranya kali ini terdengar lebih keras dan melengking lagi.
Sebenarnya di situ masih ada satu kesatria lagi yang bertugas menjadi penjaga, yaitu Lahar. Namun seperti yang sudah diketahui, Lahar amat membenci para bangsawan itu, sama seperti Gangsmoke. Ia pun kini bimbang antara mebiarkan Wali Kota dan Wakilnya itu terus menerus di teror oleh orang itu yang mana sesuai dengan hati kecilnya, atau menolongnya sesuai dengan tugas dasarnya sebagai penjaga keamanan festival.
__ADS_1
"Hahaha sekarang kalian bisa mengatakan kata-kata terkahir kalian. Dalam hitungan ketiga, aku akan langsung menembakkan peluru tepat ke arah jantung kalian. Jadi, kalian hanya punya waktu kurang dari tiga detik untuk mengatakan kata-kata terkahir kalian. Kita mulai satu... dua... ti... ga--- Dooor... Doooor..." Gangsmoke benar-benar menembakkan pistolnya tepat ke arah dada mereka berdua. Karena masih begitu ketakutan, mereka pun belum sempat mengatakan apa-apa.
"........ Ha? Kalian masih hidup?" ucap Gangsmoke dengan terkejut dan alisnya pun saat ini terlihat terangkat satu.
"Nama mu Gangsmoke yah? Maaf mengganggu kesenangan mu," ucap Lahar yang kini terlihat sudah melompat tepat di depan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang masih terlihat sangat syok dan mungkin saat ini mereka mengira kalau mereka sudah benar-benar tertembak. Pada akhirnya, kedua pejabat dan bangsawan itu pun jatuh pingsan.
"Wohohoho lihat siapa yang datang... Ternyata seorang anak muda yang masih polos yah... Apa kau itu juga termasuk penjaga keamanan festival sama seperti mereka juga yah?" tanya Gangsmoke dengan sombong sambil menunjuk pada para penjaga yang telah jatuh pingsan karena terkena serangannya tadi. "Tapi harus aku akui, kau sepertinya sedikit lebih kuat dari pada mereka ini yah... Buktinya kau bisa menangkis dua peluru hasil tembakan ku tadi dengan cara melemparkan 2 besi berukuran kecil untuk membelokkan laju dari pada peluru tadi... Kau benar-benar hebat yah..." ucap Gangsmoke lagi.
"Ya, kau benar. Aku ini disewa untuk menjadi penjaga keamanan festival ini. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban ku untuk menangkap siapapun yang menyebabkan kekacauan di festival ini," jawab Lahar.
"Wah sepertinya kau cukup pemberani juga ya... Dari sorot mata mu, sama sekali tidak ada keragu-raguan di sana... Hmm menarik sekali... Kalau begitu aku akan mencoba bersenang-senang dahulu bersama mu sebelum aku membunuh dua bangsawan di belakang mu itu. Tenang saja, aku tidak akan membunuh mu kok. Aku hanya membunuh bangsawan. Karena tampilan mu seperti itu, aku pikir kau itu bukanlah salah satu dari bangsawan kan?" ucap Gangsmoke lagi.
Lahar kini terlihat sudah berkuda-kuda dan sudah meletakkan tangannya di pedangnya itu. Ia sudah siap kapan pun untuk mencabut pedangnya itu apabila sudah dibutuhkan.
"Kita mulai ya--- Door Dooor," Gangsmoke lalu langsung menembak ke arah lahar dengan senyum sombong miliknya itu.
__ADS_1
***
Bersambung