
Disekolah Tunas Bangsa heboh karena tersebarnya Video yang tak pantas dilihat bagi seorang siswi.
"Dasar murahan." Ucap salah satu siswi itu.
"Pergi lo dari sini, lo itu tidak pantas sekolah disini." Usir Siswi itu sambil mendorong perempuan itu hingga terjatuh.
"Hey kamu apa-apaan si dorong Salma seperti itu." Marah Ririn pada siswi yang mendorong Salma.
"He.. lo harus tahu teman lo ini itu seorang ******, ia tidak pantas sekolah disini." Ucap Siswi itu lagi.
Bruuumm
Bruuumm.
Semua siswa-siswi menoleh kearah motor yang melaju masuk kearah parkiran sekolah.
"Siapa itu ya"
"Kayaknya Siswi baru"
"Semoga cogan"
Begitulah pembicaraan siswa-siswi penasaran siapa pengendara motor yang baru masuk ke area sekolah.
begitupun Salma dan Ririn penasaran siapa pengendara motor sport itu. Semua menahan nafas ketika pemuda itu membuka helmnya begitupun juga yang dia bonceng.
"Ayo turun sayang." ucap pria itu.
__ADS_1
"Iya Rey, Tapi kita jadi pusat perhatian gara-gara kamu." Ucap Reyna cemberut.
"WA ka Rey semakin tampan"
"Gadis Ice juga semakin cantik." Timpal pemuda berkecama itu.
"Yaelah perempuan kayak gitu kalian bilang cantik, cantikan gue kali." Ucap Salma sinis.
"Cantik si, tapi sudah longgar." Ucap perempuan itu membuat Salma terdiam.
"Jaga ucapan lo ya agnes. Jangan asal jeplak ajah tu mulut." Bentak Ririn sambil menunjuk agnes.
Agnes adalah siswi di Tunas bangsa yang cukup berada, namun kekayaannya masih diatas Salma.
"Kenyataannya begitu, buka ajah HP lo video dia juga sudah tersebar yang lagi melayani om-om." Cibir agnes.
"Sudah ayo kita pergi, gue yakin ini pasti ulah Reyna." Ucap Salma mengepalkan tangannya.
"Panggilan kepada Salma Haryanto pergi menghadap pada Pak Sofyan di ruang BK."
"Itu lo dipanggil ke ruang BK." ucap Ririn pada Salma.
"Iya gue pergi dulu." Jawab Salma lalu berjalan kearah Ruang BK.
Tok tok tok
"Masuk"
__ADS_1
Setelah Pak Sofyan menyuruhnya masuk, ia pun membuka pintu.
Ceklek.
"Maaf Pak, ada apa memanggilku." Ucap Salma menunduk.
"Kamu sudah mempermaluhkan sekolah dan maaf Salma kamu harus dikeluarkan dari sekolah ini. karena kamu telah mencoret nama sekolah Tunas Bangsa." Ucap Pak Sofyan.
"Tapi Pak, itu bukan saya. Itu hanya editan yang merusak nama baikku pak." elak Salma.
Ceklek
"Maaf Pak aku terlambat." Ucap Pak Haryanto menatap tajam anaknya yang masih menunduk.
"Ayah" Ucap Salma Liri tidak berani menatap ayahnya.
"Tidak apa-apa Pak. Silahkan duduk Pak" Ucap Pak Sofyan mempersilahkan duduk Ayah Salma.
"Begini Pak, terpaksa kami mengeluarkan dia dari sekolah ini karena dia telah mencoret nama baik sekolah Tunas Bangsa." Ucap Pak Sofyan lagi.
Sedangkan Pak Haryanto hanya menghela nafas panjang. "Baik pak. Aku Terima keputusan pihak sekolah karena ini memeng kesalahan anakku." Ucap Pak Haryanto.
"Kalau begitu kami permisi Pak, sekalian ijin aku akan membawa Salma pulang bersamaku." Pamit Pak Haryanto lalu menarik Salma dengan kasar keluar Ruang BK.
"Ayo pulang, kamu taunya biking malu keluarga." Bentak Pak Sofyan masih menarik Salma dengan kasar.
"Ya, itu bukan Salma, Salma dijebak ya." Bohong Salma dan berusaha meyakinkan ayahnya kalau divideo itu bukan dirinya.
__ADS_1
"Buktikan kalau video itu bukan dirimu, ayah berharap Video kamu itu tidak berimbas ke perusahaan Ayah. Kalau sampai itu terjadi kita bisa jatuh miskin." Ucap Pak Haryanto dan masih menyeret Salma menuju mobilnya.