
Dikelas XI IPA 1,seorang guru telah menjelaskan materinya dengan serius. Sementara Reyna sudah berada dalam mimpinya. Ia tidur didalam kelas tanpa memperhatikan pelajaran gurunya.
Sementara di kelas lain, tepatnya kelas Reyhan.
"Sebentar lagi kalian akan ujian kelulusan dan bapak Harap semuanya mulai dari sekarang belajar yang rajin." Ucap guru pak botak karena kepalanya botak. Ia adalah guru Fisika dikelas Reyhan.
"Baik Pak" Ucap siswa-siswi serempak.
"Rey, ajarin gue ya, lo kan pintar, Brian juga pintar hanya gue yang agak bodoh." Bisik Dimas yang hanya diangguki Reyhan.
"Nyadar juga kalau lo itu bodoh" Ejek Brian.
"Ussstt Diam, nanti pak botak mengeluarkan kita dari kelasnya." Ujar Reyhan tegas membuat kedua temannya langsung diam dan kembali menatao kedepan melihat gurunya yang menjelaskan materinya.
Triiing.... Triiing.... Triiing..
Bel istirahat berbunyi semua siswa-siswi pergi ke kantin begitupun dengan Reyna, sementara Reyhan lagi sibuk diruang OSIS karena ia akan mencari kandidat yang cocok untuk mengantikannya sebagai ketua osis.
Reyna sudah duduk enteng dikantin seorang diri.
"Hai boleh gue duduk disini." Ucap Amelia yang diangguki Reyna.
__ADS_1
"Lo, pacarnya Reyhan."
Mendengar perkataan Amelia, ia berhenti menyuap mulutnya. Lalu ia menatap Amelia dan kembali melanjutkan makannya.
"Gue bicara sama lo, kok diam ajah si." Ucap Amelia kesel karena dicuekin.
Amelia menyeringai ketika melihat Reyhan datang ke kantin.
Amelia berdiri dan menghampiri Reyna lalu memegang tangan Reyna. Reyna menyentak tangannya agar cekalan Amelia terlepas.
"Aduuuu..." Ringis Amelia yang terjatuh akibat hentakan tangan Reyna.
"Rey, kok lo jahat banget si, gue kan hiks hiks mau berteman dengan lo." Ucap Amelia se suguhkan sementara Reyna hanya diam dan cuek tidak perduli apa yang dikatakan Amelia kepadanya karena ia tahu Amelia hanya pura-pura jatuh dan mengeluarkan air mata buaya.
"Amel, lo tidak apa-apa?" Tanya Reyhan cemas melihat sahabat kecilnya terjatuh.
"Aku tidak apa-apa Rey, apa aku salah hiks hiks mau berteman hiks hiks dengan dia." Ujar Amelia memeluk Reyhan dan menatap Reyna seakan mengejek.
"Ren lo apa-apaan si, kenapa lo dorong dia. diakan cuma mau berteman sama lo." Marah Reyhan pada Reyna sementara Reyna hanya diam dan menatap datar Reyhan.
"Lo tidak lihat kejadiannya kan, lo udah berani kritik gue." Ucap Reyna yang membuat Reyhan terdiam.
__ADS_1
Setelah lama ia keterdiamannya. Ia kembali menatap tempat Reyna berdiri. Namun orangnya sudah tidak ada.
Reyhan mau pergi mencari Reyna namun tangannya dicekal oleh Amelia.
"Rey kaki gue sakit." Ucap Amelia berharap Reyhan menolongnya sementara kedua temannya merutuki kebodohan Reyhan.
Reyhan menggendong Amelia alah bridal style dan membawanya ke UKS.
Anak PMR pun mengoleskan minyak ke kaki Amelia yang sakit dan mengobati tangannya yang memar.
Semetara Reyhan keluar dari UKS untuk mencari Reyna, Ia sudah berkeliling disekolah namun ia tetap belum menemukan Reyna.
sementara yang ia cari berada di markasnya. Ia berada di ruang latihan, ia berlati sambil mengeluarkan semua emosi yang ada dalam dirinya.
Brengsek.... Brengsek...
Aaaaaahhhhkkk......
Reyna berteriak dengan perasaan kesel.
Sementara diluar ngeri mendengar teriakan Reyna tidak seperti biasa. bahkan tidak ada yang berani mendekat.
__ADS_1
Aldo melihat Dion masuk ke markas. Dengan cepat ia berlari menghampirimu Dion.