Ketos Dan Gadis Dingin

Ketos Dan Gadis Dingin
Bab 44


__ADS_3

"Dirga gue mau lo mencari tahu seorang gadis yang gue temui di Pantai dan gue butuh secepatnya.


"What, apa sahabatku yang satu ini sudah jatuh cinta." Ucap Dirga merangkul pundak sahabatnya. "Lo tenang ajah gue akan mendapatkannya demi lo." Ucap Dirga lagi.


"Lo akan jadi milikku atau perlu gue akan pindah sekolah di tempatmu." Ucapnya dalam hati.


Sementara ditempat lain Reyna sudah berada di bangkunya bersama Citra.


"Rey apa lo kenal perempuan yang memeluk Reyhan dikantin." Tanya Citra hati-hati agar tidak melukai perasaan teman sebangkunya.


"Hmm" Reyna hanya menjawab deheman pertanyaan Citra karena sejujurnya ia sangat malam membahas tentang perempuan itu yang tak tahu malu apa lagi mengenai Reyhan ia lebih malas membahasnya karena menurutnya Reyhan aki-laki plin plam tidak ada pendirian.


"Selamat pagi menjelang siang." Ucap Bu Sukma.


"Selamat pagi menjelang siang juga Bu" Ucap mereka serempak. Namun tidak bagi Reyna ia hanya menatap datar didepan Seakan pikirannya ada ditempat lain namun Raganya ada dikelas.


Sampai Bu Sukma selesai mengajar Reyna tetap Diam.


"Mending gue bolos ajah, gue tidak bisa konsentrasi belajar." Ucap Reyna dalam hati dan memasukkan semua barang-barangnya kedalam Tas. Lalu ia mengendong tasnya.

__ADS_1


"Rey lo mau kemana?" Tanya Citra sambil menahan tangan Reyna seakan lupa kalau Reyna tidak suka dipegang apalagi Reyna bersiap mau pergi meninggalkan kelas.


"Lepaskan... " Ucapnya datar.


Dengan sigap Citra melepas pegangan tangannya dan hanya menatap Nanar kelergian Reyna.


"Sampai kapan lo seperti ini. Jika memeng dia selalu nyakitin lo mending lo tinggalkan dia saja." Batin Citra.


Reyna sudah berada dilarkiran dan ia bersiap mau menyalahkan motornya. Namun mendengar suara seseorang yang sangat ia kenali membuatnya terdiam kaku.


"Ren, kamu mau kemana inikan masih jam belajar belum waktunya pulang." Ucap Reyhan lembut.


"Gue pulang dulu" Ucap Reyna datar dan langsung menyalahkan motornya dan langsung pergi tanpa memperdulikan Reyhan.


"Mending lo tinggalin pacar lo itu. gue lebih baik dari pacar lo itu. gue bisa bahagiain lo" Setelah mengatakan itu Amelia pergi dari hadapan Reyhan.


Sementara Reyna berada di Danau tempat biasa ia menyendiri.


"Hai Cantik kita ketemu lagi." Ucap pria misterius yang langsung duduk disamping Reyna tanpa permisi.

__ADS_1


Reyna berdiri bersiap melangkah pergi bamun tangannya dicekal oleh Pria misterius itu.


"Kenapa gue tidak marah tanganku dipegang sama dia." Ucap Reyna dalam hati. "Astaga sadar Rey lo itu punya suami, lo tidak boleh baper sama seorang pria." Ucap Reyna dalam hati dengan menggelengkan kepalanya


"Lo kenapa sakit kepala." Tanya pria misterius.


"Ngga" Jawabnya datar.


"Apa lo mau cerita, gue akan menjadi pendengar yang baik."


"Tidak perlu" Jawab Reyna lalu pergi bener-bener pergi bahkan ia tak menoleh lagi kebelakang.


Reyna mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.


Tolong.... Tolong....


Reyna menghentikan motornya karena mendengar teriakan seseorang.


"Berhenti, lepaskan ibu itu." Ucap Reyna dan menatap tajam preman yang berusaha mengambil tas ibu itu.

__ADS_1


"Kita akan lepasin ibu ini, tapi kamu harus layanin kita bertiga." Ucap preman yang diangguki kedua temannya yang masih memegang ibu itu.


"Jangan mimpi, gue nggak sudi disentuh dengan pria seperti lo." Ucap Reyna sinis.


__ADS_2