
"Lo kok kalian ada disini?" Tunjuk Citra pada kedua MOSWANTED yang banyak digilai kaum Hawa.
"Emeng ga boleh" Ucap Dimas Jutek.
Citra menggaruk kepalanya yg idak gatal. "I.. iya Boleh." Ucapnya dengan cengegesan.
"Cit, mana makanannya?" Tanya Reyna.
"Astaga Rey, ini makanannya." Citra meletakkan pesanan Reyna didepannya dan ia juga duduk disamping Reyna.
Dimas Menatap Brian dengan tajam pasalnya Brian hanya membawa makanan untuk dirinya sendiri.
"Makanan gue Mana Bri?" Ucap Dimas geran sementara Reyhan hanya diam sambil menatap Reyna yang lagi makan.
"Pak Kantin yang akan bawah, tangan gue tidak cukup bawah makanan kalian." Ucap Brian enteng
__ADS_1
Sebelum membalas perkataan Brian penjaga kantin sudah datang membawa makanan untuknya dan Reyhan. "Ini den makanannya."
"Iya Pak, Terimakasih" Ucap Reyhan datar.
"Kak Rey.... " Teriak Amel dengan bergalayut manja di lengan Reyhan. Sedangkan Reyna hanya memutar bola matanya malas. Citra menatap Reyna yang hanya terlihat santai.
"Mel, jangan begini tidak enak dilihat orang." Reyhan berusaha melepaskan tangan Amelia yang berada di lengannya sambil menatap Reyna dan ia berharap Reyna tidak marah padanya.
"Seharusnya lo itu harus sadar diri, Rey itu sudah punya kekasih jangan sampai kamu dicap sebagai pelakor." Ucap Dimas ceplas-ceplos.
"Tapi kan gue teman Reyhan dari kecil. Gue kan cuma mau melepas Rindu karena kita sudah lama tidak bertemu, Reyna pasti ngerti kok, iya kan Rey." Cicit Amelia dengan wajah memelas.
Mendengar namanya disebut ia mengangkat kepalanya dan menatap tajam Amelia. "Kalau gue keberatan bagaimana, Karena bagi gue tidak ada teman antara cewek atau cowok. Karena bisa saja salah satu diantara kalian saling suka." Reyna meletakkan sendoknya dan kembali berkata. "Ayo Cit kita pergi gue udah malas disini dan gue juga udah kenyang.
Dengan cepat Rey memegang tangan Reyna agar ia tidak pergi. Ia sangat takut kalau Reyna pergi seperti kemarin tanpa jejak. " Jangan pergi ya sayang temani aku makan dulu ya." Reyhan menarik tangan Reyna dan Reyna langsung duduk di pangkuannya yang membuat Teman-temannya melongoh.
__ADS_1
"Sial, awas ajah kamu Reyna gue akan memberi lo pelajaran." Ucap Amelia mengepalkan tangannya dan tidak tau malu ia langsung duduk disamping Reyhan.
"Rey antarin gue pulang ya, gue tidak bawah mobil soalnya mobil gue masuk bengkel."
"Maaf Mel, gue tidak bisa." Ucap Reyhan datar.
"Satu lagi Mel, gue paling tidak suka ada yang menyentuh milik gue, sampai lain kali lo menyentuh tangan Reyhan didepanku gue akan patahin tangan lo." Ucap Reyna mengancam.
"Rey kamu tidak baik bicara begitu sama Amel." Mendapat pembelaan dari Reyhan membuat Amelia bersorak bahagia.
"Oh jadi lo lebih suka dipegang sama ulat bulu yang satu ini." Ucap Reyna berdiri dari pangkuan Reyhan dan menatap nyalang Reyhan. Tanpa pamit Reyna pergi dari kantin dan diikuti Citra dibelakangnya. Bahkan Citra tidak berani menegur Reyna ketika melihat Reyna yang Emosi.
"Astaga Rey, kenapa Lo bicara begitu sama Reyna. Lo lihat kan Reyna marah sama lo."
"Oh iya Mel kita memeng teman, tapi lain kali jangan menyentuhku, gue tidak mau ada kesalah pahaman gue sama Reyna dan asal kamu tahu gue sangat mencintai Reyna gue tidak mau kehilangan dia. Please tolong ngertiin gue." ucap Reyhan lalu pergi meninggalkan kantin tanpa menghabiskan makanannya karena tujuan utamanya adalah mencari Reyna, ia tidak mau kalau Reyna pergi meninggalkannya lagi.
__ADS_1