Ketos Dan Gadis Dingin

Ketos Dan Gadis Dingin
Bab 39


__ADS_3

"Jadi, apa yang terjadi setelah itu?" Tanya Reyhan pada Pak Ardan.


"Bunda Reyna sempat dilarikan rumah sakit namun takdir berkata lain ia tidak bisa diselamatkan dan disitulah Reyna membenciku dan banyak diam." Ucap Pak Ardan dengan mata berkaca-kaca dan ia selalu menyalahkan dirinya atas kematian istrinya.


"Jadi ayah mohon, jangan lakukan kesalahan seperti apa yang aku lakukan kepada istriku. Ucap Pak Ardan dengan mata memerah menahan Air matanya. Sementara Reyhan hanya mengangguk, ia bingung harus jawab apa.


"Sudah ya, jangan bahas lagi. Karena semua itu terjadi karena kesalahan aku juga." Ucap Bu Lisa dengan memegang tangan Pak Ardan dan air mata menetes.


"Ayah aku pamit pulang dulu, aku takutnya Maureen pulang aku tidak ada dirumah." Ucap Reyhan pamit pada Ayah mertuanya.


"Iya Nak Rey hati-hati ya jangan ngebut." Ucap Oak Ardan.


Sebelum Reyhan pergi ia salim terlebih dulu kepada ayah mertuanya dan ibu mertuanya.


...****************...


"Gue bosan dirumah, mending gue ke markas ajah." Reyna masuk ke kamarnya dan bersiap-siap. 15 menit kemudian Reyna sudah rapi dan ia mengendarai motor kesayangannya menuju ke markas.


"Selamat datang ketua." Ucap Anggotanya menunduk yang berjaga dipintu gerbang.

__ADS_1


Reyna seperti biasa tetap berwajah datar.


"Rey, kok Lo kesini Lo itu baru keluar dari rumah sakit. Lo harus banyak istirahat Rey." Omel Dion ketika ia melihat Reyna datang ke markas seorang diri dengan mengendarai motornya.


Sementara Reyhan bingung ia harus mencari Reyna dimana lagi. Ia terus berfikir kemana ia harus mencari Reyna.


"Apa mungkin Reyna ada di markasnya. ah mending gue kesana."


Reyhan kembali menjalankan motornya menuju ke markas Reyna. Ia hanya membutuhkan 15menit sampai di markas Reyna. Namun ia ditahan oleh penjaga ketika ia mau memasuki markas. Karena penjaga itu tidak mengenalnya.


"Lo siapa, kenapa datang ke tempat kami." Ucap penjaga itu tegas.


"Tunggu disini gue tanya ketua dulu apa ia mau menemui anda atau tidak." Penjaga itupun masuk kedalam markas untuk menemui ketuanya sementara yang satunya tetap berjaga dipintu gerbang agar tidak ada penyusup masuk.


Reyna berjalan keluar ke markas untuk menemui seseorang. Namun ia tidak tahu kalau ia akan menemui suaminya sendiri.


"Itu orangnya ketua yang ingin bertemu dengan ketua." Ucap penjaga itu yang membuat Reyna terdiam kaku.


"Reyhan, untuk apa kesini" Ucap Reyna dalam hati. Dan mereka saling memandang yang agak lama dan Reyna lebih dulu memutuskan kontak matanya kearah Reyhan.

__ADS_1


"Untuk apa lo kesini?" Tanya Reyna datar.


"Ren aku ingin bicara sama kamu." Ucap Reyhan.


"Ambilkan motor gue bawah kesini." Ucap Reyna pada penjaga dan menyerahkan kunci motornya.


Bukan penjaga yang mengendarai motornya melainkan Dion.


"Lo mau kemana Ren, Lo itu tidak bisa pergi mengendarai motor sendiri. Ingat Lo itu baru ajah keluar dari rumah sakit." Ucap Dion pada Reyna dan ia belum lihat suami Reyna yang ada didepan gerbang mendengar ucapannya.


"Apa Ren kamu sudah masuk rumah sakit, apa kamu terluka apa ada yang sakit." Ucap Reyhan cemas.


Reyna hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Reyna Karena ia tidak selemah itu.


"Itu kan suaminya Reyna." Ucap Dion dalam hati.


"Buka gerbangnya biarkan ia masuk." Ucap Dion pada penjaga gerbang.


Setelah pintu gerbang terbuka Reyhan langsung masuk dan menghampiri Reyna melihat seluruh badang Reyna ada yang terluka atau tidak.

__ADS_1


"Berhenti putar-putar gue. Gue pusing." Ucap Reyna yang masih berwajah datar.


__ADS_2