
"Reyna mendorong Amelia Ayah. dan Amelia adalah teman kecil Reyhan. ketika aku melihat Amelia terjatuh tanpa pikir panjang aku langsung membentak Reyna." Ucap Reyhan menjelaskan semua tanpa ia tutupi dari Ayah mertuanya.
Setelah mendengar penjelasan Reyhan. Pak Ardan mangguk-mangguk dan ia mengerti sekarang apa yang membuat Reyna pergi tidak ada kabar sama sekali. Lalu ia menatap Reyhan dan berkata.
"Nak Rey, apa kamu tahu apa yang membuat Reyna membenci Ayahnya sendiri." Ucap Pak Ardan yang dijawab gelengan Oleh Reyhan.
Pak Ardan menghela nafas panjang dan tetap menatap Reyhan. "Aku juga sama sepertimu lebih membelah sahabat kecilnya ketimbang istrinya sendiri. Namun Ibu Reyna tetap berada disisiku walaupun aku terus menyakitinya."
Reyhan terus mendengarkan tanpa mengucapkan sepata kata.
FLASHBACK
Bu Lastri sudah capet melihat kedekatan suaminya dengan Bu Lisa. Pak Ardan selalu mengatakan kalau mereka hanya sekedar sahabat namun nyatanya yang Bu Lastri lihat lebih dari sahabat. Dimana ada Pak Ardan disitu ada Bu Lisa apalagi Bu Lisa selalu bergelayut manja pada suaminya sehingga batas kesebaran Bu Lastri habis.
"Buat apa kamu datang kerumahku atau kamu mau menggoda suamiku lagi dan menyarahkan tubuhmu dasar ******." Hina Bu Lastri.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu" Marah Bu Lisa dan menunjuk Bu Lastri. Namun Tatapan mata Lisa tertuju Pada Pak Ardan yang menuruni tangga. Bu Lisa tiba-tiba punya pikiran Licik dengan cepat kilat ia mengambil tangan Bu Lastri agar terkesan Bu Lastri mendorongnya.
"Mba apa salahku hiks hiks, sehingga Mba tega mendorongku." Ucap Bu Lisa mengeluarkan air mata buaya.
"Lastri apa yang kamu lakukan." Bentak Pak Ardan dan menatap Tajam Bu Lastri.
Bu Lastri tersentak kaget mendengar bertahan suaminya kepadanya.
"Mas, aku tidak apa-apain dia." Ucap Bu Lastri memelas.
" Kamu jangan berbohong, Mas lihat sendiri kamu mendorong Lisa dan bener apa yang dikatakan Lisa tidak mungkin ia menjatuhkan dirinya sendiri.
"Mas, aku ini istrimu, kenapa kamu lebih percaya dia yang jelasnya hanya orang luar." Marah Bunda Reyna
Plak
__ADS_1
"Jaga ucapanmu Lastri, dia itu bukan orang luar dia itu sahabtku." Murkah Pak Ardan dan menunju-nunjuk istrinya.
Tanpa mereka sadari ada seorang gadis remaja melihat pertengkaran mereka.
"Prok prok prok, Wau, hanya sebatas sahabat kamu lebih mementingkan ketimbang istri kamu sendiri. atau jangan-jangan wanita jalan itu sudah melemparkan tubuhnya kepadamu." Ucapnya sinis.
"Plak plak" Pak Ardan kembali menampar Bu Lastri dengan bolak balik sehingga bibirnya berdarah dan ia menatap istrinya dengan penuh kemarahan. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum kecut.
"Mas sudah mas, ini bukan salah Mba Lastri, ini salahku mas." Ucap Bu Lisa menahan tangan Pak Ardan agar tidak menghajar Bu Lastri lagi. Namun tatapannya adalah tatapan mengejek kearah Bu Lastri. Lalu Bu Lastri berdiri dan menampar Bu Lisa
Plak Plak
"Itu tamparan dariku karena gara-gara kamu suamiku menamparku. kalian baru boleh menikah ketika aku sudah menjadi mayat dan kamu mas setelah kepergianku kamu akan hidup dalam penyesalan." Ucap Bu Lastri dengan emosi dan berlari menaiki tangga dan tiba-tiba terdengar orang jatuh.
"Mas itu suara.... "
__ADS_1
Pak Ardan berlari dengan cepat menaiki tangga tanpa menghiraukan Ucapan Bu Lisa. Sesampainya dikamar ia syok melihat istrinya sudah tergeletak ditanah tak sadarkan diri.