Ketos Dan Gadis Dingin

Ketos Dan Gadis Dingin
Bab 45


__ADS_3

"Kita akan lepasin ibu ini, tapi kamu harus layanin kita bertiga." Ucap preman yang diangguki kedua temannya yang masih memegang ibu itu.


"Jangan mimpi, gue nggak sudi disentuh dengan pria seperti lo." Ucap Reyna sinis.


"Ayolah cantik, kami akan membuat lo puas." Ucap Preman itu dan berjalan mendekati Reyna.


"Nak pergi dari sini dan carilah bantuan." Ucap Ibu itu Khawatir pada Reyna, Ia takut kalau preman itu melukai gadis itu yang berusaha menolongnya.


"Diam kamu" Bentak preman yang membuat ibu itu langsung menciut.


"Preman yang berbadan besar dan rambut gondrong terus berjalan dan mau memegang tangan Reyna namun dengan cepat Reyna memelintir tangan preman sebelum sampai ia menyentuh Reyna


" Gue sudah bilang, jangan mmenyentuku karena gue paling tidak suka disentuh." Ucap Reyna lalu mendorong preman itu sehingga membuat preman itu jatuh.


"Bruk"


"Brengsek" Marah preman itu langsung bangun bersiap membalas Reyna. Dan Terjadilah perkelahian diantara Preman dan Reyna.

__ADS_1


Melihat temannya yang kalah oleh seorang anak kecil menurut mereka. 4 Preman itupun maju secara bersamaan untuk menghajar Reyna sedangkan yang satunya terus memegang Ibu-ibu itu agar tidak kabur.


"Bug"


"aaaakkhh" Reyna mengusap darah yang keluar dari bibirnya lalu ia menatap tajam preman itu yang berani melukainya.


"Cantik menyerahlah dan bersenang-senanglah bersama kami."


"Cuiiih, agu nggak sudi.." Ucap Reyna dengan meludah di hadapan preman itu yang membuat keempat preman itu merasa terhina.


Terjadi kembali perkelahian 4 lawan 1.


"Astaga itukan bidadariku, ini tidak boleh dibiarin." Ucap Pria misterius itu yang melihat Reyna melawan 4 orang. Dengan cepat Pria misterius itu keluar dari mobilnya untuk membantu Reyna.


"Pria Misterius itu menendang preman itu yang hampir melukai Reyna.


" Pergi dari sini, atau kamu akan tahu akibatnya." Ancam Pria misterius itu dengan menatap tajam Kelima preman itu.

__ADS_1


"ba.. ba. ik, kami akan pergi.." Ucap preman gondrong dengan tergagap


"Cepat pergi.." bentak pria misterius itu yang membuat ke lima preman itu lari terbirit-birit.


"Apa kamu tidak apa-apa" Ucap pria misterius khawatir.


"gue tidak apa-apa, terimakasih karena lo udah nolongin gue." Ucap Reyna tulus.


"Nak terimakasih karena sudah nolongin ibu, sehingga sampai kamu terluka seperti ini nak" Ucap Ibu paru baya dengan rasa bersalah karena hanya menolongnya membuat gadis itu terluka bahkan bibirnya agak robet sedikit.


"Ibu tenang ajah, aku tidak apa-apa." Ucap Reyna.


"Baiklah nak, sekali lagi terimakasih karena kamu sudah nolongin Ibu. Maaf Ibu harus pergi karena masih ada urusan." Ucap Ibu itu dan lalu menatap anak mudah yang masih berdiri disamping Reyna.


"Nak, sebaiknya kamu bawah dia kerumah sakit, aku takutnya ada terrluka karena ulah preman tadi." Setelah mengatakan Ibu itupun pergi dengan naik taksi meninggalkan Reyna dan pria misterius.


"Ayo kita kemobil." Pria misterius itu menarik Reyna menuju ke mobilnya bahkan ia tidak perduli dengan protesan Reyna.

__ADS_1


"Lepas ngga, enak ajah main pegang-pegang, kenal ajah tidak." Reyna memukul tangan pria misterius agar pegangannya terlepas. Namun tenaga pria misterius sangat kuat sehingga ia hanya pasrah ikut sampai di mobil pria misterius.


"Sini aku obati."


__ADS_2