
"Rey kok kita kesini?" Tanya Reyna bingun.
"Kita nginap rumah Bunda dulu ya, Bunda kangen sama kamu." Reyhan menggandeng tangan Reyna masuk kedalam yang disambut hangat oleh Bunda karina.
"Mantu cantiknya bunda datang." Bunda karina langsung memeluk Reyna. Sementara Reyhan tersenyum melihat Bundanya yang sangat menyayangi Reyna.
"Ayo sayang kita ngobrol." Ajak Bunda Karina sedangkan Reyna hanya pasrah ikut Bunda Karina.
"Sayang ngobrol dulu ya sama Bunda, aku mau ketemu Ayah diruang kerjanya." Ujar Reyhan lembut dan mengecup kening Reyna.
"Dasar anak mudah tidak lihat apa disini ada orang tua." Cibir Bunda Karina sementara Reyhan hanya cuek dan berjalan menuju keruang kerja ayahnya. Kalau Reyna jangan tanya lagi pipi Reyna sudah merona menahan malu didepan mertuanya. Seakan ia mau menghilang saja.
"Sayang kenapa baru datang ke rumah Bunda." Tanya Bunda Karina pada Reyna.
"Maaf Bun, Tugas sekolah Reyna banyak jadi tidak sempat de kerumah Bunda." Bohon Reyna.
"Yaudah, kamu istirahat de dikamar Reyhan."
"Iya Bun., Tapi Bun aku tidak tahu kamar Reyhan." Ucap Reyna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu naik lantai dua dan belok kiri disitu ada namanya tertulis Reyhan. kamu ngerti kan sayang"
"Iya Bun."
Sementara diruangan lain Sedang berdiskusi masalah pekerjaan siapa lagi kalau bukan Reyhan dan Pak Dirly.
__ADS_1
"Rey, kamu harus Kebandung lihat pembangunan hotel disana. Apa pembangunan disana berjalan lancar atau sebaliknya."
"Baik ya. kalau tidak ada yang perlu dibicarakan lagi aku kekamar dulu mau istirahat ya." Ucap Reyhan berdiri bersiap pergi namun Pak Dirly menahannya.
"Rey tunggu."
"Iya ya"
"Sebentar lagi kamu kan lulus, rencananya kamu mau lanjut dimana?"
"Belum tahu ya, liat ajah nanti."
...****************...
Sementara di ruang keluarga Amelia sedang bermanja-manja dengan Ayah dan ibunya.
"Jadi anak mama sedang jatuh cinta ni." Goda Mama Anggung yang membuat Amelia menunduk malu.
"Iya ma, mama kan tahu dari dulu aku mencintai Reyhan. ayolah ma jodohin ya." Rengek Amelia sambil menggoyangkan tangan Mamanya.
"Baiklah nanti mama bicara sama Bu Karina" Ucap Mama Anggung yang membuat Amelia tersenyum lebar.
"ah mama sayang banyak banyak de emuah" Setelah menciun pipi mamanya ia berlari kekamar karena ia harus bangun pagi besok untuk kesekolah sekalian ketemu dengan seorang yang ia cintai.
"Dasar anak itu."
__ADS_1
"tidak disangka ya ma, anak kita sudah besar dan manja." Ucap Papa Yoga sambil merangkul istrinya dan mengajaknya masuk kekamar istirahat.
***
Keesokan paginya Reyna dan Reyhan sudah rapi dengan pakaian sekolahnya.
"Ayo sayang... "
"Iya"
Reyhan dan Reyna menuruni tangga bersama menuju mejah makan dan Terlihat Bunda Karina dan Pak Dirly menunggunya untuk sarapan bersama.
"Pagi Bun, yah" Sapa Reyna duduk dan diikuti Reyhan.
"Pagi sayang" Ucap bersamaan Bunda Karina dan Pak Dirly.
Mereka menikmati sarapan paginya dengan penuh nikmat.
"Ayah, Bunda Reyna berangkat sekolah dulu ya." Pamit Reyna dengan mencium punggung tangan mertuanya.
"Iya sayang, Hati-hati ya dan semangat belajarnya." Ucap Bunda Karina dengan tersenyum pada menantu kesayangannya.
"Iya Nak, Hati-hati.. " Ulang Pak Dirly.
Reyhan juga pamit pada kedua orang tuanya dan berjalan beriringan menuju motor Reyna.
__ADS_1
Reyhan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang dan Reyna yang dibelakangnya dengan tangan melingkar di perutnya.