
"Lepas ngga, enak ajah main pegang-pegang, kenal ajah tidak." Reyna memukul tangan pria misterius agar pegangannya terlepas. Namun tenaga pria misterius sangat kuat sehingga ia hanya pasrah ikut sampai di mobil pria misterius.
"Sini aku obati."
Reyna hanya diam dan berwajah datar ketika pria misterius mengobati lukanya. Bahkan pria misterius heran karena Reyna tidak mengeluh sama sekali ketika pria misterius membersihkan lukanya pakai alkohol.
"Apa kamu tidak merasa sakit." Ujar Pria misterius tanpa mengalihkan pandangannya kearah Reyna.
"tidak." Jawab Reyna datar.
Pria misterius selesai mengobati luka Reyna dibagian bibir sedangkan di jidatnya ia pasangkan Hansplast.
"Terimakasih" Ujar Reyna mau keluar dari mobil namun tangannya dicekal oleh pria misterius sehingga ia berbalik dan menatap pria misterius yang masih memegang tangannya.
"ada apa?" Ujarnya datar.
__ADS_1
"Nama Lo siapa?" Tanya Pria misterius.
"Reyna" Ujar Reyna singkat. "Lepasin tangan lo, gue harus pergi."
"Nama gue Arka dan kalau kita ketemu lagi berarti lo harus jadi pacar gue. Tidak ada penolakan."
"Dasar gila" Ketus Reyna lalu berjalan menuju kearah motornya. Ia juga tidak ambil pusing apa yang Arka katakan karena menurutnya Arka hanya membual dan ia juga tidak mungkin jadi pacar Arka apalagi ia masih istri Reyhan walaupun belum tercatat dinegara karena ia masih status pelajar.
Reyna menjalankan motornya dengan kecepatan sedang sehingga sampai di taman yang banyak didatangi para remaja apa lagi yang sepasang kekasih.
Reyna berjalan mencari kursi untuk ia duduki sekalian menenangkan pikiran dan hatinya yang sedang kacau.
"Ya allah, kenapa kejadian yang dialami bunda harus terjadi juga sama gue ya Allah." Ucap Reyna dalam hati dan masih menatap tajam Reyhan dan perempuan yang ia rangkul dengan mesrah.
Reyna berusaha tegar dan mendekati Reyhan dan perempuan yang bersama Reyhan dan Reyna juga pastinya sudah mendapatkan foto mereka untuk bukti keluarga Reyhan ketika mereka berpisah.
__ADS_1
"Prok prok prok." Reyna bertepuk tangan yang membuat Reyhan kaget dan tidak menyangkah ia akan bertemu Reyna di taman.
"Ternyata begini ya dibilang sahabat, saling merangkul dan bermesraan." Kata Reyna menyindir dan tersirat kekecewaan dimatanya.
"Ren, Kamu salah paham sayang, Itu tidak seperti yang kamu lihat aku dan Amel hanya.."
"Hanya apa, hanya berduaan dan melepas rindu karena kalian sudah lama tidak bertemu. " Marah Reyna
"Tidak seperti itu sayang, tolong dengarin aku dulu ya." Ucap Reyhan dengan nada memohon agar Reyna mau mendengar penjelasannya.
"Tidak usah jelasin juga Rey, Kita akan bicara didepan kedua orang tua kita." Kata Reyna lagi yang berusaha tegar tanpa ada air mata menetes. Tapi tidak bagi Reyhan ia begitu syok mendengar kata-kata Reyna yang akan membicarakan masalah mereka didepan kedua orang tuanya.
Reyhan mencoba mendekati Reyna Namun dengan cepat Reyna mundur dan mengangkat tangannya agar Reyhan berhenti melangkah. "Stop disitu Rey"
"Ren, please jangan sampai Bunda tahu masalah kita, aku tidak mau Bunda jatuh sakit karena permasalahan kita.
__ADS_1
Sedangkan Amelia yang mendengarkan pembicaraan mereka sedikit bingung.
" Jadi Reyna sudah dekat dengan Bunda Reyhan. WA ini tidak bisa dibiarkan, gue harus bergerak cepat agar bisa mendapatkan Reyhan." Ucap Amelia dalam hati.