
Aldo berlari kearah Dion.
"Ngapain lo lari-lari?" Tanya Dion.
"Ini urgent Don... Sangat Urgent." Ucap Aldo.
"Don.. Don panggil nama orang itu yang bener." Omel Dion dan kembali jalan masuk kedalam tanpa memperdulikan Aldho.
"Don, tungguin, ini urgent karena ini masalah tentang Reyna." Ucapan Aldho menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Aldo.
"Reyna kenapa?" Tanya Dion menatap tajam Aldho.
"Nggak tau, cuma Reyna kayaknya kesel dan marah banget. coba lihat ajah di ruang latihan."
Dion berlari menuju ruang latihan untuk menemui Reyna.
Ceklek
Pintu terbuka.
"Ya ampun Reyna, apa yang lo lakukan sampai lo seperti ini." Ucap Dion panik melihat kondisi Reyna yang sudah berlumuran darah ditangannya.
"Di.... on... gu.. e be.. nci... mere.. ka." Ucap Reyna terbata dan tak lama tak sadarkan diri.
"Aldho siapkan mobil, kita langsung kerumah sakit." Ucap Dion yang diangguki Aldho.
__ADS_1
Dion mengangkat Reyna alah bridal style dan berlari keluar menuju mobil yang sudah dikeluarkan Aldho dari garasi.
"Cepat Al jalankan mobilnya." Titah Dion dan masih memangku kepala Reyna.
Aldho menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi agar mereka samapai dirumah sakit. Mereka hanya memerlukan waktu 15 menit sampai dirumah sakit hospital medica.
"Dokter dokter, tolong teman saya dok" Teriak Dion memanggik dokter sambil menggendong Reyna.
"Baringkan temannya disini saja dek." Titah perawat itu pada Dion.
Dion pun membaringkan Reyna di rangkar. Para perawat pun mendorong brangkar Reyna masuk ke ruang UGD Dan tak lama masuknya Reyna dokter perempuan itu pun ke dalam untuk memeriksa kondisi Reyna.
Sementara didepan UGD Dion cemas mengenai kondisi Reyna.
"Apa sebenarnya terjadi sama lo, sehingga lo kembali menyakiti dirimu lagi. " Ucap Dion dalam hati.
Ditempat lain Reyhan prustasi mencari Reyna yang belum juga ia temukan.
"Maafkan gue Ren, gue telah menyakitimu lagi." Guman Reyhan dan airmatanya ikut menetes.
Reyhan kembali menjalankan mobilnya. Ia berharap bisa menemukan Reyna.
"Apa mungkin Reyna ada di danau" Reyhan memutar mobilnya menuju kearah danau. Ia berharap menemukan Reyna disana.
Ia hanya membutuhkan waktu sampai 15 menit untuk sampai di danau. Ia langsung keluar dari mobilnya dan berlari ke danau.Namun ia harus menelan kekecewaan karena orang yang ia cari tidak ada.
__ADS_1
"aaaaaaahhhhh" Teriaknya dan mengusap mukanya dengan kasar.
Reyhan berlutuk dan menatap air dan air mata dipipinyapun menetes.
"Maafkan gue Ren, jangan tinggalkan gue kembalilah padaku Ren." Ucap Reyhan
diwaktu yang sama di Rumah sakit tempat Reyna di rawat. Dion masih cemas memikirkan kondisi Reyna karena dokter belum juga keluar dari ruang UGD padahal hampir satu jam dokter didalam.
Ceklek.
Pintu terbuka dengan cepat Dion menghampiri Dokter itu.
"Dok bagaimana keadaan teman saya." Ucap Dion dengan nada khawatir sementara Aldho hanya dia menunggu jawaban dokter.
"Untung anda membawanya dengan cepat, terlambat sedikit saja nyawanya tidak tertolong karena ia bisa kehabisan darah.
Dion menghela nafas mengucap syukur karena Reyna bisa tertolong.
" Dok apa kami bisa masuk melihatnya?" Tanya Dion pada Dokter wanita itu.
"Nanti kamu bisa menjenguknya ketika ia dipindahkan diruang rawat."
"Baik Dok."
Dokter itupun pergi meninggalkan Dion dan kembali ke ruangannya.
__ADS_1
Tak lama perginya dokter datang seorang perawat untuk memindahkan Reyna keruang rawat.
"Dok diruangan VVIP ya Dok." Ucap Dion dan diangguki perawat yang mendorong brangkar Reyna.