Ketos Dan Gadis Dingin

Ketos Dan Gadis Dingin
Bab 47


__ADS_3

"Ren, please jangan sampai Bunda tahu masalah kita, aku tidak mau Bunda jatuh sakit karena permasalahan kita.


Sedangkan Amelia yang mendengarkan pembicaraan mereka sedikit bingung.


" Jadi Reyna sudah dekat dengan Bunda Reyhan, ini tidak bisa dibiarkan, gue harus bergerak cepat agar bisa mendapatkan Reyhan." Ucap Amelia dalam hati dengan tangan terkepal.


Reyna melirik Amelia lalu kembali menatap Reyhan.


"Aku bersamamu juga karena permintaan Bunda dan aku juga belajar mencintaimu karena kesungguhanmu kepadaku dan kamu berjanji tidak akan menghianatiku. Tapi apa sekarang kudapat Rey kamu menghianatiku dan mengingkari janjimu hanya karena seorang teman masa kecil." Reyna menghapus air matanya dengan kasar sedangkan Reyhan hanya menunduk menyesal telah apa yang ia perbuat pada Reyna.


"Maaf Rey kesempatan yang sudah kuberikan telah habis dan aku tidak bisa memaafkanmu." Ucap Reyna berbalik untuk pergi, Namun baru dua langkah ia menghentikan langkahnya dan berbalik lalu berkata. "Aku tunggu jam 8 malam dirumah Ayah." Ucap Reyna dan kembali melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


"Reyna tunggu... " Reyhan terus memanggil Reyna dan berusaha mengejarnya namun tangannya dicekal oleh Amelia.


"Rey, buat apa lo kejar dia. Rey apa lo tidak bisa menerima gue. lihat gue Rey, gue tak kalah cantik dari kekasihmu." Amelia berusaha meyakinkan Reyhan agar Reyhan bisa menerima cintanya.


"Maaf Mel, gue tidak bisa dan seharusnya tadi gue tidak menemuimu sehingga membuat Reyna salah paham terhadapku." Reyhan menjeda ucapannya sejenak untuk menarik nafas. "Mel asal lo tahu Reyna bukan pacarku, tapi... "


Amelia memotong perkataan Reyhan lalu dengan cepat ia berkata. "Kalau lo tidak pacaran dengan Reyna kenapa lo tidak mencoba membuka hatimu untukku."


"Reyna memeng bukan pacar gue tapi ia istriku Mel orang yang aku cintai."


"Lo bohong kan Rey itu tidak benarkan. Lo hanya bercanda kan." Ucap Amelia dengan menangis sesuguhkan.

__ADS_1


"Gue tidak bohong Mel itu semua bener." Setelah mengatakan itu Reyhan pergi dan berniat mencari Reyna untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Sedangkan Reyna sedang berada di cafe di ruangan VVIP bersama seorang paru baya. Siapa lagi kalau Pak Dirly.


"Ada apa ayah memanggilku kesini?" Tanya Reyna pada Pak Dirly.


"Rey, tolong maafkan Reyhan. Jangan pernah tinggalkan dia. sampai kalian bercerai, aku khawatir kalau Bunda Reyhan kembali drop dan bisa berakibat patal." Ucap Pak Dirly yang langsung To the poin.


Reyhan menghela nafas. "Ternyata Ayah sudah tahu permasalahan ku dengan Reyhan. Tapi Maaf Ya, Reyhan tidak bisa tegas sama teman wanitanya dan aku tidak mau bernasib sama dengan Bunda." Reyna meneteskan air matanya lalu Pak Dirly berdiri tempat duduknya dan memeluk menantu yang sudah biasa anggap anaknya sendiri. Reyna yang mendapat pelukan dari Ayah mertuanya tangisannya pecah. Ia menangis hampir stengah jam dan setelah merasa baikan ia melepas pelukan Pak Dirly.


"Maaf ya mengotori baju Ayah." Cicit Reyna. Sedangkan Pak Dirly hanya tersenyum dan mengelus kepala Reyna dengan kasih sayang

__ADS_1


"Nak Rey, Please jangan tinggalkan Rey ya. Atau Ayah punya usul apa kamu mau Terima usulan Ayah sebagai hukuman Untuk Reyhan asal kalian jangan sampai bercerai." Pak Dirly berusaha membujuk Reyna agar ia tetap bersama Reyhan.


"Baiklah kali ini aku memberi kesempatan untuk Reyhan. Tapi jika sekali lagi Reyhan mengecewakanku, aku benar-benar meninggalkannya. " Ucap Reyna tegas.


__ADS_2