
Reyhan mengajak Reyna ke danau yang sering di datangi Reyna. Namun mereka mengendarai motor masing-masing.
"Buat apa lo ajak gue kesini." Ucap Reyna ketus.
Reyhan menghela nafas panjang. Ia sadar kalau istrinya masih marah kepadanya atas kesalahannya sendiri. "Maaf" Satu kata yang terucap dari bibir Reyhan.
"Buat apa lo minta maaf, apa lo punya salah sama gue." Ucap Reyna sinis.
"Ren jangan seperti ini. aku tahu aku salah karena aku kembali menyakiti hati kamu." Ucap Reyhan mengenggam tangan Reyna. dengan cepat Reyna melepas genggaman tangan Reyhan.
Reyhan berlutut didepan Reyna. "Ren, beri aku kesempatan sekali lagi. aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi. Please"
"Berdirilah Rey tidak enak dilihat orang." Ucap Reyna masih terlihat datar.
"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu mau memaafkanku." Ucap Reyhan keras kepala.
"Berdirilah dulu, tapi kalau lo tidak mau berdiri gue tinggal." Mendengar ucapan Reyna dengan cepat Reyhan berdiri.
"Ayo kita duduk disana." Ujar Reyhan menunjuk sebuah batu besar dekat danau. Dan Reyna hanya mengangguk. Reyhan mengenggam tangan Reyna jalan menuju baru besar untuk mereka duduki. Sedangkan Reyna hanya pasrah mengikuti Reyhan.
__ADS_1
Setelah mereka duduk Reyna masih diam menatap danau sedangkan Reyhan menatap Reyna yang sulit ia artikan.
"Ren.... " Panggil Reyhan sehingga Reyna mengalihkan pandangannya kearah Reyhan.
"Sekali maafkan aku, aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi." Ucap Reyhan bersungguh-sungguh.
"Tidak usah berjanji kalau kamu akan tetap mengingkari janjimu." Jawab Reyna yang membuat Reyhan terdiam membisu.
"Aku serius Ren, apapun aku lakukan agar kamu tidak marah lagi sama aku dan kamu kembali Reynaku yang seperti dulu."
Reyna menghela nafas panjang lalu menatap Reyhan. " Rey, gue pernah mengatakan sama lo kan, kalau gue tak suka dibohongi dan gue paling tidak suka kalau milikku disentuh oleh orang lain walaupun itu hanya sahabat lo sendiri dari kecil gue tetap tidak suka." Ucap Reyna penuh penekanan yang Reyhan sendiri bingung mau menjawab apa.
"Kenapa Rey, apa lo tidak bisa memilih antara gue dan teman masa kecil lo." Mendengar ucapan Reyna, Reyhan tetap bungkam.
"Jangan tinggal aku Ren. Cukup sekali kamu pergi sehingga membuat aku kalut mencarimu. aku janji akan menjaga jarak sama Amelia dan aku tidak akan berbicara dengannya tanpa kamu disampingku."
"Baiklah aku memaafkanmu." Ucap Reyna tersenyum.
"Bukankah sebentar lagi lo akan ujian, sebaiknya lo belajar agar dapat nilai sempurna." Ucap Reyna.
__ADS_1
"Ren bisa nggak kamu kembali berbicara sama aku seperti dulu."
"Baiklah, ayo kita pulang, aku ngantuk."
Reyhanpun menggandeng Reyna berjalan menuju motor mereka masing-masing. Namun langkah mereka terhenti karena seseorang memanggilnya.
"Reyhan.... " Panggil Amelia yang membuat Reyhan menoleh kearah seseorang yang memanggilnya dan Reyhan kembali menoleh kearah Reyna yang kembali berwajah datar. Ketika Reyna mau melepas tangannya dari genggaman Reyhan dengan cepat Reyhan kembali memegang tangan Reyna.
"Rey mau kemana?" Tanya Amelia dengan senyum lebarnya. Tapi senyuman itu hilang ketika ia melihat Reyhan memegang tangan Reyna.
"Gue mau pulang Mel." Ucap Reyhan datar yang membuat Amelia kaget karena Reyhan berbicara kepadanya dengan wajah datar Amelia mengepalkan tangannya dan menatap tajam Reyna.
Amelia kembali tersenyum dan menatap Reyhan. "Rey boleh aku ikut pulang bersamamu." Ucap Amelia penuh harap.
"Maaf mel, gue tidak bisa, gue harus mengantar Maureen pulang."
",,Tapi Rey bukankah dia bawah motor sendiri."
Mk
__ADS_1
"Iya aku tahu, tapi gue yang akan membawa motornya dan teman gue akan datang sebentar lagi mengambil motor gue." Ucap Reyhan dan naik ke motor Reyna yang diikuti Reyna duduk dibelakang Reyhan.
"Maaf Mel gue tidak bisa antar lo pulang. Lo pesan taksi saja.' Ucap Reyhan sebelum ia pergi sementara Reyna hanya tersenyum miring melihat Amelia menahan amarahnya.