
Sesampainya disekolah Reyhan menggandeng tangan Reyna bahkan mengantarnya sampai didepan kelas.
"Ren, ini kunci motormu."
Reyna mengernyitkan Alisnya bingung. Untuk apa Reyhan memberikan kunci motornya sedangkan ia akan pulang bersama begitulah pikirnya.
Mengerti apa yang dipikirkan Reyna, ia pun kembali berkata. "Ren aku akan lambat pulang karena menghadiri rapat OSIS sekaligus pemilihan Ketua OSIS.
" Jam berapa kamu akan pulang, aku akan menunggumu sampai selesai."
"Jam 16 : 00"
"Baiklah aku akan menunggumu." Pinal Reyna seakan tidak mau dibantah.
Reyna menghela nafas. "Baiklah" Pasrah Reyhan. "Belajar rajin ya sayang." Ucap Reyhan lagi dan mengecup kening Reyna setelah ia merasa cukup aman. Namun tanpa ia sadari ada seseorang mengepalkan tangannya melihat kemesraan Reyhan dan Reyna siapa lagi kalau bukan Amelia.
__ADS_1
"Brengsek, gue akan memisahkan kalian Reyhan akan tetap menjadi milikku hanya milikku. Tidak ada boleh memilikinya selain aku." Ucap Amelia dengan tangan mengepal lalu pergi dengan penuh amarah.
"Cie cie cie kayaknya ada yang bahagia ni." Goda Citra ketika ia melihat Reyna duduk disampingnya.
"Apaan si" Ucap Reyna menunduk malu bahkan pipinya sudah memerah.
"Wa... seorang Reyna yang dijuluki Gadis ICE bisa malu juga." Heboh Citra yang semakin membuat Reyna malu.
"Ren, bener kamu jadian sama pak ketos." Ucap Teman satu kelasnya yang diangguki Reyna.
"WA berarti kita dapat PJ dari Reyna si gadis ICE, bagaimana apa kalian setuju." Teriak Citra yang disoraki seluruh di dalam kelas dengan tepuk tangan. Walaupun mereka tidak terlalu akrab dengan Reyna namun mereka yakin Reyna orangnya baik walaupun Reyna jarang berinteraksi dengan mereka. Tapi Reyna akan membantu bagi yang membutuhkan.
Tak lama guru masuk kedalam kelasnya sehingga semua siswa-siswi kembali duduk di tempat masing-masing. Guru itupun menjelaskan materi yang ia bawakan sampai semua yang berada di dalam kelas mengerti.
Kring... Kring... kring...
__ADS_1
bel istirahat berbunyi membuat semua yang berada didalam kelas keluar untuk menuju ke kantin. Dan yang paling heboh ada di kelas XI IPA 1 mereka akan makan gratis dikantin karena ditraktir oleh Reyna. itupun berkat Citra yang bar-bar bahkan ia tidak takut sama sekali dengan Reyna.
"Ayo gais kita ke kantin." Ajak Citra pada teman sekelasnya sementara Reyna hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman sebangkunya bahkan ia baru sadar ternyata teman sebangkunya sunggu bar-bar dan selalu membuat onar. Beda lagi dengan dirinya, siapa yang berani menganggunya akan membuat orang itu menderita dan ia tidak peduli mau cewek atau cowok dia tidak pandang bulu. Bahkan disekolah lamanya ia pernah membuat seseorang laki-laki masuk rumah sakit karena berani menyentuh tangannya bahkan tangan laki-laki sampai patah dan harus dirawat selama satu bulan.
"Kalian pesan ajah apa yang kalian mau." Ucap Reyna dingin.
"Baik" Ucap mereka serempak.
Reyna duduk sendiri karena Citra pergi memesanangkan makanan untuknya. dan tak lama kepergian Citra ada seseorang duduk disampingnya siapa lagi kalau bukan Reyhan.
"Hai cantik boleh aku duduk disini." Ucap Reyhan dengan nada menggoda.
Reyna tersenyum" duduk ajah Rey tidak ada yang larang."
"Kamu sudah pesang sayang." Ucap Reyhan yang diangguki Reyna.
__ADS_1
"Hai bro gue cariin dari tadi, ternyata lo lagi pacaran disini." Ucap Dimas dengan menepuk bahu Reyhan dan langsung duduk disamping Reyhan begitupun Brian namun sebelum ia duduk Dimas menyuruhnya memesan makanan untuk mereka bertiga karena Reyna sudah dipesankan oleh Citra teman sebangkunya..
"Pesan makanan gi Bri." Titah Dimas yang membuat Brian mendengus kesal namun ia tetap pergi memesanangkan makanan untuk kedua sahabatnya.