
Stephen berbalik menatap dari balik kaca mobil wanita yang memanggilnya Justin, wajah wanita itu saat melihatnya terlihat shock.
"Ada apa, sayang?" tanya Emily, tunangan Stephen.
"Nggak papa," Stephen menggeleng, tersenyum pada tunangannya.
Emily memeluk Stephen, "Aku tak sabar menantikan kita menikah setelah pulang dari negara ini."
"Aku juga, kamu tau 'kan aku tak bisa hidup tanpamu," Stephen mengeratkan pelukannya, mengecup pelipis Emily.
"Aku mencintaimu, Step..." Emily tersenyum bahagia, akhirnya bisa menikah dengan kekasihnya sejak remaja. Mereka selalu bersama sejak kecil dan tak pernah berpisah sampai saat ini.
***
"Sham! Cucu nenek, oh sayang..." Amber memeluk cucunya, ia dan Eric baru saja pulang dari pertemuan para Jenderal di berbagai negara.
"Kabarmu baik?" Eric menarik putrinya ke dalam pelukan, mengelus lengan Danielle.
"Baik, Dad. Bagaimana pertemuannya? Ah, Daddy dan Mommy baru pulang. Aku malah langsung menanyakan kegiataan kalian, ayo pulang."
"Grandma, Grandpa... tadi Sham bertemu__"
"Grissham, apa tadi kata Mommy? Mau beli mainan pesawat 'kan, ayo beli saat diperjalanan pulang," Danielle memperingati putranya untuk tak membicarakan tentang lelaki yang terlihat mirip dengan Justin.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Amber curiga.
"Sham bertemu badut tadi di jalan, xixixi..." bocah kecil itu tertawa cekikikan.
"Dasar, nenek kira apa. Ayo pulang, nenek ingin istirahat."
"Yumm," Grissham lalu meloncat ke pangkuan kakeknya, Eric.
Dengan sigap Eric memangku cucunya, ia mengecup pipi gembul cucu kesayangannya.
Setelah pulang ke rumah, Danielle menitipkan putranya pada kakek neneknya. Ia pergi ke salon lalu memotong rambut panjangnya kembali pendek seperti empat tahun lalu. Saat Justin menghilang dia telah berjanji akan memanjangkan rambut tomboi nya dan akan memotongnya saat Justin kembali. Dia sepenuhnya yakin, lelaki yang dilihatnya tadi di bandara adalah Justin.
Danielle lalu menelepon sahabatnya, Deana. "Ayo minum kopi."
"Tinggalkan dia sebentar saja atau aku akan menerobos rumahmu dan__"
"Oke, aku pergi! Kau memang teman brengsek, Danielle. Kau mengganggu kesenanganku!"
Tuttttt.
Danielle tersenyum, setidaknya dia harus bicara dengan Deana dan meminta cara dari temannya agar bisa mencari Justin.
Di Cafe, Danielle dengan penampilan barunya yang fresh seperti dulu, rambut pendek membingkai wajahnya yang semakin dewasa. Tatapannya melihat ke arah sebuah meja, di meja itu ada sebuah keluarga bersama seorang anak. Ia mengingat putranya bersama Justin, tak terasa dia sudah menjadi seorang Ibu dari anak berusia hampir 4 tahun, meskipun selama empat tahun ia hidup tanpa Justin tapi keluarga besarnya selalu mendukungnya hingga ia bisa bangkit dari kesedihan karena telah kehilangan lelaki yang saat itu baru saja dicintainya.
__ADS_1
Tok Tok Tok.
"Hello! Aku datang," Deana mengetuk meja cafe membuyarkan lamunan Danielle.
"Kau datang. Deana, gimana penampilan baruku?"
"Ada apa? Kau bilang tidak akan memotong rambutmu kecuali Justin kembali... no... tunggu! Justin kembali?!"
Danielle mengangguk, "Antara ya dan tidak."
"What?! Apa maksudnya?"
"Aku tadi bertemu Justin di bandara, dia--"
Lalu Danielle mulai menceritakan semuanya, dari pertama bertemu sampai Justin pergi dari hadapannya.
"Ya Tuhan! Aku akan menelepon tim kita untuk mencari keberadaan Justin setelah pergi dari bandara," Deana langsung menghubungi semua orang.
"Aku ingin kalian merahasiakannya dulu dari keluargaku, mereka pasti akan membuat keributan. Kita harus mencaritahu dulu keadaan Justin, kenapa dia seperti tidak mengingatku."
"Oke, kita lakukan penyelidikan diam - diam."
Tak lama para Agen berkumpul, mereka belum ada misi khusus dan masih dalam masa cuti. Setelah kejadian empat tahun lalu, mereka hanya beberapa kali menjalankan misi dan itu pun tanpa Danielle karena Danielle mengambil cuti hamil dan melahirkan. Baru setelah Grissham berusia 2 tahun, Danielle mulai mengambil misi lagi bergabung dengan para Agen lain.
__ADS_1