Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer

Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer
Ancaman.


__ADS_3

Beberapa Bab lagi Tamat ya...


...****************...


Hari yang melelahkan untuk semua orang, Justin kembali pulang bersama Danielle. Deana sebagai kapten tim meliburkan sementara Danielle dari tugas mengawal, memberi waktu pada anggota tim-nya itu agar melepaskan rindu dan memulihkan luka tembaknya.


Di markas khusus perkumpulan, Eric yang sudah mendapatkan laporan segera memanggil Agnes, Harris, dan Robbin. Dia sudah pernah kecolongan saat Justin hilang, dia tak ingin kecolongan lagi.


"Guys, kita tidak bisa angkat tangan seperti ini. Aku tidak mau kejadian yang terjadi pada Justin terjadi lagi, bahkan mungkin lebih buruk," ujar Eric.


"Aku akan melacak kedua orang yang menyerang Justin, Deana sudah mengirim wajah kedua orang itu. Aku akan mulai bekerja," Robbin berjalan ke arah komputer - komputer canggih lalu duduk di salah satu kursi.


"Kau Agnes, telusuri tempat - tempat yang dilewati para penjahat ini."


"Oke, aku pergi."


"Rembulan-ku, hati - hati... Emuacch!" Harris mengecup istrinya dengan gerakan bibir.


"Hoeekkkk..." Eric ingin muntah melihat kebucinan Harris pada Agnes, setelah puluhan tahun menikah temannya masih saja bertekuk lutut pada istrinya.


Harris mendelik pada Eric, " Kau lebih parah dariku, kau tidak ingat saat Amber hamil dan jarinya tergores pisau saat memotong sayuran. Kau menggendongnya seperti Amber akan melahirkan. Kau terlalu overrrr, bung!"


"Huh!" Eric mendengus, tak mau menerima jika dirinya disebut lebih bucin dari Harris.


"Sudahlah! Bekerja sana!"

__ADS_1


"Aku harus apa?"


"Jaga dan awasi secara diam - diam Justin, kamu harus menjadi bayangan nya. Justin adalah sasaran penjahat itu, jadi kau harus melindungi Justin dengan nyawamu. Dia adalah Ayah dari cucuku, aku harus melindunginya. Kau juga tau bagaimana Danielle terus menangis dan menderita saat kehilangan Justin."


"Oke oke, aku pergi!"


Sepergi Agnes dan Harris, Eric duduk di samping Robbin ikut memeriksa.


***


Di kediaman nya, Vard mendapat telepon ancaman. Ia berdiskusi dengan Krystal, apa harus meminta bantuan pada Eric.


"Apa harus meneleponnya?"


"Kamu benar, sayang."


Vard langsung menelepon nomer Eric, tak lama panggilan nya diangkat.


"Halo, calon besan. Apa Anda sedang sibuk?" tanya Vard.


"Untuk Anda tentu tidak, ada apa besan?" jawab Eric.


"Aku baru saja menerima ancaman, tadinya ingin menangani sendiri tapi istriku berpikir agar aku meminta bantuan padamu."


"Ancaman?! Beraninya ada yang mengancam calon besan-ku!"

__ADS_1


"Wah! Wah! Aku terharu Anda begitu emosi, mhueee..." Vard terkekeh.


"Anda adalah Ayah dari laki - laki yang dicintai putriku, aku tidak mungkin tak perduli," jawab Eric.


"Baik, begini besan. Kamu ingat 'kan tentang alasan Justin pergi ke Meksiko?"


"Tentang ingin mengejar musuh keluargamu? Yang menyakiti Nyonya Krystal? Leon? Tentu saja aku masih ingat, misi para bawahanku bahkan gagal menangkap Leon dan Bos besar."


"Ya, dia. Baru saja dia menelepon dan mengancam ku agar hati - hati saat keluar rumah. Dia juga mengatakan hal aneh tadi, katanya dia mengirim orang untuk membunuh Justin. Dia pasti membual--"


"Sepertinya Leon tidak membual, kemarin Justin akan dicelakai tapi Danielle dengan cepat meringkus orang yang akan menyakiti Justin. Hari ini bahkan penembakan terjadi di kediaman para delegasi, Danielle tertembak saat melindungi Justin. Untung saja hanya terserepet peluru, situasi terkendali. Sebenarnya aku dan tim-ku sedang memeriksa siapa dalang nya, sekarang aku tau siapa pelakunya, Leon. Ternyata dia sudah kembali kesini, mungkin jika aku berhasil menangkap Leon, Bos besar yang dulu lolos dari tim putriku akan ikut tertangkap."


"Tuan Eric, aku sangat berterima kasih pada Danielle. Putrimu selalu menjaga putraku, bahkan kami gagal sebagai orang tua Justin."


"Tidak apa - apa, putriku memang perempuan kuat sejak kecil. Aku yakin Justin dan Danielle akan saling melengkapi, Tuan Vard."


"Baik, kalau begitu kabari aku jika ada kabar tentang Leon."


"Baiklah, Tuan Vard."


"Aku tutup."


Sambungan terputus.


Di markasnya Eric segera memberitahu Robbin untuk melacak keberadaan Leon.

__ADS_1


__ADS_2