Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer

Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer
Justin Kembali.


__ADS_3

"Justin?"


Justin tersentak, ia terbawa suasana. Ia segera melepaskan pelukannya dari Danielle.


Danielle berdiri berbalik dengan wajah berharapnya. "Kamu Justin, ya 'kan?"


"Kamu salah, aku Stephen. Kenapa kamu terus memanggilku Justin? Sebenarnya dimana pria itu berada?"


"Kamu, bukan?" tanya Danielle tersirat kekecewaan dalam suaranya.


Justin menggeleng.


"Kamu yakin jujur padaku?" sekali lagi Danielle bertanya, dia melihat kegelisahan dalam mata Stephen. Kegelisahan saat seseorang sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu.


"Bukan," sekali lagi Justin menyangkal.


"Kalau begitu aku tidak akan mengganggu mu lagi dengan selalu memanggilmu Justin, aku dan putraku tidak akan menunggu dia lagi. Kami akan mulai hidup tanpanya dan aku akan mulai mencari lelaki lain dan menikah dengannya, mendapatkan Daddy baru untuk putraku--"


"Hmppp!"


Seketika Justin emosi, dia mencium bibir Danielle dengan kesal, "Danielle! Kau berani!"


Bibir Danielle akhirnya tersenyum bahagia, lelaki di depannya benar - benar Justin. "Itu salahmu bukan, sayang. Kenapa berpura - pura menjadi orang lain? Aku akan melakukan semua perkataanku tadi--"

__ADS_1


Sekali lagi Justin mencium Danielle, menarik tubuh wanita itu memeluknya dengan sangat erat. Empat tahun dia berpisah dari wanitanya, seketika gelenyar - gelenyar gairah mendokstrin tubuhnya. Tangannya sibuk mengelus setiap tubuh Danielle yang terjangkau, merindukan setiap jengkal tubuh kekasihnya.


Setelah waktu berlalu Justin melepaskan ciuman nya, "Maafkan aku, sayang. Aku sudah meninggalkanmu selama bertahun - tahun, aku baru mengingatmu tadi siang sebelum aku pingsan. Aku--"


Danielle mendorong tubuh Justin ke dinding, memagut bibir pria itu dengan rakus. Meluapkan semua hasrat dan rindu yang tertahan, merasa masih bermimpi lelaki itu akhirnya kembali.


"Aku merindukanmu, Justin... empat tahun lalu aku menyesal tidak mengatakan bahwa aku mencintaimu. Aku selalu menyesali hari terakhir aku melihatmu, saat terakhir bersamamu. Hatiku sakit... Justin..." air mata lolos dari mata Danielle.


"Baby... kamu tidak tau betapa aku sangat bahagia mendengarnya. Aku juga mencintaimu..."


"Apa reuni dan kemesraan kalian sudah selesai? Aku akan masuk sekarang!" suara Lucas terdengar menggoda mereka berdua.


"Uhukk! Masuklah dan bereskan keadaan disini. Aku akan menculik kekasihku, jika Emily bertanya dimana Justin katakan padanya Justin mendadak menemui kenalannya atau berikan alasan lain. Kamu dengar, Capt?"


"Cih! Aku pergi! Ayo sayang, kita temui putramu! Grissham pasti bahagia," Danielle menarik tangan kekasihnya dengan bersemangat membawa Justin pergi dari sana, senyuman lepas merekah di bibirnya yang sudah lama tidak terlihat.


Justin ikut tersenyum, biarkan saja semua berjalan apa adanya. Rasa bersalah dan rasa balas budinya pada Stephen dan Emily bisa menunggu, yang terpenting saat ini bisa membuat Danielle bahagia.


"Kamu bahagia?" tanya Justin di dalam mobil menuju rumah Danielle yang ditinggali bersama Ayah dan Ibunya.


"Sangat, sangat bahagia!" Danielle mengeluarkan kepalanya dari jendela lalu berteriak kencang menantang angin.


"AKU BAHAGIA !!! Aku mencintaimu, Justin !!!"

__ADS_1


Justin merasa hatinya merasa akan meledak karena kebahagiaan, tak pernah menyangka akan terus mendengar ucapan Danielle yang mencintainya.


Tak lama mobil pun sampai di kediaman Eric, Justin dan Danielle keluar dari mobil lalu saling berpelukan bahkan saat masuk ke dalam rumah.


"Grissham, lihatlah! Siapa yang Mommy bawa pulang!" teriak Danielle memanggil putranya.


"Aku masih merasa bermimpi kita sudah mempunyai putra, Danielle. Berarti malam itu aku membuahi sel telur-mu dalam sekali gebrakan! Bukankah aku lelaki hebat?" Justin menyombongkan sper ma nya.


"Aku takkan menampiknya, kau memang hebat," puji Danielle sengaja ingin membahagiakan Justin.


"Mommy! Oh My God! Daddy!"


Grissham berlari mendekat dengan kaki kecilnya, Justin berjongkok merentangkan kedua tangannya lalu memeluk putranya yang ia tinggalkan selama empat tahun. "Maafkan Daddy, senang bertemu denganmu... Putraku."


Danielle seketika menangis haru, Eric dan Amber yang juga melihatnya ikut terharu. Akhirnya Danielle dan cucu mereka bisa bersama Justin kembali.


JUSTIN



DANIELLE


__ADS_1


__ADS_2