Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer

Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer
Danielle, Maafkan Aku Sayang.


__ADS_3

Emily terbangun dengan tersengal - sengal, ia baru saja terbangun dari mimpi yang sama, mimpi tentang dia dan Stephen yang tenggelam saat di kapal pesiar.


Hosh ! Hosh!


"Stephen... dimana kamu? Step!"


Salah satu asissten pribadi Emily masuk, berlari mendekat ke arah ranjang. "Nona Adeeva, ada apa? Anda bermimpi lagi?" cemasnya.


"Iya. Afsha, dimana Stephen?"


"Tuan Stephen sedang membeli sesuatu, katanya itu akan menjadi kejutan untuk Anda."


"Benarkah? Afsha, bantu aku bangun."


Afsha sang aspri langsung membantu tubuh lemah sang majikan, setelah peristiwa tenggelam sekitar empat tahun lalu di Meksiko keadaan tubuh Nona-nya semakin hari semakin lemah.


"Sepatuku dimana?" Emily berkeliling mencari sepatu pemberian Stephen 4 tahun lalu, hadiah ulang tahunnya yang ke -18 sebelum tragedi itu terjadi. Emily lah yang meminta mengadakan ulang tahunnya yang ke -18 dirayakan di sebuah kapal pesiar di Meksiko.


"Saya akan mencarinya," ujar Afsha.


"Cari sampai ketemu! Kau tau sepatu itu sangat berharga! Itu sebelum--"


Seketika Emily menutup mulutnya, ia keceplosan bicara lagi. Sepatu itu hadiah terakhir dari kekasih masa kecilnya, Stephen. Selama ini ia selalu membohongi dirinya sendiri jika lelaki yang mirip kekasihnya adalah Stephen. Dia tak ingin kehilangan Stephen meskipun hanya wajahnya yang sama, tapi tidak hati lelaki itu. Lelaki yang mirip dengan Stephen bahkan belum pernah mengatakan mencintainya sekali pun, sikap lemah lembutnya hanyalah kebohongan belaka. Ia tau itu, tapi terus mengikuti sandiwara lelaki itu.

__ADS_1


"Hu... hu... Stephen..."


"Nona Adeeva, ketemu. Ini sepatunya."


Dengan cepat Emily merebut sepatu itu, memakai di kakinya. " Hanya sepatu ini yang nyata atas keberadaan dirimu, Stepp... hikss."


"Nona, jangan begini. Sesak Anda akan kambuh lagi."


"Panggil Stephen..."


"Nona! Tuan Stephen tak sadarkan diri!" seseorang berlari masuk ke dalam kamar.


"Apa?!"


Sontak Emily menghapus air matanya, meskipun hatinya selalu untuk Stephen yang sudah tiada tapi baginya Stephen yang sekarang adalah penggati yang juga ia sayangi.


"Ada apa dengannya?!"


"Saya tidak tau, Nona. Tadi Tuan sedang bersama Agen Danielle, lalu tiba - tiba memegang kepala dan telinganya seperti kesakitan."


Emily berjalan cepat ke arah Danielle, "Kamu apakan kekasihku? Aku sudah curiga saat kamu menjadi Agen keamanan yang dikirim pihak Austria, kamu adalah wanita di bandara itu 'kan? Apa yang terjadi saat itu di bandara dan hari ini? Katakan!"


Danielle terdiam, dia hanya menceritakan tentang gelang saat lelaki itu mengerang kesakitan dia juga sama terkejutnya.

__ADS_1


"Kenapa diam?! Katakan apa yang kau lakukan padanya?!"


"Emily, sayang. Aku tidak apa - apa, uhuk..." Stephen bangun dari baringan tidurnya dengan perlahan.


"Stephen!"


"Hu... hu... kamu menakutiku!" Emily terisak dalam pelukan Stephen.


Stephen memeluk Emily, tapi matanya menatap Danielle seolah merasa bersalah memeluk Emily di depan wanita itu.


"Kami permisi, ayo pergi semuanya biarkan Nona Adeeva dan Tuan Stephen berdua saja," Afsha memerintah para Agen keamanan untuk keluar.


Sebelum keluar Danielle mencoba melihat keadaan Stephen sekali lagi, matanya beradu dengan tatapan lelaki itu yang juga sedang menatapnya sendu.


Sendu? Kenapa tatapan lelaki itu tiba - tiba berubah? Kemana sorot tegas dan dingin yang selalu tertuju padanya?


Danielle sekali lagi menggeleng, dia sudah mulai meyakini kalau lelaki itu adalah Stephen. Dia tak ingin merusak hubungan Stephen dengan tunangannya, mereka berdua sepertinya saling mencintai.


Lepaskan lelaki ini, Danielle. Dia bukan Justin!


Dengan wajah menunduk sedih, Danielle keluar dari kamar Stephen. Punggung yang tadinya tegap kini terlihat menyedihkan.


Danielle! Ini aku! Justin!

__ADS_1


Justin menatap punggung kasihan wanitanya, ingin sekali lari memeluk kekasihnya. Tapi balas budi pada wanita di pelukannya, tidak memungkinan ia berbuat sekejam itu. Kekasih Emily yang sebenarnya sudah meninggal, pria itu meninggal saat menolongnya di bawah lautan. Setidaknya demi balas budi, dia harus menjaga Emily. Setelah itu ia akan perlahan meninggalkan Emily disaat Emily sudah bisa menerima tentang kematian Stephen asli.


Danielle... Maafkan aku, sayang. Tunggu aku sebentar lagi, berikan aku waktu.


__ADS_2