Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer

Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer
Kamu Sudah Tidur Dengan Emily?


__ADS_3

Malam itu Justin dibiarkan menghabiskan waktu berdua dengan Danielle, Eric membawa Amber juga Grissham ke rumah mereka yang lainnya.


"Aku jadi malu, kenapa orang tuamu pergi meninggalkan kita."


Danielle mengelus paha Justin menggoda pria itu, "Agar kita bisa melalukan ini..." lirihnya dengan suara pelan menggoda.


Glek!


"Aku--" Justin sudah siap melancarkan aksinya tapi tiba - tiba tangannya yang akan mulai nakal ditahan Danielle.


"Ada apa?" tanya Justin heran, sejak tadi Danielle lah yang menggodanya tapi kini wanita itu malah menahannya.


"Kamu sudah tidur dengan Emily? Empat tahun, Justin. Tidak mungkin hanya saling berpelukan dan pegangan tangan, 'kan?" selidik Danielle.


Justin terdiam, tentu saja dia belum pernah melakukannya dengan Emily. Bukan hanya karena dia belum bisa mengingat kehidupannya sebelum empat tahun lalu, tetapi juga karena dia tidak pernah mencintai Emily.


"Danielle... sejak aku terbangun empat tahun lalu, aku tidak mengingat apapun. Saat Emily menceritakan tentang kehidupan ku sejak kecil sampai besar, bahkan sampai sekarang aku tidak bisa mengingat kehidupan yang diceritakan Emily. Aku memang menyayangi Emily karena dia selalu merawatku setelah insiden itu, mungkin karena aku terbawa peran sebagai Stephen. Tetapi, aku tidak pernah mencintai Emily. Kami bahkan tidak pernah berciuman layaknya sepasang kekasih, aku bersumpah."


"Oh, sayang... tentu saja aku percaya padamu. Aku hanya ingin mendengar kejelasan tentang hubungan mu dan Emily selama ini. Sekarang kita lanjutkan, masalah lainnya bisa kita bicarakan nanti. Bukankah kamu merindukan tubuhku," goda Danielle kembali.

__ADS_1


"Kamu sekarang berubah menjadi penggoda, Nona Danielle... Tapi aku suka," Justin menerjang tubuh Danielle langsung menarik lepas gaun tidur wanita itu.


Dua tubuh polos sudah saling membelit seperti gurita, tangan keduanya terus saling membelai memuaskan tubuh telanjang pasangannya.


"Danielle... aku tak bisa lagi menahannya sayang..."


"Aku tidak menyuruhmu menahannya... Justin... mari saling memuaskan tubuh kita malam ini..."


Justin menciumi ceruk leher Danielle menghissapnya membuat tubuh Danielle bergerak semakin liar dibawah tubuhnya, lalu bibirnya turun ke bawah untuk menikmati si buah kenyal, "Sayang... kenapa da da mu membesar? Dulu ukurannya sebesar biji jagung... awww!!"


Danielle menggigit lengan Justin dengan keras, "Da da ku dulu lebih besar dari biji jagung, kau--"


Cup!


"Jagan bicara lagi... kau tidak merasakan ularku sudah membesar."


"Hihi..."


Danielle terkekeh geli, " Biarkan aku memuaskanmu malam ini, Tuan Justin..."

__ADS_1


Mereka berdua saling memuaskan terdorong hasrat dan gairah yang sudah tak sanggup lagi ditahan. Malam panjang bagi dua manusia yang saling mencintai dan akhirnya bisa bersama kembali.


***


Di kamarnya setelah pertemuan para delegasi, Emily terus merasa gelisah. Stephen tiba - tiba pergi darinya tanpa mengabari langsung, dan hanya menyuruh Agen dari Austria itu mengatakan padanya. Dia juga tidak melihat Ammar tadi, para Agen itu hanya mengatakan Ammar pergi mengawal Stephen.


"Afsha, apa kamu juga merasa aneh sepertiku dengan kepergian Stephen yang tiba - tiba?"


"Apa yang Anda pikirkan, Nona?"


"Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan Agen bernama Danielle itu. Bisakah seseorang menyelidiki latar belakangnya?"


"Baik, Nona. Aku akan menyuruh seseorang melakukan penyelidikan."


Emily mencoba menelepon ponsel Stephen lagi, tetapi tetap tidak aktif. "Kemana kamu..."


***


Di sebuah ruangan di sebuah rumah, Leon yang sudah kembali ke Austria sedang menunggu kabar dari anak buahnya yang ia suruh untuk membunuh Justin yang menyamar menjadi Stephen putra dari PM mesir. Ia sudah tau selama ini Justin hilang ingatan setelah melarikan diri dari kapal dan meloncat ke air laut. Bahkan saat itu sangat kebetulan kapal pesiar melewati kapal, keributan terjadi saat seorang wanita tak sengaja terjatuh ke laut dan ditolong seorang laki - laki. Tak disangka, orang - orang yang berada di kapal pesiar malah menyamarkan Justin sebagai Stephen yang sudah meninggal saat kejadian itu.

__ADS_1


"Di negara sana, aku tidak bisa menyentuhmu Justin karena kau seorang putra dari seorang PM. Tetapi disini, aku bisa menyerangmu kapan saja."


Leon mengepalkan kedua tangannya, "Aku akan mulai membalas Ayah dan Ibumu yang sudah menghancurkan keluargaku," geramnya.


__ADS_2