Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer

Kill Me Dengan Cintamu Gadis Militer
Malaikat Kematian Datang.


__ADS_3

Malam semakin larut, Danielle kelelahan setelah saling menerjang, saling menindih juga saling beradu kekuatan fisik ingin memperlihatkan pada pasangannya siapa yang lebih kuat. Tenaga Danielle terkuras habis, namun Justin tak jauh berbeda dengan kekasih wanitanya kelelahan tapi kondisi fisiknya lebih kuat bertahan.


"Emmm..." tengah malam itu tidur Danielle terganggu, seseorang sedang memainkan pucuk da da berukuran sedang miliknya.


"Apa kau segitu hausnya Justin?" sindirnya saat matanya terbuka dan melihat Justin sedang anteng mi mi cu cu di da da nya.


Justin mengangkat kepalanya dari da da yang sedang di hissap nya. Lalu nyengir dengan tak tahu malu, "Aku masih lapar, kasihani aku Danielle... biarkan aku menikmati buah lezat yang menggoda ku sejak kemarin. Saat di toko perhiasan itu, otakku sudah kotor ingin mengge rayangi da da mu yang menggoda ini."


"Jadi saat kau belum mengingatku tapi otakmu sudah me sum padaku! itu maksudmu? Lalu waktu itu, kau malah mengatakan aku telah menfitnahmu. Dasar lelaki caa bul, meskipun sedang hilang ingatan otakmu masih nge res!"


"Hehe... sayang, pesona mu begitu kuat dan aku begitu hebat bahkan saat hilang ingatan pun aku masih bisa mengenali milikku. iya, kan?"


"Cih! Kau bersikap dingin padaku membuatku berpikir kau memang bukan Justin. Aku bahkan sudah menyerah padamu..."


"Aku sekarang sudah bersamamu, jangan ingat - ingat lagi..." jari Justin sengaja memainkan pucuk da da gemoy Danille, terdengar nafas memburu wanita itu.


"Kau pintar memancingku sekarang, kau... ahhhhh..." Danielle ingin terus bersungut tapi malah errangan yang lolos dari mulutnya.

__ADS_1


"Ayo sekali lagi bermain!!!" Justin langsung menerkam tubuh Danielle bibir dan jarinya tak mau diam sampai akhirnya Danielle tak bisa lebih lama menahan kenikmatan nya lagi.


Saat pagi hari Justin sekali lagi membangunkan Danille untuk fitnes hot, wanita itu ingin menolak tapi akhirnya karena rengekan Justin yang seperti bocah ia meladeninya juga.


Alhasil saat terbangun seluruh tubuhnya remuk seperti baru saja latihan di camp militer mengangkat beban seraya berlari keliling 10 kilometer.


"Justin..."


"Hmm?"


"Kau masih menggelitik telapak kakiku, aku sudah menyerah meladeni mu! lepaskan kakiku!"


Seketika mata Danielle terbuka lebar, ia merasakan firasat aneh. Tidak ! Grissham! Anak itu!


Danielle bangun menarik selimut menutupi tubuh telanjangnya, benar saja putranya sedang bersedekap di kaki ranjang.


"Justin, bangunlah. Cepat!"

__ADS_1


"Ada apa?"


"Meteor jatuh!"


"Meteor?"


"Malaikat kematian datang!"


"Danielle, sebenarnya apa yang kau katakan... bicara yang jelassss__" ucapan Justin terpotong saat ia bangun dari baringann nya dan melihat putranya sedang melotot sembari bersedekap.


"Hai, boy. Kamu sudah kembali? Hehe..." tangan Justin sibuk menutupi bagian bawah tubuhnya yang tidak memakai apapun.


"Kenapa Daddy dan Mommy telanjang? Apa tidak dingin? Mommy pernah flu karena kebasahan dan masuk angin. Lalu, kenapa tidur tanpa baju?" mata Grissham menyipit.


"Grissham, itu... emm... Daddy nanti akan menjelaskan nya padamu. Bisakah kamu keluar dulu, boy?"


"No! Aku akan tetap disini! Sejak bayi aku selalu tidur dengan Mommy, jadi apa hak Daddy mengusirku dari kamar!"

__ADS_1


"Grissham, kamu sedang berpura - pura karena ingin mengerjai Mommy dan Daddy atau kamu hanya ingin memancing emosi Mommy?" tantang Danielle, kelakuan putranya sejak menginjak usia 2 tahun semakin hari semakin aneh. Pernah satu kali putranya membedah kelincinya, saat ditanya olehnya putranya itu hanya berkata ingin mengambil ginjalnya untuk di donorkan pada kakek tetangga sebelah yang membutuhkan donor ginjal. Pernah juga suatu hari putranya mengambil senjatanya sembunyi - sembunyi saat ditanya kenapa mengambil senjatanya, Grissham hanya mengatakan ingin menembak agar bisa membunuh anjing yang melolong diluar membuatnya tak bisa tidur.


Danielle pernah berpikir putranya adalah seorang psi kopat, tapi dia menampik pikirannya. Itu tidak mungkin, Grissham hanyalah putra kecilnya. Namun, akhirnya suatu hari Grissham menggigit balik ular yang membelitnya sampai ular itu mati lalu putranya memakan ular mati itu mentah - mentah. Sejak saat itu lah, Danielle akhirnya membawa Grissham ke spesialis psikolog anak.


__ADS_2