
Saat semuanya berkumpul untuk merencanakan penyelidikan diam - diam, tiba - tiba Jendral Eric menelepon Deana.
"Ayahmu menelepon, apa dia sudah mengetahui sesuatu?" ujar Deana sebelum mengangkat panggilan dari saluran resmi.
"Tidak mungkin, aku sudah menyuap putraku dengan mainan. Lagipula, itu adalah saluran resmi sepertinya ini tentang tugas baru," Danielle menggeleng.
"Kau benar, aku akan mengangkatnya."
Semua orang di ruangan mendengarkan.
"Halo, Sir."
"Deana, apa para anggotamu sedang bersamamu atau mereka masih dalam liburan mereka?" tanya Eric.
"Kebetulan kami berjanji akan bertemu, Sir. Ada apa Sir?"
"Seorang putri PM dari Dubai datang untuk pertemuan di negara kita, tim keamanan mereka meminta kerjasama militer kita untuk penjagaan ketat. Aku akan menugaskan misi baru untuk para Agen, hubungi semua orang dan datang ke markas secepatnya."
"Siap, Sir."
"Aku tutup."
__ADS_1
Tutttt.
Deana menyimpan ponselnya lalu menatap Kevin. "Sebelum ke Justin, periksa dulu data putri PM Dubai yang baru datang."
"Laksanakan," Kevin tak menunggu lama segera mengotak - ngatik sistem dengan keahliannya.
"Nama, Adeeva Aaliyah Binti Mohammed. Usia 22 tahun, sudah bertunangan dengan putra dari PM Mesir dan dikabarkan akan segera menikah. Fotonya..." Kevin men-klik sebuah foto.
"Astaga! Itu dia! Wanita di bandara yang bersama Justin!" Danielle terperangah.
"Apa?!" teriak semua orang.
"Gawat! Kita tidak bisa sembarangan menyelidiki seorang putri PM. Sebentar, kenapa dikatakan Justin adalah putra dari PM Mesir. Aku akan mencari datanya dulu," Kevin kembali mengotak - ngatik sistem data.
Brakkkk.
Danielle shock dia tak bisa menopang tubuhnya lagi, terjatuh ke lantai.
"Danielle!" Deana memeluk tubuh temannya.
"Tidak! Tidak! Aku yakin dia Justin! Aku akan membuktikannya!" teriak Danielle.
__ADS_1
Deana merasa kasihan, baru saja Danielle mempunyai harapan besar tapi harapan itu seketika harus musnah. "Jangan terlalu berharap, aku mengatakan ini agar kamu berpikir waras. Jangan menggila... ini tentang 3 negara. Kita tidak bisa berbuat ekstrem dengan menyelidiki orang - orang penting ini. Jangan gegabah, kau dengar aku!"
Danielle melepaskan pelukan temannya, dia bertumpu pada lantai mengangkat tubuhnya. Tekad yang kuat terpancar dari sorot matanya, "Aku akan melakukan apapun!"
"Danielle, kita akan melakukan misi. Kita bisa menyelidiki tanpa kentara. Aku akan menugaskanmu di samping Putri PM Dubai agar kamu bisa dekat dengan mereka, aku berjanji," bujuk Deana, dia sangat hapal watak keras kepala Danielle yang susah diatur.
Tak ada jawaban dari Danielle, dia hanya menutup matanya.
"Pikirkan putramu, Grissham. Betapa dia juga menginginkan bertemu Ayahnya sejak kecil, kamu sudah menjadi seorang Ibu. Jangan egois, dewasalah."
Akhirnya Danielle membuka mata, menghela nafas berat. "Aku mengerti, aku akan mengikuti saranmu."
Deana menepuk pundak Danielle, lalu semua anggota tim ikut bergabung memberikan dukungan mereka.
"Sayang, bisakah sebelum misi kita melanjutkan kemesraan kita?" Lucas menarik tubuh Deana, bersikap kekanakan berwajah sok kasihan.
Mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih. Sejak patah hati oleh Danielle, Lucas tak bersedih terlalu lama dan tak disangka mengejar Deana sang kapten selama tiga tahun akhirnya cintanya disambut juga.
"Omes-mu! Semalam kita sudah melakukannya 3x. Tiga kali!" teriak Deana.
Teriakan Deana seketika membuat wajah Lucas memerah, "Kau tidak perlu berteriak, mereka juga tidak tuli. Apa?!" Lucas menatap jengkel para agen yang menertawakannya.
__ADS_1
Danielle menggeleng, bibirnya tersenyum melihat kebucinan kedua temannya. Dia tau mereka sengaja berbicara begitu untuk menghiburnya, dan itu memang membuat perasaannya seketika terhibur. Setidaknya ada secuil kegembiraan saat bersama orang - orang yang selalu ada untuknya.