
"Ka-Kana ... astaga Kana. Sadar sayang" panggil Mew yang langsung menangkap tubuh Kana agar tidak jatuh ke tanah dan membawanya ke mobil.
"Mew ... kenapa ini harus terjadi pada Kana? I-ibuku ter-ternyata....aaaahhhhh" keluh Kana sambil memegangi kepalanya dan dia pun pelan-pelan kehilangan kesadarannya.
Melihat kesayangannya seperti itu, Mew pun langsung membawa Kana ke rumah sakit. Disana Kana langsung ditangani oleh dokter yang merupakan sahabat Mew. Cukup lama Mew menunggu diluar ruangan UGD, akhirnya keluar juga dokter yang memeriksa Kana dan mengabarkan pada Mew keadaan Kana.
"Lee, bagaimana keadaannya?" Tanya Mew.
"Kamu keluarganya?" Tanya Lee sambil mengajak Mew untuk duduk di kursi panjang depan ruang UGD.
"Ibunya sudah menjualnya kepadaku dan aku sudah bertanggung jawab penuh atas dirinya" jawab Mew.
"Hmm ... baiklah kalo begitu. Jadi begini, menurutku dia ... siapa namanya?" Tanya Lee.
"Kana. Kana jongcheveevat" jawab Mew.
"Iya Kana Jong........A-APA?! Kana jongche......"
"Iya Lee. Sekarang bukan itu yang akan kita bahas bukan? Bagaimana keadaannya?" Tanya Mew.
"Hmm ... jadi begini, aku mau tanya 1 hal padamu. Apa dia ada masalah yang membuatnya terpukul?" Tanya Lee.
"Terpukul?" Heran Mew.
"Iya. Mungkin dia pernah mendengar sesuatu yang selama ini tidak pernah diketahuinya, lalu secara mendadak dia mengetahui dengan sendirinya entah dari seseorang ato darimana pun itu. Ada hal seperti itu?" Tanya Lee.
"Sebelum pingsan tadi dia menyebut ibunya. Tapi sebelum mengatakannya, dia sudah pingsan" jawab Mew.
"Mew, bisa saja kan kalo itu yang membuatnya terpukul. Coba diselidiki" ujar Lee dengan yakin.
"Baiklah. Aku akan menyelidikinya. Lalu keadaannya?" Tanya Mew kembali.
"Untung saja kamu cepat membawanya ke rumah sakit. Terlambat sedikit saja pembuluh darah di kepalanya bisa pecah" jawab Krist.
"Boleh aku menjenguknya sekarang?" Tanya Mew.
__ADS_1
"Silakan. Tapi jangan lama-lama ya. Dia butuh istirahat" jawab Lee sambil berlalu.
Mew pun melangkahkan kakinya ke ruang dimana Kana dirawat. Wajah pucat Kana yang dominan, tidak pernah bisa menutupi wajah manisnya. Mew pun duduk di sebelah tempat tidur Kana sambil membelai halus kening Kana sambil beberapa kali menciumi tangan nya.
"Kana, maafkan aku. Belum waktunya bagi Kana untuk mengetahui kebenaran ini dengan sangat cepat. Aku tidak pernah menyangka kalo Kana akan kembali lagi ke rumah untuk memberikan inhaler itu pada Jade. Sekali lagi maafkan aku" ujar Mew menahan tangis.
"Kak.." panggil seseorang yang masuk ke ruang rawat Kana.
"Perth. Urusanmu sudah selesai?" Tanya Mew.
"Sudah kak. Untuk saat ini mungkin Joe tidak akan bertindak apa-apa. Tapi tetap saja kita harus extra hati-hati" jawab Perth.
"Hmm ... baguslah. Tetap awasi Joe. Jangan sampai pengawasanmu padanya terlepas lagi" pinta Mew yang kemudian duduk di sofa.
"Pasti. Lalu bagaimana dengan Kana, kak? Apa kata dokter?" Tanya Perth.
"Lee mengatakan untung saja dia cepat dibawa ke rumah sakit. Kalo tidak pembuluh darah di kepalanya bisa pecah" jawab Mew sambil terus memandang Kana.
"Apa yang terjadi? Bukankah tadinya Kana baik-baik saja? Kenapa mendadak pembuluh darah di kepalanya hampir pecah?" Tanya Perth.
"Apa Kana sudah tahu semuanya?" Tanya Perth.
"Mungkin. Aku juga tidak begitu jelas karena tadi aku menunggunya di mobil" jawab Mew.
"Apa kakak akan bicara jujur padanya jika Kana sudah sadar?" Tanya Perth.
"Mungkin. Aku tidak mau menutupi kenyataan ini dari Kana lagi. Dia berhak untuk tahu tentang Jade" jawab Mew.
"Kakak kenapa tidak mengatakan pada Kana tentang Jade sejak awal sewaktu Jade menjual Kana pada kakak?" Tanya Perth.
"Aku tidak tega untuk mengatakannya. Aku bisa melihat bagaimana dia sangat menyayangi Jade dan selalu mau memberikan yang terbaik untuk Jade. Pernah aku pergoki Kana ke bank sedang mentransfer sejumlah uang untuk kebutuhan Jade" jawab Mew.
"Anak yang sangat berbakti pada orang tua. Tapi sayang semua itu tidak seimbang dengan perlakuan Jade padanya" ucap Perth.
"Iya" jawab Mew.
__ADS_1
"Kakak akan menjaga Kana malam ini?" Tanya Perth.
"Iya. Dia sudah menjadi tanggung jawabku" jawab Mew.
"Baiklah. Besok pagi akan kubawakan baju ganti untuk kakak. Oh ya, kakak tidak mau makan?" Tanya Perth.
"Tidak. Aku tidak selera makan. Aku hanya ingin berada disampingnya saja dan menjadi orang pertama yang akan dia lihat saat sadar nanti" jawab Mew.
"Baiklah. Oh ya kak, besok ada rapat. Perth yang handle dulu?" Tanya Perth.
"Iya" jawab Mew.
"Baiklah. Selesai rapat akan Perth berikan laporan nya pada kakak." Ucap Perth yang disertai anggukan dari Mew.
Sepeninggal Perth, Mew langsung menuju tempat tidur Kana dan duduk disampingnya sambil membelai halus pucuk kepalanya. Tanpa disadari Mew pun tertidur dengan lelapnya karena kelelahan yang menderanya. Keesokan paginya Mew terbangun tanpa Kana di tempat tidur. Mew pun menanyakan perihal Kana pada perawat dan ada 1 perawat yang tahu kalo Kana sedang berada di rooftop rumah sakit. Mew pun langsung kesana dan menemukan Kana sedang duduk di kursi memandang matahari terbit.
"Sayang ... kenapa tidak bangunkan aku?" Tanya Mew yang memeluk leher Kana dari belakang.
"Mew ... Kana tidak mau membangunkanmu. Kamu terlihat sudah cukup lelah mengurus Kana" jawab Kana.
"Aku tidak akan pernah lelah mengurus kesayanganku yang 1 ini. Karena aku begitu mencintainya" ucap Mew sambil menangkup wajah Kana dengan posisi berlutut di depan nya.
"Terima kasih Mew. Tapi Kana tidak pantas mendapat perhatian yang begitu besar darimu." Jawab Kana sambil menangis.
"Pantas. Tentu saja pantas" ujar Mew sambil memeluk Kana.
"Mew, bolehkah Kana bertanya sesuatu padamu?" Tanya Kana.
"Tentu sayang. Apa yang mau Kana tanyakan?" Jawab Mew.
"Soal ibuku. Apakah kamu telah mengetahuinya?" Tanya Kana.
"Kana, maafkan aku telah menyembunyikan ini semua dari Kana. Sebenarnya sewaktu Jade menjual Kana padaku, saat itulah aku memutuskan untuk selalu menjaga dan mencintai Kana. Aku tidak akan pernah membiarkan Kana terluka lagi" jawab Mew.
"Kamu tahu kalo Jade hanya menjadikanku sebagai atm nya saja?" Tanya Kana.
__ADS_1
"Aku tahu. Bahkan aku juga tahu kalo Jade bukanlah ibu kandungmu dan Jade jugalah yang menyuap pengadilan agar menjatuhkan hukuman mati pada ayahmu" jawab Mew yang membuat Kana terduduk lemas.