King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 10


__ADS_3

"Ja-jadi kakak ta-tahu se-semuanya?" Tanya Kana.


"Iya sayang. Maafkan aku yang telah menyembunyikan semua ini dari Kana. Aku berpikir akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan ini semuanya padamu" jawab Mew sambil meminta maaf.


"Apa saja yang kakak tahu tentang ibuku? Apakah benar aku dijual karena ibuku berhutang padamu?" Tanya Kana menahan tangisnya.


"Kana dijual kepadaku karena Jade berhutang, itu benar. Waktu itu dia dengan mudahnya menyerahkanmu padaku begitu saja. Aku tidak merasakan adanya ketidak relaan pada diri Jade" jawab Mew yang merengkuh tubuh Kana.


"Ibuku sudah tidak mencintaiku. Tidak ada lagi yang mencintaiku. Aku sendirian di dunia ini" ujar Kana dalam pelukan Mew.


"Tidak sayang. Masih ada aku yang akan selalu menyayangi dan mencintaimu. Percayalah padaku" jawab Mew mengelus halus punggung Kana.


"Kakak tidak akan meninggalkanku kan?" Tanya Kana dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Tidak sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkan Kana apapun yang terjadi. Percayalah" jawab Mew sambil menangkup wajah Kana dan memeluknya.


"Terima kasih kak. Bawalah Kana kemana pun kakak pergi" ucap Kana dengan lirih.


"Pasti sayang" jawab Mew menahan tangis.


1 minggu setelah Kana dirawat di rumah sakit, Mew pun membawanya pulang ke mansion nya. Kana disambut oleh para maid dengan sangat baik dan semua maid itu meminta maaf pada Kana karena sudah mencurigai Kana yang telah menculik Perth hari itu. Kana maklum dengan semua itu.


Dari hari ke hari kondisi Kana tidaklah membaik. Malah terkadang Mew pernah mendengar dari maid kalo mereka pernah mendengar Kana seperti orang yang stress suka berbicara sendiri, menangis sendiri bahkan sampai melukai dirinya sendiri memakai silet pemberian Mew dengan menyilet tangannya. Mew yang mengetahui itu dari para maid mencoba membawa Kana pada sahabatnya, Nicky yang merupakan psikiater. Kana yang memang sangat tertutup agak susah untuk diajak bicara oleh Nicky. Tapi dari hasil kesimpulan Nicky yang disampaikan pada Mew adalah mencoba untuk membawa Kana travelling.


Akhirnya Mew memutuskan untuk membawa Kana berlibur ke 3 negara. Yaitu Switzerland, Korea dan Maldives. Selama berlibur, Mew tidak mendapati Kana berbicara sendiri atopun melukai dirinya sendiri. Malah sebaliknya, Kana untuk mencoba menikmati liburan itu karena dia tidak mau mengecewakan Mew yang sudah mengatur liburan ini hanya untuk dia.


"Sayang, kamu menikmati liburan ini?" Tanya Mew saat makan malam.


"Sangat. Terima kasih kak Mew" jawab Kana dengan wajah sumringah yang dia paksakan.


"Hari ini istirahat lebih awal ya. Besok kita akan melakukan perjalanan ke Korea" ujar Mew.


"Bsakah kita berada di Switzerland lebih lama? Kana suka disini" mohon Kana.


"Tentu sayang. Apapun itu untukmu sayang" jawab Mew menangkup wajah Kana.


Malamnya saat mereka hendak tidur, mendadak Mew mendengar Kana yang berbicara sendiri. Mew pun membuka matanya dan mencari dimana asal suara Kana yang ternyata berada di kamar mandi. Kana berbicara seolah-olah didepannya ada ayahnya, kemudian Kana berteriak memanggil Mew yang langsung masuk ke kamar mandi memeluk Kana.

__ADS_1


"Kana, sayang ada apa?" Tanya Mew memeluk Kana.


"Itu ... itu ... ibuku disana. Ibu mau membawaku jauh darimu. Kana takut. Kana takut. Lindungi Kana, kak Mew" tunjuk Kana pada dinding sambil memeluk Mew.


"Sssttt ... Jade sudah pergi sayang. Lihat ... bukankah Jade sudah pergi? Ayo lihatlah. Tidak ada orang lagi selain kita berdua disini" ucap Mew.


"Iya ... ibu sudah pergi. Apakah ibu akan kembali lagi?" Tanya Kana.


"Tidak. Jade tidak akan pernah kembali lagi sayang. Percayalah padaku ya" jawab Mew.


"Syukurlah" ucap Kana sambil mengurut dadanya.


"Sekarang kita kembali tidur lagi ya" ajak Mew.


Sampai di ranjang, Kana pun menyelimuti Kana sampai dada. Kemudian Mew memberikan ciuman selamat malam untuk Kana. Mew terus menjaga Kana sampai dia benar-benar tertidur, baru Mew pun tidur sambil memeluk Kana.


Paginya Kana pun bangun seperti biasa menyiapkan sarapan untuk Mew. Kana seolah melupakan apa yang terjadi padanya tadi malam dan Kana pun berlaku selayaknya orang normal biasanya.


"Pagi sayang" ucap Mew sambil memeluk Kana dari belakang.


"Apapun yang Kana buatkan, aku akan memakannya. Oh ya, hari ini rencananya aku mau membawamu berkeliling Switzerland. Kana mau?" Tanya Mew.


"Dengan senang hati kak Mew" jawab Kana.


Selesai sarapan Mew pun membawa Kana untuk city tour keliling Switzerland mulai dari gedung, kota-kota yang indah sampai ke pedesaan. Terlihat wajah Kana penuh dengan kegembiraan dan Mew berharap semoga Kana bisa seperti itu terus.


Sampai pada waktunya makan siang, mereka makan di Riffelhous Restaurant.


"Aku lihat Kana sangat menikmati liburan ini" ucap Mew saat melihat Kana makan dengan nikmatnya.


"Sangat. Tapi Kana merindukan Perth. Kalo aja Perth ikut pasti Kana gak akan kesepian" ucap Kana mempoutkan bibirnya.


"Lho memangnya kenapa? Bukannya aku temani Kana terus ya selama kita disini?" Heran Mew.


"Gak. Terkadang kakak selalu meeting online sampai melupakan Kana" kesal Kana.


"Yaaa ... baiklah ... baiklah sayang. Mulai besok aku akan temani kamu sampai kamu bosan. Bagaimana Kana mau?" Tanya Mew.

__ADS_1


"Kana gak akan pernah bosan pada kak Mew" jawab Kana sambil mencium kilat bibir Mew.


Seperti yang sudah dikatakan Mew kalo dia akan menemani Kana dan benar saja hal itu dilakukannya. Banyak hal yang mereka lakukan termasuk hubungan panas sampai beberapa ronde dan itu membuat pinggang Kana hampir patah.


Perjalanan pun dilanjutkan ke Korea dan Maldives. Mereka pun kembali melakukan hubungan panas itu sampai beberapa kali dan Mew pun diharuskan kembali ke Bangkok karena Joe mulai bertingkah untuk merebut perusahaan Mew yang baru dibentuk di Bangkok. Yaitu Denki yang bergerak di bidang retail.


Mew pun meminta maaf pada Kana karena harus kembali ke Bangkok. Tapi Kana memakluminya karena Mew dikenal sangat sibuk. Malam mereka berangkat dari Maldives dengan pesawat jet pribadi Mew agar keesokan harinya bisa sampai di Bangkok.


Siangnya jet pribadi Mew mendarat sempurna di landasan pacu Bangkok. Mew menyetir sendiri ke kantor setelah mengecup kening Kana. Sementara Kana pulang dengan supir. Tapi bukan mansion Mew yang dituju, melainkan mansion nya. Disana Kana jumpai Jade sedang duduk di teras dengan seorang pria tua yang Kana tidak tahu siapa dia.


"Bu..." panggil Kana.


"Kan-Kana" gugup Jade.


"Siapa dia, Jade?" Tanya pria itu.


"Dia ... dia ...."


"Aku anaknya, Kana" jawab Kana memperkenalkan dirinya.


"Anak? Jade ...... jadi selama ini kamu punya anak?" Tanya pria itu itu.


"Tentu saja. Apa ibuku tidak mengatakannya padamu?" Tanya Kana.


"Sialan ... ternyata selama ini aku telah ditipu olehmu. Dasar perempuan tidak tahu diri" kesal pria itu yang berlalu pergi.


"Sekarang puas kamu Kana? Dasar anak kurang ajar. Sudah tidak menafkahiku, malah menghancurkan hubunganku dengan seorang jutawan" ucap Jade yang hendak menampar Kana tapi tangannya ditahan oleh Kana.


"Bu, jangan gegabah seperti itu. Ada baiknya jika kita masuk ke dalam. Tidak enak dilihat orang diluar" ajak Kana sambil menarik Jade.


"Lepaskan aku ... lepaskan aku dasar anak sial" ujar Jade sambil terus memukul-mukul tangan Kana.


"Jika aku anak sial, maka aku juga dibesarkan oleh seorang perempuan sial sepertimu bukan" ujar Kana sambil melemparkan Jade ke sofa dan mengambil silet pemberian Mew dari kantongnya.


"Kamu berani memakiku wanita sial? Dasar kurang ajar kamu!! Kamu......."


"Ssssttttt ... jangan berteriak bu. Malu didengar supirku. 1 hal lagi, ibu tahu kalo pisau Kana ini sudah sangat akrab dengan Kana dan dia tidak ada matanya. Dia juga tidak suka dengan suara ibu yang parau itu. Jadi jangan sampai pisau Kana ini melukai wajah ibu yang mulus ini" jawab Kana sambil mengarahkan pisau itu ke wajah Jade.

__ADS_1


__ADS_2