King Mafia My Husband

King Mafia My Husband
Chapter 5


__ADS_3

"Kana...." teriak Mew dan Perth bersamaan.


"Nnnggghhh ... tu-tuan....." panggil Kana.


"Bertahanlah Kana. Aku akan membawamu ke rumah sakit. KALIAN .. BERESKAN YANG ADA DISINI. JIKA BISA MENANGKAP ORANG TERSEBUT, TANGKAP DIA" pinta Mew


Dalam perjalanan ke rumah sakit, Mew terus melihat ke arah belakang dimana Mew menidurkan Kana. Mew sungguh kuatir dengan keadaan Kana yang boleh terbilang cukup serius. Mew merasa bersalah dengan Kana atas apa yang terjadi dan dia berjanji pada dirinya akan menebus kesalahan yang sudah dia lakukan pada Kana.


Sesampainya di rumah sakit, Kana langsung ditangani di ruang UGD sampai berjam-jam lamanya. Mew menunggu dengan sangat gusar. Tak berapa lama Perth menelepon Mew mengabarkan kalo orang yang berusaha membunuhnya sudah ditaruh didalam gudang. Mew mengatakan dia sendiri yang akan menginterogasi orang itu setelah dia mengetahui kabar dari Kana.


Selama berjam-jam Mew menunggu kabar dari dokter mengenai keadaan Kana, seperti seorang suami yang sedang menunggu istrinya melahirkan. Penantian Mew pun berbuah dengan keluarnya dokter yang mengatakan kalo Kana sudah lewat dari kritis. Hanya tinggal menunggu siuman saja. Mew pun mengabarkan pada Perth dan menyuruhnya untuk menjaga Kana, sementara dia ke gudang untuk menginterogasi orang yang berniat membunuh Perth.


Tiba di gudang, Mew disambut dengan penuh hormat oleh anak buahnya. Setelah melihat hasil tangkapannya yang diikat ke kursi dan mata ditutup dengan kain hitam, Mew kemudian melepaskan 3 kancing bajunya, siku bajunya dilipat sampai siku dan melepaskan semua aksesoris yang dia kenakan di tangan serta melepaskan ikat pinggangnya. Mew pun membuka kain yang menutup matanya, kemudian menghajar orang itu. Tak sampai disitu saja, Mew juga memakai ikat pinggang nya untuk mencambuk orang itu sampai kulitnya terkelupas.


Orang itu sempat pingsan beberapa kali, tapi kemudian berhasil dibangunkan dengan siraman air. Karena tak tahan dipukuli terus, orang itu buka mulut mengatakan kalo yang memerintahkan dia untuk membunuh Perth adalah kepala pelayannya, Joe yang sudah mempunyai rencana akan membunuh Mew supaya bisa menguasai harta keluarga Jongcheveevat.


Setelah agak lama berpikir, akhirnya Mew melepaskan orang itu dengan syarat, apapun rencana Joe, Mew harus mengetahui nya. Sebagai jaminannya, istri dan anaknya akan dipindahkan ke tempat yang aman jika suatu saat ketahuan. Orang itu pun setuju. Sementara di rumah sakit, Kana telah sadar dan orang pertama yang dilihatnya adalah Perth.


"Kana sudah sadar? Maafkan aku yang udah mempermainkan Kana" sesal Perth.


"Tu-tuan, jangan bicara seperti itu" jawab Kana.


"Sebenarnya ini hanyalah rencanaku dengan kak Mew untuk menjebak Joe. Kak Mew curiga kalo meninggalnya ayah kami ada hubungannya dengan Joe. Kak Mew juga pernah memergoki mobilku dibawa Joe ke bengkel tanpa ada kerusakan. Setelah aku cek, ternyata tali rem ku sudah diputusin. Kami pun berniat membuat sebuah sandiwara dimana aku akan memakai mobilku dan akan duduk di kursi roda. Sialnya saat itu Bass malah masuk ke mobilku dan Kana sudah tahu apa yang terjadi dengannya" cerita Perth.


"Lalu soal tuan duduk di kursi roda?" Tanya Kana.


"Memang benar kalo aku harus duduk di kursi roda, tapi itu hanya untuk sementara. Setelah menjalani beberapa kali terapi, aku sudah sembuh. Kak Mew menyarankan agar aku tetap duduk di kursi roda sampai kedatangan Kana yang sebenarnya cukup membuat kami kaget. Kak Mew mengatakan kalo kamu dijual ibumu untuk melunasi hutang. Awalnya kak Mew mau menjadikanmu sebagai supirnya, tapi Joe pasti akan melakukan sesuatu padamu. Akhirnya kak Mew menempatkanmu untuk mengurusku sekaligus mengetes kesetiaanmu yang ternyata pantas diacungi 2 jempol. Apalagi saat kamu melihat kalo Joe sedang mencekikku. Kamu melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan dan sekarang malah berakhir disini karena melindungiku. Aku benar-benar minta maaf" sesal Perth.

__ADS_1


"Kana hanya melakukan apa yang harus dilakukan sebagai seorang pelayan. Tuan tidak usah meminta maaf pada Kana" ucap Kana.


"Tidak. Kana bukan menjadi seorang pembantu di keluarga kami. Kana sangat istimewa di hati kak Mew. Apa Kana tidak menyadari itu?" Tanya Perth.


"Menyadari apa?" Tanya Kana kembali.


"Menyadari kalo sedari awal aku sudah jatuh cinta padamu" jawab Mew yang mendadak masuk ke kamar dimana Kana dirawat.


"Kak // Tuan" panggil keduanya.


"Tidak Kana. Jangan panggil aku tuan. Panggil namaku Mew" ujar Mew.


"Kalian berdua ngobrollah. Aku ke kantin dulu nyari makan. Bye" pamit Perth.


"Hati-hati Perth. Ingat, orang-orangnya Joe masih berkeliaran" peringat Mew pada Perth yang disertai anggukan dari si empunya.


"Tuan.....tuan, tangannya kenapa terluka seperti ini?" Tanya Kana saat melihat tangan Mew terluka yang diakibatkan karena menghajar hasil tangkapannya terlalu keras.


"Gak pa-pa. Hanya luka kecil saja. Tidak usah kuatir" jawab Mew.


"*Tapi tangan tuan harus diobati dan kalo tidak........"


"Kana, bisa tidak jangan panggil tuan? Panggil namaku Mew*" pinta Mew dengan nada meninggi.


"Miiiiuuuu" panggil Kana yang membuat Mew menahan tawanya.


"Kana sengaja memanggil "Miiiuuuu"?" Tanya Mew.

__ADS_1


"*Hah? Bukankah nama tuan seperti itu? Maaf kalo Kana......"


"Tidak. Aku hanya bercanda denganmu. Panggil namaku senyaman Kana saja. Ok*" ujar Mew sambil mengelus halus rambut Kana.


Jauh didalam hati Kana saat pertama kali bertemu dengan Mew, dia sudah jatuh cinta dengan nya. Tapi kemudian dia sadar kalo dirinya dengan Mew bagaikan langit dan bumi. Tidak akan bisa bersatu. Sekarang setelah dia tahu Mew mencintainya, Kana pun tidak akan melepaskan pria di depannya itu lagi dan hanya ingin bahagia dengan Mew.


2 minggu setelah dirawat, Kana pun pulang diantar Mew ke rumah. Mendadak dalam perjalanan pulang, mobil mereka ditembaki orang tak dikenal. Supir Mew meninggal di tempat. Sementara Mew mengambil alih mobil dan dia juga menyembunyikan Kana dibawah. Mew melajukan mobilnya ke sebuah hutan, kemudian membawa Kana turun dari mobil dan melewati hutan yang penuh dengan jebakan. Perjalanan mereka pun sampai ke sebuah rumah kayu dan mereka pun melepas lelah didalam rumah tersebut.


"Ini darah apa ya? Aku gak terluka ..... Miu .. Miu, kamu terluka" teriak Kana saat tahu Mew terluka.


"Sssttt ... gak pa-pa sayang. Sekarang Kana bawa aku ke kamar, terus Kana ambil pisau dan lilin kemari" pinta Kana yang kemudian ke dapur mengambil pisau dan lilin.


"Ini untuk apa, Miu?" Tanya Kana kebingungan.


"Nyalakan lilin itu, kemudian bakar pisau itu dan berikan padaku" pinta Mew yang kemudian membuat Kana mengambil korek dari laci nakas disamping tempat tidur Mew.


"Ini. Apa yang akan kamu lakukan, Miu?" Tanya Kana penasaran.


"Aku akan mengeluarkan peluru sialan ini dari perutku" ujar Mew.


"Astaga" kaget Kana.


"Aku tahu ini pertama kalinya bagi Kana untuk melihat ini. Tidak apa-apa, sayang. Tetaplah disini menemaniku" ucap Mew.


"Baiklah. Tapi bolehkah aku menelepon Perth untuk mengabarlan keadaan kita?" Tanya Kana.


"Tidak. Aku tidak mau Perth tahu. Aku curiga dia ada hubungannya dengan kejadian tadi" jawab Mew yang membuat mulut Kana menganga.

__ADS_1


__ADS_2